Idap Keratosis Pilaris, Tubuh Akan Alami Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Idap Keratosis Pilaris, Tubuh Akan Alami Ini

Halodoc, Jakarta - Kulit yang sehat dan indah adalah impian banyak orang. Pasalnya, kulit yang sehat dapat membuat tampilan menjadi lebih menarik. Walau begitu, kulit mungkin saja mengalami gangguan yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu gangguan pada kulit yang bisa terjadi adalah kulit kering. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh keratosis pilaris.

Selain kulit kering, gangguan tersebut juga dapat menyebabkan bercak kasar dan benjolan kecil. Hal ini umumnya terjadi pada lengan atas, paha, pipi, serta bokong. Gangguan ini dapat diobati dengan pelembap dan krim. Berikut adalah ciri-ciri kulit ketika mengalami keratosis pilaris!

Baca juga: Kenali Keratosis Pilaris, Penyakit yang Disebut Kulit Ayam

Kondisi Tubuh saat Mengalami Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris adalah sebuah gangguan pada kulit yang sangat umum terjadi pada semua orang di segala rentang usia. Gangguan ini mungkin menimbulkan rasa tidak sedap ketika dipandang, tetapi secara medis sama sekali tidak berbahaya. Hal ini pun sering terjadi pada orang yang sehat.

Seseorang yang mengidap gangguan keratosis pilaris akan mengalami ruam bercak yang menyebar di kulit. Hal tersebut terdiri dari benjolan merah atau cokelat yang sangat kecil. Ruam tersebut dapat menimbulkan puluhan hingga ratusan tonjolan yang sangat kecil pada kulit.

Terkadang, rambut kecil pada kulit dapat terjebak melingkar di bawah benjolan kasar tersebut. Pengidapnya mungkin akan mengeluhkan tekstur yang kasar dan menjadikan penampilan terganggu. Selain itu, pipi dapat terlihat merah muda atau memerah dengan persebaran tonjolan yang sangat kecil.

Jika kamu mengalami gangguan ini, dokter dari Halodoc dapat membantu kamu untuk mengatasi hal ini. Kamu juga dapat membeli obat melalui fitur Buy medicines di aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Tunggu apa lagi? Download aplikasi ini di Apps Store atau Play Store sekarang juga!

Penyebab dan Faktor Risiko Keratosis Pilaris

Gangguan pada kulit ini umumnya disebabkan oleh penumpukan keratin. Walau begitu, belum diketahui secara pasti kenapa keratin berlebih dapat terjadi pada tubuh. Seseorang dengan kulit kering, eksim, dan alergi lebih berisiko terhadap kelainan kulit ini.

Baca juga: 3 Gejala Keratosis Pilaris yang Perlu Diketahui

Keratosis pilaris juga memiliki hubungan kuat dengan faktor genetik. Disebutkan bahwa kecenderungan terjadinya gangguan pada kulit ini dapat bersifat genetik. Hal tersebut berarti seseorang yang memiliki orangtua dengan kelainan ini dapat memiliki risiko tersendiri terhadap kondisi tersebut.

Jika kelainan kulit ini melibatkan batang rambut, gangguan tersebut dapat memengaruhi folikel rambut. Gangguan ini dapat menyebabkan peradangan pada folikel rambut kamu. Oleh karena itu, hal ini dapat memicu pola penumpukan keratin yang tidak biasa pada kulit.

Walau begitu, keratosis pilaris umumnya tidak terkait dengan masalah kesehatan yang serius apapun. Gangguan ini tidak dapat menular dan tidak menyebabkan infeksi. Namun, jika tidak mendapat perawatan, benjolan yang terjadi dapat menjadi lebih buruk dan lebih sulit disembuhkan.

Pengobatan terhadap Keratosis Pilaris

Gangguan ini dapat secara bertahap hilang dengan sendirinya. Walau begitu, kamu juga dapat menggunakan berbagai produk untuk mengembalikan bentuk kulit yang terserang seperti semula. Jika pelembap dan perawatan umum tidak membantu, dokter mungkin akan memberikan krim obat.

Krim tersebut berguna untuk mengangkat sel kulit mati. Obat tersebut juga mengandung asam alfa hidroksi, asam laktat, asam salisilat, atau urea. Kandungan tersebut dapat melembutkan kulit yang kering. Krim tersebut dapat dibeli tanpa atau dengan resep dari dokter kamu.

Baca juga: Benarkah Obesitas Tingkatkan Risiko Keratosis Pilaris?

Umumnya, dokter akan memberikan pilihan terbaik dan seberapa sering kamu dapat menggunakannya. Kandungan pada obat tersebut dapat menyebabkan kemerahan, sengatan atau iritasi kulit, sehingga anak-anak tidak dianjurkan untuk menggunakannya.

Referensi:
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Keratosis pilaris
Medicine Net.Diakses pada 2019.Keratosis Pilaris (KP)
Medical News Today.Diakses pada 2019.What's to know about keratosis pilaris?