13 March 2019

Infeksi Streptococcus Dapat Sebabkan Penyakit Meningitis

Infeksi Streptococcus Dapat Sebabkan Penyakit Meningitis

Halodoc, Jakarta –  Bakteri yang memasuki aliran darah dan melakukan perjalanan ke otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan meningitis bakteri akut. Tapi, itu juga bisa terjadi ketika bakteri langsung menyerang meninges. Ini mungkin disebabkan oleh infeksi telinga atau sinus, fraktur tengkorak, atau setelah beberapa operasi.

Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) adalah salah satu infeksi bakteri penyebab paling umum meningitis bakteri pada bayi, anak kecil, dan orang dewasa di Amerika Serikat. Ini lebih sering menyebabkan infeksi pneumonia atau telinga atau sinus. Vaksin dapat membantu mencegah infeksi ini.

Selain Streptococcus, beberapa bakteri lain adalah Neisseria meningitidis (meningococcus). Bakteri ini merupakan penyebab utama meningitis bakteri. Bakteri ini umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, namun dapat menyebabkan meningitis meningokokus ketika mereka memasuki aliran darah.

Baca juga: Meningitis Bisa Berakibat Fatal Ketahui Cara Mencegahnya

Ini adalah infeksi yang sangat menular yang menyerang remaja dan dewasa muda. Sehingga, dapat menyebabkan epidemi lokal di asrama perguruan tinggi, sekolah asrama, dan pangkalan militer. Vaksin dapat membantu mencegah infeksinya.

Bakteri Haemophilus influenzae type b (Hib) pernah menjadi penyebab utama meningitis bakteri ke anak-anak. Tapi, vaksin Hib baru telah sangat mengurangi jumlah kasus meningitis jenis ini. Listeria monocytogenes (listeria), bakteri yang dapat ditemukan dalam keju yang tidak dipasteurisasi, hot dog, dan makan siang juga menjadi penyebab penyakit meningitis.

Ibu hamil, bayi baru lahir, orang dewasa yang lebih tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah adalah yang paling rentan. Listeria dapat melewati penghalang plasenta dan infeksi pada akhir kehamilan dapat berakibat fatal bagi bayi.

Bakteri yang menyebabkan meningitis dapat hidup di tubuh dan lingkungan di sekitar. Dalam banyak kasus, mereka tidak berbahaya. Meningitis bakteri terjadi ketika bakteri ini masuk ke aliran darah dan pergi ke otak dan sumsum tulang belakang untuk memulai infeksi.

Baca juga: Apakah Meningitis Dapat Menular?

Sebagian besar bakteri yang menyebabkan bentuk infeksi ini menyebar melalui kontak pribadi yang dekat, seperti:

  1. Batuk

  2. Bersin

  3. Ciuman

  4. Sekresi tenggorokan orang yang terinfeksi, seperti dahak dan air liur yang mengandung bakteri. Ketika orang itu batuk atau bersin, maka bakteri itu terbang di udara. Tapi, sebagian besar kuman yang dapat menyebabkan meningitis bakteri tidak menular. Faktanya, bakteri yang menyebabkan meningitis kurang menular dibandingkan virus yang menyebabkan pilek atau flu.

Meningitis adalah peradangan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Pembengkakan akibat meningitis biasanya memicu gejala-gejala, seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku.

Sebagian besar kasus meningitis di Amerika Serikat disebabkan oleh infeksi virus, namun infeksi bakteri, parasit, dan jamur adalah penyebab lainnya. Beberapa kasus meningitis membaik tanpa pengobatan dalam beberapa minggu. Yang lain dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan antibiotik darurat.

Baca juga: Virus di Selaput Otak Bisa Sebabkan Meningitis

Gejala meningitis dini dapat menyerupai flu (influenza). Gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari. Tanda-tanda dan gejala yang mungkin pada orang yang lebih tua dari usia 2 tahun, meliputi:

  1. Tiba-tiba demam tinggi

  2. Leher kaku

  3. Sakit kepala parah yang tampaknya berbeda dari biasanya

  4. Sakit kepala karena mual atau muntah

  5. Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi

  6. Kejang

  7. Kantuk atau sulit bangun

  8. Sensitivitas terhadap cahaya

  9. Tidak ada nafsu makan atau haus

  10. Ruam kulit (kadang-kadang, seperti pada meningitis meningokokus)

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab meningitis yang diakibatkan bakteri, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.