23 November 2018

Ini 3 Faktor Risiko Terkena Tumor Otak yang Sering Diabaikan

ini 3 faktor risiko terkena tumor otak yang sering diabaikan

Halodoc, Jakarta – Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam atau di sekitar organ otak secara tidak wajar dan tidak terkendali. Penyakit ini bisa terjadi ke siapa saja, tapi kebanyakan orang yang mengalaminya adalah orang dewasa. Meski sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab tumor otak, tapi beberapa peneliti menduga ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini.

Mengenal Tumor Otak

Perlu diketahui bahwa tumor di otak tidak selalu menyebabkan kanker. Berdasarkan perkembangannya, tumor otak dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tumor jinak (tidak bersifat kanker) dan tumor ganas (bersifat kanker). Tingkatan keparahan tumor otak pun terbagi dari tingkat 1 sampai tingkat 4. Pembagian kelompok tersebut ditentukan berdasarkan perilaku tumor itu sendiri, seperti lokasi tumbuhnya tumor, kecepatan pertumbuhan tumor, dan cara penyebarannya. Bila berada pada tingkat 1 dan 2, tumor otak dapat dikatakan masih tergolong jinak dan tidak berpotensi untuk berkembang menjadi ganas. Namun bila sudah mencapai tingkat 3 dan 4, tumor otak berpotensi menjadi kanker dan sering disebut juga dengan istilah tumor otak ganas atau kanker otak.

Faktor Risiko Tumor Otak

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penyebab utama tumor otak sampai saat ini masih belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami terkena tumor otak. Faktor-faktor tersebut, antara lain:

  • Faktor Keturunan

Memiliki anggota keluarga yang mengidap tumor otak bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami penyakit ini. Hal ini karena mutasi gen diduga bisa diturunkan dari orangtua, kakek, nenek, ataupun generasi sebelumnya.

  • Usia

Orang yang sudah tua juga berisiko lebih tinggi terkena tumor otak. Meski tumor otak bisa terjadi pada orang dengan usia berapa saja, tapi orang dewasa yang lebih tua biasanya lebih sering didiagnosis dengan tumor otak.

  • Terkena Paparan Radiasi

Bila kamu pernah menjalani terapi radiasi yang biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker, maka berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Paparan radiasi dari bom atom juga memicu pertumbuhan sel abnormal dalam otak.

Pengobatan Tumor Otak

Itulah mengapa bagi kamu yang memiliki faktor-faktor risiko tumor otak dan sudah mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai gejala tumor otak, kamu disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang pasti. Tumor otak yang terdeteksi sejak dini akan mempermudah penanganan dan meningkatkan harapan pengidap untuk sembuh. Sebaliknya, bila tumor otak tidak segera ditangani, maka penyakit ini bisa berkembang menjadi semakin parah.

Tumor otak biasanya memang tidak menyebar dan hanya diam di satu tempat saja. Namun, tumor di dalam otak bisa bertumbuh semakin besar dan menekan serta merusak area di sekitarnya.

Pengobatan tumor otak untuk tiap pengidap bisa berbeda-beda karena tergantung dari jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Tindakan pengobatan tumor otak yang dinilai paling efektif dan bisa mencegah tumor muncul kembali adalah dengan operasi pengangkatan tumor. Namun, hal ini tidak berlaku pada pengidap tumor otak glioma stadium dua. Setelah menjalani operasi, seringkali tumor masih bisa muncul kembali dan bahkan berpotensi berubah menjadi tumor otak ganas dengan penyebaran dan pertumbuhan yang lebih cepat.

Untuk membantu proses pemulihan pengidap tumor otak pasca operasi, dokter akan menyarankan beberapa jenis terapi. Terapi yang bisa dilakukan antara lain kemoterapi, terapi radiasi, terapi pisau gamma, dan juga pemberian obat-obatan (seperti kortikosteroid, pereda nyeri, anti-mual dan anti-kejang).

Nah, itulah tiga faktor penyebab tumor otak yang perlu kamu waspadai. Kalau kamu masih ingin tahu lebih banyak seputar tumor otak, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Hubungi dokter  melalui Video/Voice Call dan Chat untuk mendiskusikan masalah kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: