Benarkah Obesitas Tingkatkan Risiko Keratosis Pilaris?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Obesitas Tingkatkan Risiko Keratosis Pilaris?

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar tentang keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam? Seperti julukannya, keratosis pilaris adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan berbenjol-benjol kecil nan keras. Kondisi ini bisa terjadi di bagian kulit mana saja, meski paling sering muncul pada lengan atas, paha, pipi, atau bokong. 

Benjol-benjol kecil akibat keratosis pilaris ini umumnya tidak sakit, berwarna terang, dan kadang disertai merah, bengkak, serta gatal. Keratosis pilaris tidaklah berbahaya ataupun menular. Namun, kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri. Meski begitu, ada berbagai perawatan untuk memperbaiki tampilan kulit atau meringankan gejalanya. 

Baca juga: 3 Gejala Keratosis Pilaris yang Perlu Diketahui

Jika terjadi pada anak-anak, biasanya berbagai gejala yang muncul akan perlahan menghilang saat ia memasuki akhir masa pubertasnya. Sementara jika muncul pada masa remaja, kondisi ini biasanya akan menghilang di pertengahan usia 20-an. Namun, pada beberapa kasus, gejala bisa berlanjut lebih lama. 

Risiko Penyakit Kulit Ayam Meningkat Jika Obesitas?

Penyebab utama dari keratosis pilaris adalah penumpukan keratin, yaitu protein keras yang bertugas untuk melindungi kulit dari zat berbahaya dan infeksi. Ketika penumpukan terjadi, gumpalan akan terbentuk hingga menghambat pembukaan folikel rambut. Kondisi ini kemudian membuat permukaan kulit jadi tidak rata akibat munculnya benjolan kecil yang kering dan kasar.

Belum diketahui secara pasti penyebab keratin bisa menumpuk. Namun, diduga hal ini dipicu oleh beberapa hal. Seperti obesitas, dan beberapa hal lainnya seperti: 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa.

  • Mengidap asma.

  • Memiliki kulit yang kering.

  • Mengidap penyakit dermatitis atopik (eksim).

  • Mengalami ichthyosis vulgaris, kondisi yang menyebabkan kulit menjadi sangat kering.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Kulit Ayam?

Keratosis pilaris adalah kondisi yang dapat dikendalikan tetapi tidak bisa disembuhkan. Tidak ada perawatan yang terbukti efektif untuk mengobati penyakit kulit ini. Namun, dalam beberapa kasus, masalah kulit ini dapat pulih dengan sendirinya.

Baca juga: Benarkah Keratosis Pilaris Dipengaruhi Faktor Genetik?

Untuk mengendalikan keratosis pilaris, dokter akan memberikan produk perawatan kulit yang sesuai, seperti pelembap dan krim (untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah sumbatan pada folikel). Pelembap yang diresepkan khusus untuk mengobati keratosis pilaris biasanya mengandung urea dan asam laktat (lactic acid).

Sementara itu, krim untuk mengangkat sel kulit mati yang biasa diresepkan adalah yang mengandung bahan aktif seperti:

  • Alpha hydroxy acid (AHA).

  • Asam laktat.

  • Asam salisilat.

  • Asam glikolat (glycolic acid).

  • Urea.

Berbagai bahan aktif tersebut berguna untuk mengangkat sel kulit mati, melembapkan, dan melembutkan kulit kering. Untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan krim ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

Krim lainnya yang juga biasanya diresepkan adalah krim untuk mencegah sumbatan pada folikel. Krim ini terbuat dari vitamin A, yang dapat membantu proses pergantian sel kulit dan mencegah tersumbatnya folikel rambut. Namun, pada beberapa kasus, pengidap dapat mengalami iritasi dan kekeringan pada kulit saat menggunakan jenis krim ini. 

Baca juga: Adakah Pencegahan untuk Kondisi Keratosis Pilaris?

Selain menggunakan pelembap dan krim yang diresepkan dokter, ada beberapa pengobatan rumahan yang perlu dilakukan pengidap keratosis pilaris, untuk mempercepat penyembuhan, yaitu: 

  • Tidak berlama-lama saat mandi, 5 sampai 10 menit saja sudah cukup.

  • Menggunakan sabun berbahan ringan yang tidak menggunakan pewangi dan pewarna.

  • Menggunakan humidifier di rumah untuk menjaga udara dan kulit tetap lembap.

  • Menggunakan pakaian longgar berbahan katun.

Itulah sedikit penjelasan tentang keratosis pilaris. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!