Ini 2 Faktor Risiko Psikologis Bruxism pada Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini 2 Faktor Risiko Psikologis Bruxism pada Dewasa

Halodoc, Jakarta - Tidur yang berkualitas adalah tidur yang nyenyak dan waktunya cukup untuk menyimpan energi untuk aktivitas keesokan harinya. Walau begitu, kamu mungkin mengalami gangguan ketika tidur. Salah satu gangguan yang terjadi ketika kamu tidur adalah bruxism. Hal ini tidak menyebabkan gangguan pada kamu, tetapi pada orang lain.

Gangguan bruxism yang terjadi mungkin terjadi secara tidak sadar. Hal ini membuat kamu menggemeretakkan gigi saat tidur sehingga membuat suara yang tidak nyaman bagi orang di sekitar kamu. Ternyata, gangguan ini bisa berhubungan dengan faktor psikologis.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Bruxism pada Anak

Faktor Psikologis Penyebab Bruxism pada Orang Dewasa

Bruxism adalah gangguan yang menyebabkan seseorang menggiling giginya saat tidur. Kamu menggemeretakkan gigi saat tertidur pulas. Kamu tidak sadar saat mengalami hal ini, namun orang lain yang tidur di sekitar kamu yang akan mengatakan hal tersebut.

Disebutkan apabila sekitar 8% orang dewasa akan mengalami gangguan bruxism. Bruxism yang terjadi hanya sesekali mungkin tidak menimbulkan bahaya. Namun, jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang, maka kerusakan gigi tingkat sedang hingga berat, sakit wajah, hingga tidur yang terganggu mungkin saja terjadi.

Terdapat banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami bruxism. Kamu mungkin mengalami bruxism disebabkan oleh konsumsi alkohol, merokok, konsumsi kafein, hingga kelelahan. Ternyata, gangguan ini juga disebabkan oleh faktor psikologi. Berikut adalah beberapa faktor psikologis penyebab bruxism, yaitu:

  1. Rasa Cemas

Salah satu penyebab bruxism yang berhubungan dengan faktor psikologi adalah perasaan cemas. Hal ini disebabkan oleh faktor emosi yang tidak menyenangkan dengan gejala, seperti rasa khawatir, tegang, dan takut. Rasa cemas dipicu oleh keadaan emosional pada tubuh yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari kamu.

Hubungan rasa cemas dengan bruxism sangat erat dan dapat membuat kamu mengalami bruxism dalam waktu yang lama jika hal tersebut tidak diatasi. Ketika terjadi, kamu mengalami ketegangan otot sehingga rahang kamu menyebabkan gigi saling beradu.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait faktor psikologis yang menyebabkan terjadinya bruxism, dokter dari Halodoc dapat membantu. Kamu hanya perlu untuk download aplikasi Halodoc di smartphone kamu. Mudah bukan?

Baca juga: Berbahayakah Kebiasaan Bruxism saat Tidur?

  1. Stres

Penyebab bruxism lainnya yang berhubungan dengan faktor psikologis adalah timbulnya rasa stres. Gangguan stres ini berkembang menjadi depresi dan kecemasan. Stres dikenal sebagai faktor pemicu pada gangguan fisik, gangguan psikologis, dan gangguan tidur. Maka dari itu, seseorang yang mengalami perasaan stres berlebih mengalami bruxism.

Pengobatan Terhadap Bruxism

Orang dewasa yang mengalami gangguan ini sebenarnya tidak menyebabkan kelainan dan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika seseorang mengalami gangguan yang parah, kamu akan direkomendasikan untuk melakukan terapi dan minum obat. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah dan mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan pada rahang. Berikut ini pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Menggunakan Pelindung Mulut

Kamu dapat menggunakan pelindung mulut ketika tidur untuk menjaga gesekan antar gigi saat kelainan terjadi. Benda ini terbuat dari bahan akrilik yang keras atau lunak tergantung kebutuhan.

Baca juga: Ini Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Bruxism

  1. Perawatan Gigi

Pada kasus yang parah, jika gigi kamu mengalami aus sehingga mengalami sensitivitas atau tidak mampu mengunyah dengan benar, dokter melakukan perawatan gigi. Hal ini dilakukan untuk membentuk kembali permukaan gigi agar dapat digunakan seperti saat normal.

Pada kebanyakan kasus, bruxism tidak memerlukan perawatan. Namun, apabila gangguan ini sudah terjadi dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Research Gate.Diakses pada 2019.Psychosocial Factors and Bruxism-A Review
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Bruxism (teeth grinding)