Ingin Diet Keto? Ketahui 5 Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ingin Diet Keto? Ketahui 5 Efek Sampingnya

Halodoc, Jakarta - Adanya beragam jenis diet, seringkali membuat kita bingung. Apalagi bila diet-diet tersebut mengklaim “efektif menurunkan berat badan”, makin galau saja untuk menentukan pilihan.

Nah, dari banyaknya jenis diet, diet keto merupakan salah satu diet yang cukup populer. Diet keto merupakan diet tinggi lebih, memperbanyak asupan protein, dan rendah karbohidrat. Singkat kata, tubuh akan mendapatkan lebih banyak kalori dari protein dan lemak ketimbang karbohidrat.

Hal yang perlu digarisbawahi, terlepas dari diet apapun, termasuk diet keto, cobalah pastikan kalau diet tersebut aman untuk kita jalani. Sederhananya, sesuai dengan kondisi tubuh. 

Lantas, apa sih efek samping diet keto bagi tubuh? 

Baca juga: Ingin Langsing Coba Panduan Makan Ala Diet Keto

1. Memicu Gangguan Pencernaan

Perubahan pola makan terkadang bisa memicu gangguan pencernaan bagi sebagian orang. Bagaimana dengan diet keto? Sembelit merupakan efek samping diet keto atau gangguan pencernaan yang paling sering timbul. Hal ini disebabkan oleh kurangnya serat dan air putih. Sebagiannya lagi mungkin saja mengalami diare meski terbilang jarang. 

2. Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Ingat, diet keto menerapkan pola makan tinggi protein. Nah, kondisi inilah yang bisa memunculkan masalah baru. Diet tinggi protein bisa membuat jumlah kalsium yang terbuang pada saat buang air kecil menjadi lebih banyak. Mau tahu akibatnya?

Ujung-ujungnya kondisi ini bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Meski begitu, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 

3. Menyebabkan Bau Mulut

Loh, apa hubungannya diet keto dengan mau mulut? Nah, ternyata efek samping diet keto berupa bau mulut, merupakan keluhan yang cukup umum. Kondisi ini gegara aseton, zat serupa keto, produk sampingan dari metabolisme lemak. Aroma aseton (seperti cairan pembersih kutek) bisa tercium di hari-hari awal menjalani diet keto. 

4. Menimbulkan Gejala Seperti Flu

Orang yang baru menjalani diet keto bisa saja mengalami gejala menyerupai flu. Mulai dari sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot. Tak cuma itu saja, mereka yang menjalani diet keto juga bisa saja mengalami lemas, mual, sulit tidur, dan kurang konsentrasi. 

Selain gejala seperti flu, dalam beberapa kasus diet keto juga bisa menyebabkan meningkatkan denyut jantung. Kondisi ini disebabkan oleh dehidrasi dan asupan garam yang rendah.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Diet Keto

5. Memperburuk Penyakit Ginjal

Efek samping diet keto lainnya bisa memperparah kondisi seseorang yang mengidap penyakit ginjal. Alasannya simpel, diet keto yang tinggi protein ini bisa memperberat kerja ginjal, sehingga ujung-ujungnya bisa memperparah kondisi sakit ginjal. Tak cuma itu saja, diet tinggi protein juga bisa membuat batu ginjal semakin memburuk. 

Nah, agar diet keto berlangsung dengan aman, cobalah berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi. Tujuannya jelas, agar diet keto berjalan dengan aman dan efektif.  Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Di samping itu, penelitian mengenai diet keto pun masih belum banyak. Faktanya, diet keto ini dibuat untuk mengobati epilepsi. Selain itu, karena kebutuhan gizi seseorang tidaklah sama, para ahli yang kontra dengan diet ini merekomendasikan untuk mengadopsi makanan bergizi seimbang. 

Mau tahu lebih jauh mengenai diet keto? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). The Keto Diet Is Gaining Popularity, but Is It Safe?
Healthline (Diakses pada 2019). Is Ketosis Safe and Does It Have Side Effects?
WebMD (Diakses pada 2019). What Is Ketosis?