Ikuti Pola Makan Sehat Anak agar Terhindar dari Limfadenopati

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ikuti Pola Makan Sehat Anak agar Terhindar dari Limfadenopati

Halodoc, Jakarta - Anak-anak dapat mengalami kelenjar getah bening yang membesar secara abnormal atau mengalami pembengkakan kelenjar. Kondisi tersebut dikenal dengan sebutan limfadenopati. Hal tersebut dapat terjadi karena banyak hal. Sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan untuk membunuh virus atau bakteri tersebut. Pembengkakan kelenjar getah bening tersebutlah yang disebut sebagai limfadenopati.

Apabila ketika dilakukan pemeriksaan terhadap kelenjar bening, ibu dapat merasakan kelenjar getah bening pada tubuh anak, belum tentu juga hal tersebut berarti anak ibu mengidap limfadenopati. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik tubuh yang terdiri dari cairan getah bening, pembuluh getah bening, amandel, timus, dan limpa. Terdapat lebih dari 600 kelenjar getah bening di dalam tubuh manusia dan umumnya terletak di dekat permukaan kulit.

Cairan getah bening dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi. Ketika cairan tersebut melewati pembuluh getah bening, maka penyaringan akan dilakukan oleh kelenjar getah bening. Apapun yang terbilang dapat mengancam tubuh, seperti infeksi atau sel kanker, akan terperangkap dan dinetralisasi. Kelenjar getah bening juga merespons alergi yang terjadi pada kulit.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Perlu Tahu 4 Gejala Limfadenopati

Pola Makan Sehat bagi Anak untuk Cegah Limfadenopati

Sistem limfatik pada tubuh sangat bergantung pada kontraksi otot dan persendian untuk beroperasi. Apabila bekerja terlalu berat, bagian tersebut mungkin akan mengalami sumbatan, sehingga berkurangnya imunitas, retensi cairan, nyeri, dan timbunan lemak. Gejala dari gangguan sistem limfatik adalah eksim, radang sendi, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar yang dapat berkembang menjadi limfadenopati.

Hal yang perlu dilakukan untuk menjaga sistem limfatik adalah dengan melakukan diet yang dapat membersihkan salah satu sistem pada tubuh tersebut. Hal ini tidak dapat menjamin membersihkan penyakit, tetapi dapat membantu untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan membuat tubuh terasa lebih sehat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk cegah limfadenopati adalah:

  1. Detoksifikasi Lingkungan Sekitar

Salah satu cara untuk mencegah limfadenopati pada anak adalah dengan detoksifikasi lingkungan sekitar. Hal tersebut dilakukan karena jika limfadenopati terjadi, terjadilah jaringan yang dapat mengganggu aliran limfatik. Stres oksidatif dapat merusak pembuluh getah bening dan merusak kemampuan organ tersebut. Maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan asupan makanan yang mengandung antioksidan dan antiinflamasi untuk mencegah kerusakan.

Baca Juga: Limfadenopati, Apakah Penyakit yang Bisa Menular?

  1. Banyak Mengonsumsi Air Putih

Cairan getah bening terdiri dari 95 persen air dan akan menjadi lebih pekat atau lebih sedikit cairan apabila anak ibu mengalami dehidrasi. Selain itu, salah satu penyebab tersumbatnya getah bening adalah dehidrasi. Untuk pembersihan limfatik yang efektif, jagalah tubuh tetap terhidrasi dengan cara meminum air hangat setiap hari. Dengan begitu, getah bening akan tetap bekerja dengan baik.

  1. Mengonsumsi Makanan yang Berwarna Merah

Pencernaan yang lancar juga dapat berdampak baik untuk sistem limfatik. Salah satu cara untuk melancarkan pencernaan adalah dengan mengonsumsi makanan dengan warna merah alami seperti buah beri, delima, ceri, dan buah bit. Membiasakan mengonsumsi makanan tersebut dapat menjaga fungsi kelenjar getah bening tetap sehat. Selain itu, kandungan dari buah-buahan dan sayuran dapat membantu untuk memecah penumpukan racun dan radikal bebas, serta dapat menjaga sistem limfatik tetap sehat.

Baca Juga: 8 Gejala Umum yang Terjadi saat Terkena Limfadenopati

Itulah cara cegah limfadenopati yang dapat ibu lakukan. Jika ibu mempunyai pertanyaan lebih lanjut perihal gangguan pada sistem limfatik, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play.