03 May 2019

Infeksi Jamur di Mulut, Ini Faktor Risiko Candidiasis Oral

Infeksi Jamur di Mulut, Ini Faktor Risiko Candidiasis Oral

Halodoc, Jakarta – Candidiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida sp. Jamur ini bisa menyerang area kulit, genital, aliran darah, serta mulut dan kerongkongan. Khusus pada infeksi jamur Candida di dalam mulut, disebut dengan  (oral thrush). Agar kamu lebih waspada, ketahui fakta lengkap candidiasis oral di sini.

Baca Juga: 10 Dampak Negatif Obesitas yang Harus Kamu Ketahui

Gejala Candidiasis Oral (Oral Thrush)

Candidiasis oral jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, sampai jamur berkembang biak di dalam mulut. Gejalanya juga berbeda-beda pada tiap orang, berikut penjelasan gejala candidiasis oral pada anak-anak dan orang dewasa:

  • Gejala candidiasis oral pada anak-anak: Mudah rewel akibat rasa tidak nyaman di dalam mulut. Infeksi jamur juga membuat Si Kecil malas makan atau kesulitan menyusui. Jika jamur menginfeksi puting susu, biasanya muncul rasa gatal di area puting payudara, kulit di sekitar puting mengelupas, dan puting terasa sakit seperti ditusuk-tusuk benda tajam saat menyusui.

  • Gejala candidiasis oral pada orang dewasa: Muncul benjolan berwarna putih di lidah, pipi bagian dalam, atau pada gusi yang terinfeksi jamur. Ketika tergores makanan atau sikat gigi, benjolan bisa berdarah. Rasa sakit yang muncul membuat pengidapnya sulit menelan dan berbicara. Pada sebagian kasus, infeksi jamur menimbulkan luka pada sudut bibir.

Baca Juga: Bisa Menyerang Mulut, Inilah Fakta Candidiasis Oral

Penyebab Candidiasis Oral (Oral Thrush)

Mulut menjadi tempat "ideal" bagi bakteri dan jamur berkembang biak. Selama jumlahnya sedikit, infeksi bakteri atau jamur tidak akan menyebabkan infeksi. Kondisi menjadi berbahaya jika bakteri atau jamur berkembang biak di dalam mulut hingga menimbulkan gejala. Pada candidiasis oral, infeksi disebabkan oleh jamur Candida albicans, Candida glabrata, dan Candida tropicalis. Infeksi jamur rentan terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, sedang konsumsi obat golongan steroid, serta kekurangan vitamin B12 dan zat besi.

Pada orang dewasa, infeksi jamur Candida meningkat pada orang yang sering merokok, kurang menjaga kebersihan mulut dan gigi, menggunakan gigi palsu (tidak dipasang dengan tepat), mulut kering, menjalani kemoterapi atau radioterapi, serta sedang konsumsi obat antibiotik atau golongan kortikosteroid. Candidiasis oral pada bayi bisa menular ke ibunya saat menyusui. Jamur berpindah dari mulut ke puting susu, sehingga penularan terus berulang jika tidak segera mendapat pengobatan.

Pengobatan Candidiasis Oral (Oral Thrush)

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik untuk melihat adanya luka putih pada mulut, lidah, dan pipi. Pemeriksaan mikroskopik dari jaringan luka diperlukan untuk memastikan diagnosis. Tes penunjang lainnya berupa kultur tenggorokan, endoskopi, dan X-ray. Candidiasis oral diatasi dengan konsumsi obat anti jamur. Efek samping konsumsi obat antara lain mual, muntah, perut kembung, nyeri perut, dan diare.

Jika konsumsi antibiotik atau kortikosteroid diduga menjadi penyebab candidiasis oral, dokter dapat mengubah dosis obat. Selain itu, pengidap dianjurkan menjaga kebersihan gigi dan mulut (misalnya, sikat gigi dua kali sehari), rutin periksa gigi (setidaknya enam bulan sekali), batasi konsumsi gula harian (sebaiknya tidak lebih dari 50 gram per hari atau setara 4-5 sendok makan), dan berhenti merokok.

Baca Juga: Awas, 15 Hal Ini Tingkatkan Risiko Candidiasis Kulit

Itulah faktor risiko candidiasis oral yang perlu diketahui. Kalau kamu punya keluhan pada gigi dan mulut, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!