Idap Xanthelasma, Inilah 4 Pilihan Pengobatannya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Idap Xanthelasma, Inilah 4 Pilihan Pengobatannya

Halodoc, Jakarta - Xanthelasma terkait dengan penyakit diabetes di mana muncul lesi berwarna putih kekuningan di sekitar kelopak mata. Lesi kekuningan ini merupakan lemak atau kolesterol yang terkumpul di bawah kulit kelopak mata. Lesi kekuning-kuningan ini memang tidak memengaruhi fungsi kelopak mata, sehingga pengidap masih tetap bisa berkedip, membuka, dan menutup mata secara normal.

Baca Juga: Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Mengidap Xanthelasma?

Sayangnya, lesi xanthelasma bisa semakin menyebar dan menjadi lebih besar seiring berjalannya waktu. Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan dan berisiko memengaruhi kepercayaan diri pengidapnya. Karena alasan tersebut, sebagian besar pengidap xanthelasma ingin menghilangkannya. Berikut ini pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan xanthelasma.

Pilihan Pengobatan untuk Hilangkan Lesi Xanthelasma

Berikut metode pengobatan untuk menghilangkan lesi xanthelasma:

  • Eksisi bedah. Eksisi bedah adalah prosedur yang sering direkomendasikan dokter guna menghilangkan lesi xanthelasma. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan pisau yang sangat kecil biasanya. Pemulihan biasanya memakan waktu empat minggu.

  • Kauterisasi kimia. Kauterisasi kimia menggunakan asam asetat yang sudah terklorinasi untuk menghilangkan endapan lemak tanpa meninggalkan banyak jaringan parut.

  • Cryotherapy. Cryotherapy untuk menghancurkan xanthelasma dilakukan dengan menembak semprotan dingin di area lesi. Prosedur ini lebih berisiko menimbulkan jaringan parut dan merubah pigmen kulit.

  • Ablasi laser. Ablasi laser karbon dioksida dan argon adalah prosedur yang dinilai lebih efektif menghilangkan xanthelasma ketimbang operasi. Namun, prosedur ini tetap berisiko merubah pigmen kulit.

Setelah prosedur penghapusan lesi, kamu tetap harus memantau kondisi pemulihan. Selalu perhatikan setiap efek samping yang dialami untuk diberitahu dokter. Ini karena, xanthelasma memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi, terutama dalam kasus eksisi bedah atau hiperlipidemia tingkat berat.

Sebelum kamu memilih jenis pengobatannya, lebih baik diskusikan dengan dokter terlebih dahulu. Kamu bisa berbincang dengan dokter Halodoc terkait penyakit xanthelasma lebih mendalam. Jangan lupa download aplikasinya terlebih dahulu. Kamu mungkin bertanya-tanya, faktor apa yang bisa memicu xanthelasma. Berikut ini penjelasan seputar penyebab xanthelasma.

Baca Juga: 6 Makanan yang Bisa Sebabkan Xanthelasma

Penyebab Timbulnya Lesi Xanthelasma

Xanthelasma sering diidap oleh orang yang memiliki gangguan kolesterol di tubuhnya. Ini sering diidap oleh orang-orang dengan kelainan lipid yang disebut dislipidemia, di mana mereka memiliki terlalu banyak lipid dalam aliran darahnya. Tanda-tanda dari dislipidemia dapat berupa:

  • Memiliki kadar kolesterol lebih dari 200 miligram per desiliter (mg/dL). Kondisi ini disebut sebagai hiperkolesterolemia;

  • Memiliki kadar trigliserida diatas  150 mg/dL yang disebut sebagai hipertrigliseridemia; dan

  • Memiliki low-density lipoprotein (LDL) di atas 100 mg/dL.

Selain dislipidemia, ada berbagai faktor lain yang memicu seseorang mengalami kenaikan lipid dalam aliran darah. Beberapa penyebabnya bersifat genetik atau berhubungan dengan gaya hidup seseorang, seperti :

  • Defisiensi lipoprotein lipase familial yang merupakan enzim pemecah lipid;

  • Memiliki familial hypertriglyceridemia, yakni suatu kondisi genetik yang menyebabkan orang memiliki jumlah trigliserida yang lebih tinggi dalam darah;

  • Memiliki dislipoproteinemia familial, yakni suatu kondisi genetik yang menyebabkan orang memiliki jumlah lipid yang lebih tinggi dalam darah;

  • Menjalankan diet tinggi lemak jenuh dan rendah lemak tak jenuh;

  • Konsumsi alkohol berlebih;

  • Kurang berolahraga atau tidak berolahraga sama sekali;

  • Mengidap obesitas;

  • Menjalankan diet rendah serat; dan

  • Merokok.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Pengidap Xanthelasma