Ikuti 8 Tips Ini untuk Mencegah Bruxism

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ikuti 8 Tips Ini untuk Mencegah Bruxism

Halodoc, Jakarta - Kebiasaan menggemeretak gigi banyak dialami, bahkan kebiasaan ini bisa dilakukan setiap waktu. Secara medis, menggeretakkan gigi ini disebut bruxism. Kondisi ini tidak menyebabkan kerusakan pada gigi, hanya saja saja menggertakkan gigi terjadi secara teratur atau sering, dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan komplikasi lainnya.

Umumnya bruxism ini terjadi disebabkan oleh stres dan kecemasan, hal ini sering terjadi selama tidur dan disebabkan adanya gigitan yang tidak normal atau gigi yang hilang atau bengkok. Selain itu, kondisi bruxism ini juga dapat disebabkan oleh gangguan tidur seperti sleep apnea

Cegah Bruxism dengan Hindari Stres

Saat kamu memeriksakan gigi kamu pada dokter, maka biasanya kamu akan diberikan pelindung gigi supaya tidak menggeretakkannya saat tidur. Apabila stres yang menjadi penyebab bruxism, cobalah tanyakan pada dokter atau dokter gigi mengenai pilihan untuk mengurangi stres. Kamu juga bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai cara menghindari bruxism. Coba pula untuk menghadiri konseling stres, memulai program olahraga, mengunjungi ahli terapi fisik, atau mendapatkan resep untuk pelega otot. 

Baca juga: Ini 2 Faktor Risiko Psikologi Bruxism pada Dewasa

Tips lainnya yang bisa kamu lakukan untuk membantu kamu menghindari bruxism adalah:

  1. Hindari atau kurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti minuman bersoda, coklat, dan kopi.
  2. Hindari konsumsi alkohol. Bruxism cenderung meningkat setelah mengonsumsi alkohol.
  3. Hindari kebiasaan menggigit pensil atau pulpen atau apapun yang bukan makanan. 
  4. Hindari mengunyah permen karet karena hal ini memungkinkan otot rahang kamu lebih terbiasa mengepalkan dan membuat kamu lebih mungkin mengalami bruxism. 
  5. Cobalah melatih diri untuk tidak menggeretakkan gigi. Jika kamu memperhatikan bahwa kamu menggertakkan gigi pada siang hari, posisikan ujung lidah kamu di antara gigi kamu. Latihan ini dapat melatih otot rahang kamu menjadi lebih rileks. 
  6. Relaksasikan otot rahang kamu pada malam hari dengan memegang waslap hangat di pipi kamu atau di depan daun telinga.
  7. Ubah kebiasaan atau perilaku. Setelah kamu mengetahui bahwa kamu mengalami bruxism, kamu sebaiknya mengubah perilaku dengan mempraktikkan posisi mulut dan rahang yang tepat. Coba tanyakan pada dokter untuk menunjukkan posisi terbaik dan tepat untuk mulut dan rahang kamu. 
  8. Lakukan biofeedback. Jika mengubah kebiasaan terasa sulit, kamu sebaiknya menjalani metode biofeedback. Metode ini menggunakan prosedur pemantauan dan peralatan untuk mengajarkan kamu untuk mengontrol aktivitas otot di rahang kamu. 

Pengobatan untuk Atasi Bruxism

Sebenarnya pengobatan dengan obat-obatan tidak begitu efektif dalam mengobati bruxism, karena masih memerlukan banyak penelitian untuk menentukan efektivitasnya. Beberapa contoh obat yang bisa digunakan untuk mengobati bruxism termasuk:

  • Relaksan otot. Dalam beberapa kasus, dokter kamu mungkin menyarankan untuk menggunakan pelemas otot sebelum tidur dalam waktu yang singkat. 
  • Suntikan botox merupakan suatu bentuk toksin botulinum yang dapat membantu beberapa orang dengan bruxism parah yang tidak merespons perawatan lain. 
  • Obat gelisah atau penangkal stres. Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan jangka pendek obat antidepresan atau obat anti-kecemasan untuk membantu kamu mengatasi stres atau masalah emosional lainnya yang mungkin menyebabkan bruxism. 

Baca juga: Tips Menghilangkan Stres Dalam Waktu Singkat

Jika masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, kamu bisa menanyakannya pada dokter di Halodoc. Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa berkomunikasi dengan dokter kapan dan di mana saja. Dengan aplikasi ini juga, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan. Gampang kan? Ayo, download aplikasinya sekarang juga!


Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Dental Health and Teeth Grinding (Bruxism).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Bruxism (Teeth Grinding).