Waspada, Ini 8 Penyebab Dislipidemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada, Ini 8 Penyebab Dislipidemia

Halodoc, Jakarta – Melakukan gaya hidup sehat dengan berhenti merokok dan rutin berolahraga dapat mengembalikan kadar kolesterol dalam darah hingga kadar normal. Normalnya kadar kolesterol dalam tubuh tentu menghindarkan kamu dari berbagai masalah kesehatan, salah satunya penyakit dislipidemia.

Baca juga: Ketahui 7 Gejala Terserang Dislipidemia

Penyakit dislipidemia terjadi ketika kadar lemak dalam darah terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah. Sehingga sangat penting bagi kamu untuk mengontrol kadar lemak dalam darah agar dalam kondisi stabil atau normal.

Inilah Penyebab Dislipidemia

Kondisi dislipidemia berisiko untuk meningkatkan gangguan lain dalam kesehatan seperti penyakit jantung maupun stroke. Ketahui faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi dislipidemia agar pencegahan dapat dilakukan, yaitu:

  1. Jarang berolahraga;

  2. Sering konsumsi alkohol;

  3. Kebiasaan merokok;

  4. Pola makan yang kurang sehat dengan sering konsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh;

  5. Kondisi obesitas;

  6. Adanya gangguan kesehatan seperti penyakit hati dan penyakit ginjal;

  7. Konsumsi obat penurun tekanan darah;

  8. Faktor usia.

Dislipidemia juga disebabkan karena faktor yang tidak dapat dicegah seperti adanya faktor genetik atau keturunan. Seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit dislipidemia lebih rentan mengalami kondisi ini. Dislipidemia ini dikenal sebagai dislipidemia primer. Sedangkan, dislipidemia yang disebabkan gaya hidup maupun kebiasaan buruk dikenal dengan dislipidemia sekunder. Tentu dislipidemia sekunder dapat dihindari dengan melakukan beberapa pencegahan.

Pencegahan Dislipidemia

Tentu pencegahan dislipidemia sekunder dilakukan dengan menghindari kebiasaan buruk seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Selain menyebabkan dislipidemia, kebiasaan merokok mendatangkan dampak buruk pada kesehatan, seperti kanker paru dan kanker mulut.

Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kondisi dislipidemia, lakukan gaya hidup yang sehat untuk menghindari beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko dislipidemia. Kamu bisa mulai dengan menjaga pola makan. Menghindari makanan yang tinggi lemak bisa menjadi salah satu pilihan. Mulailah konsumsi sayuran dan buah yang dapat membantu untuk mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Baca juga: Olahraga Rutin Dapat Mencegah Dislipidemia

Tidak hanya itu, rutin berolahraga menghindari kamu dari kondisi obesitas. Olahraga membantu kamu untuk menjaga berat badan menjadi stabil atau proporsional. Tidak hanya menghindari kamu dari dislipidemia, olahraga dapat melancarkan aliran darah sehingga komplikasi penyakit dislipidemia seperti penyakit jantung dan stroke.

Gejala Dislipidemia

Pada beberapa kondisi, dislipidemia baru diketahui ketika pengidap sedang melakukan tes darah untuk pemeriksaan kesehatan yang lain. Hal ini dikarenakan gejala yang muncul pada pengidap dislipidemia terkadang tidak terlihat jelas. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui gejala apa saja yang mungkin muncul akibat adanya dislipidemia, seperti:

  1. Pusing yang sering disertai dengan mual dan muntah;

  2. Nyeri dada dan sesak napas menjadi gejala yang sering muncul dari dislipidemia;

  3. Jantung berdebar kencang;

  4. Keringat dingin;

  5. Mengalami masalah pencernaan;

  6. Sering mengalami lelah meskipun cukup istirahat;

  7. Nyeri pada bagian kaki khususnya ketika pengidap berjalan;

  8. Pembengkakan pada bagian kaki khususnya di bagian pergelangan kaki.

Baca juga: Bisa Memicu Stroke, Inilah Fakta Dislipidemia

Penyakit dislipidemia dapat dipastikan dengan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter. Kamu bisa pilih rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan seperti tes darah. Nyatanya tes darah dapat memastikan penyakit dislipidemia dalam kesehatan kamu.