Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kurang-tidur-bisa-tingkatkan-risiko-sakit-jantung-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kurang tidur atau insomnia banyak terjadi di kota-kota besar, seperti di Jakarta. Padatnya aktivitas dan kesibukan seringkali menjadi penyebab banyak orang di Jakarta tidak bisa memenuhi kebutuhan istirahat yang cukup. Padahal, kebutuhan akan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan manusia akan makan dan bernapas, lho. 

Bila kebutuhan tidur sering tidak dipenuhi, risiko kamu untuk terkena berbagai penyakit pun akan meningkat. Salah satunya adalah penyakit jantung. Yuk, simak penjelasannya di sini. 

Tidur memiliki peran yang penting bagi tubuh. Dengan tidur yang cukup, kamu memberikan waktu bagi tubuh untuk memperbaiki diri, baik secara fisik maupun mental. Itulah mengapa kamu akan merasa segar dan berenergi saat bangun di pagi hari, serta lebih siap menjalani aktivitas sepanjang hari. Selain itu, tidur juga membantu proses tumbuh kembang, karena hormon pertumbuhan dikeluarkan saat kamu tertidur. Itulah mengapa tidur menjadi salah satu waktu terpenting bagi anak-anak dan remaja. 

Sebaliknya, kebutuhan tidur yang tidak tercukupi, bisa menyebabkan kamu merasa lelah saat bangun, mengantuk, dan sulit untuk berkonsentrasi. Berbagai macam penyakit pun bisa timbul bila kamu sering kurang tidur, salah satunya penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Alasan Kurang Tidur Picu Penyakit Jantung

Kebutuhan tidur tiap orang memang tidak sama. Namun, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur selama 7–9 jam setiap hari agar organ dalam tubuh bisa berfungsi dengan baik. Orang yang tidur kurang dari 6 jam dalam sehari bisa dikatakan mengalami kurang tidur. Dan menurut sebuah hasil studi di Spanyol, mereka yang kurang tidur berisiko lebih tinggi terserang penyakit jantung dibandingkan mereka yang cukup tidur.

Dalam studi tersebut, sebanyak 3974 pegawai bank diminta mengenakan pelacak aktivitas untuk mengukur jam tidur selama satu minggu. Mereka juga melakukan pemindaian jantung dengan metode 3D ultrasound untuk mendeteksi adanya penyakit jantung. Para peneliti mendapati hasil bahwa mereka yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki risiko 27 persen lebih tinggi mengalami kelainan jantung yang disebut aterosklerosis dibandingkan mereka yang tidur 7 hingga 8 jam. Aterosklerosis adalah penebalan pada dinding arteri yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Kurang tidur juga sering dikaitkan dengan beberapa faktor pemicu penyakit jantung, seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, peradangan, dan obesitas. Perlu diingat bahwa tidur berperang penting dalam kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung. 

Inilah mengapa orang yang kurang tidur lebih rentan mengidap penyakit jantung. Selain aterosklerosis, penyakit jantung yang bisa dialami oleh pengidap insomnia atau kurang tidur, antara lain gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, dan serangan jantung.

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Picu Serangan Jantung?

Mengingat kurang tidur berkaitan erat dengan penyakit jantung, maka mencukupi waktu tidur yang dibarengi dengan melakukan diet dan aktivitas fisik adalah gaya hidup sehat yang sangat dianjurkan untuk kamu lakukan agar sistem kardiovaskular tetap sehat. Namun, bagi kamu yang karena satu dan lain hal tidak bisa menghindari jam tidur yang buruk, tipsnya adalah kamu harus lebih berusaha untuk menjaga gaya hidup sehat lainnya, seperti diet dan olahraga. 

Baca juga: Tips Mengatasi Kurang Tidur

Itulah sedikit penjelasan mengenai mengapa kurang tidur bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Bila kamu punya pertanyaan lainnya seputar kesehatan, tanyakan saja pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk meminta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.