Infeksi Virus vs Infeksi Bakteri, Lebih Berbahaya Mana?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
infeksi-virus-vs-infeksi-bakteri-lebih-berbahaya-mana-halodoc

Halodoc, Jakarta – Dua jenis mikroba yang paling sering menyebabkan infeksi adalah virus dan bakteri. Karena menimbulkan gejala yang mirip, infeksi virus dan bakteri seringkali sulit dibedakan. Meski demikian, kedua jenis infeksi ini pada dasarnya sangat berbeda. 

Itulah sebabnya, infeksi bakteri memerlukan pengobatan yang berbeda pula dari infeksi virus. Namun, manakah yang lebih berbahaya, infeksi virus atau infeksi bakteri? Temukan jawabannya di sini.

1. Infeksi Virus

Virus adalah mikroba yang berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. Mereka hidup dan berkembang biak dengan cara menempel pada sel atau jaringan hidup. Itulah mengapa mikroorganisme ini bisa dikatakan bersifat parasit, karena tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari inangnya.

Jadi, ketika virus masuk ke dalam tubuh, mereka akan menyerang sel-sel di dalam tubuh inangnya, menguasai sel-sel tersebut dan terus berkembang biak di dalam sel. Virus juga cenderung merusak, membunuh, dan mengubah sel dalam tubuh, misalnya di dalam hati, darah, atau saluran pernapasan. 

Virus juga sering menjadi pemicu terjadinya suatu penyakit. Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus, antara lain flu, herpes, dan cacar air, sampai penyakit yang lebih serius, seperti hepatitis B dan C, HIV/AIDS dan Ebola.

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi infeksi virus adalah dengan memberikan obat antivirus. Namun, beberapa penyakit akibat infeksi virus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga pengobatan hanya bertujuan untuk meringankan gejalanya saja. Perlu diketahui juga bahwa obat antibiotik tidak bisa membunuh virus di dalam tubuh.

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu oleh Virus

2. Infeksi Bakteri

Sementara bakteri adalah mikroorganisme yang bisa hidup di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia. Bakteri jahat yang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit pada tubuh manusia disebut juga bakteri patogen. Sejumlah penyakit yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri patogen, antara lain tuberkulosis, radang tenggorokan, atau infeksi saluran kemih.

Namun, tidak semua bakteri itu jahat dan berbahaya, karena ada beberapa jenis bakteri yang secara alami hidup di dalam tubuh manusia dan berperan untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri patogen. Jenis bakteri ini disebut flora normal. 

Pengobatan untuk infeksi bakteri berbeda dengan pengobatan untuk infeksi virus. Untuk mengobati infeksi bakteri, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik. Namun, obat tersebut tidak tepat untuk infeksi virus. Antibiotik bermanfaat untuk menghambat proses perkembangan dan metabolisme bakteri di dalam tubuh manusia.

Meski begitu, penggunaan antibiotik tidak selalu efektif untuk membunuh bakteri, karena bakteri dapat beradaptasi dengan sangat cepat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru akan membuat bakteri menjadi kebal atau resisten terhadap antibiotik tersebut. Akibatnya, obat antibiotik jadi tidak mempan untuk membunuh bakteri. Itulah sebabnya penggunaan antibiotik sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Penyakit yang Memerlukan Antibiotik

Manakah yang Lebih Berbahaya?

Sampai saat ini, sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satu dari infeksi virus dan bakteri lebih berbahaya bagi kesehatan. Keduanya bisa menjadi sangat berbahaya, tergantung pada jenis dan seberapa banyak jumlahnya di dalam tubuh.

Akan tetapi, bila dilihat dari sifat dan tingkat keparahan dampak yang ditimbulkannya, virus cenderung lebih susah untuk disembuhkan atau membutuhkan waktu yang lama. Ukuran virus bisa mencapai 10 hingga 100 kali lebih kecil daripada bakteri. 

Hal ini membuat virus bisa memasukkan DNA yang dimilikinya ke dalam sel tubuh atau mengambil alih sel-sel tubuh. Ketika sel-sel tersebut membelah diri, maka ‘lahirlah’ sel yang sudah terinfeksi virus. Inilah yang membuat infeksi virus lebih susah untuk disembuhkan.

Selain itu, virus juga bisa mengambil alih sel yang sedang berkembang. Dengan kata lain, ia bisa menginfeksi bakteri di mana kondisi ini disebut juga dengan Bacteriophages. Karena itu, infeksi virus cenderung lebih berbahaya daripada bakteri. 

Namun, hal ini bukan berarti infeksi bakteri tidak berbahaya. Sebab, bakteri juga bisa menjadi “bandel” dan sulit untuk diatasi bila sudah kebal dengan antibiotik. 

Baca juga: Antibiotik yang Tidak Dihabiskan Picu Resistensi Penyakit

Jadi, jangan menyepelekan baik infeksi bakteri maupun infeksi virus. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu juga bisa membeli obat-obatan yang kamu butuhkan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Buy medicines dan pesananmu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.