Idap Sindrom Gilbert, Tubuh akan Alami Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Idap Sindrom Gilbert, Tubuh akan Alami Ini

Halodoc, Jakarta - Jika kamu mendapati warna putih pada mata dan kulit berubah menjadi kuning, ini tandanya kamu mengalami kelebihan bilirubin di dalam darah. Bilirubin adalah zat berwarna kuning yang ditemukan secara alami dalam darah. Senyawa ini terbentuk sebagai produk sampingan ketika sel darah merah dipecah. Jika kadarnya melebihi normal, kamu bisa saja mengalami sindrom gilbert

Gen abnormal yang kamu warisi dari orangtua menyebabkan terjadinya sindrom gilbert. Gen ini biasanya mengontrol enzim yang membantu memecah bilirubin di organ hati. Ketika kamu memiliki gen yang tidak efektif, darah mengandung bilirubin dalam jumlah berlebih, karena tubuh tidak mampu menghasilkan cukup enzim untuk mengendalikannya. 

Apa Tandanya Jika Tubuh Mengalami Sindrom Gilbert?

Sebenarnya, bagaimana tubuh memroses bilirubin secara normal? Bilirubin adalah pigmen berwarna kekuningan yang dibuat ketika tubuh memecah sel darah merah yang sudah tua. Bilirubin terbawa melalui aliran darah ke organ hati, tempat enzim memecah pigmen dan mengeluarkannya dari aliran darah. 

Baca juga: Sindrom Gilbert Bisa Sebabkan Penyakit Kuning Intra Hepatik, Mitos atau Fakta?

Bilirubin berpindah dari hati ke usus dengan empedu, baru diekskresikan dalam feses. Setelahnya, hanya tersisa sejumlah kecil bilirubin di dalam darah. Gen abnormal yang menyebabkan terjadinya sindrom gilbert sangat umum, karena banyak orang yang membawa satu salinan gen ini. 

Apa tandanya jika tubuh mengalami kelainan ini? Hampir tidak ada. Beberapa orang yang mengetahui bahwa mereka mengidap sindrom ini adalah melalui pemeriksaan urine. Pada sindrom gilbert, hati tidak mampu memroses bilirubin secara efektif, karena adanya kelainan genetik bawaan, sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan di dalam tubuh. 

Jika seseorang memiliki bilirubin terlalu banyak, muncul penyakit kuning yang ditandai warna kuning pada bagian putih mata dan kulit, terlebih jika kadarnya terus mengalami peningkatan. Tingginya bilirubin ini memicu munculnya rasa gatal, tetapi ini tidak selalu dikaitkan dengan sindrom gilbert. Pasalnya, pada sindrom gilbert, kadar bilirubin yang terkandung di dalam darah tidak setinggi pada penyakit kuning. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 8 Gejala Penyakit Kuning

Faktor yang bisa menyebabkan peningkatan kadar bilirubin ringan dan membuat gejala terlihat lebih jelas termasuk penyakit tertentu, infeksi, dehidrasi, stres, menstruasi pada perempuan, bekerja terlalu keras sehingga tubuh kelelahan, kurang tidur, dan asupan alkohol berlebihan. Sebenarnya, kadar bilirubin tidak akan tinggi jika kamu mengalami sindrom gilbert, tetapi jika dibarengi dengan penyakit kuning, kadarnya bisa melonjak. Tentu saja, ini bisa membahayakan keselamatanmu.

Jangan Tunda untuk Hubungi Dokter

Kalau kamu mendapati mata dan kulit mulai menguning, segera kunjungi dokter. Buat janji langsung dengan dokter ahli di rumah sakit terdekat dengan tempat tinggalmu, supaya penanganan bisa dilakukan dan komplikasi dapat dicegah. Pasalnya, rendahnya tingkat enzim pemrosesan bilirubin menyebabkan sindrom gilbert juga bisa meningkatkan efek samping dari jenis obat tertentu, karena enzim yang sama berperan dalam membantu membersihkan obat dari tubuh. 

Baca juga: Alasan Kurang Tidur Dapat Memengaruhi Metabolisme Tubuh

Kalau kamu mengalami sindrom gilbert, penting untuk bertanya lebih dulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Meski merupakan kelainan bawaan atau diturunkan secara genetik, sindrom gilbert biasanya tidak diketahui sampai pubertas, karena produksi bilirubin mengalami peningkatan pada masa ini. Jadi, selain genetik, faktor risiko sindrom gilbert adalah apabila kamu berjenis kelamin laki-laki.