05 June 2018

Ini 5 Penyebab Fobia Bisa Muncul

Ini 5 Penyebab Fobia Bisa Muncul

Halodoc, Jakarta – Fobia adalah ketakutan irasional terhadap sesuatu. Misalnya terhadap binatang, buah, sayur, situasi, hingga objek tertentu. Rasa takut ini bukan hanya membuat pengidapnya menghindari objek tertentu, melainkan juga bisa membuatnya mengalami gejala fisik saat menghadapi objek yang ditakuti. Gejala fisik yang mungkin ditunjukkan orang yang mengalami fobia adalah keringat dingin, sesak napas, pucat, cemas, hingga kehilangan kesadaran (pingsan). (Baca juga: 4 Trik Ini untuk Mengenali & Atasi Fobia)

Penyebab Fobia

Kebanyakan orang mungkin bisa mengatasi rasa takut yang dialaminya. Namun, pada sebagian lainnya, rasa takut akan menimbulkan gejala fisik dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Itulah sebabnya, kamu perlu waspada jika memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap objek tertentu. Berikut adalah beberapa hal yang diduga menjadi penyebab fobia: (Baca juga: Waspada Bahaya Nomophobia Mengintai Anak)

1. Riwayat Keluarga

Menurut Webmd, faktor terbesar munculnya fobia adalah riwayat keluarga. Ini karena seseorang yang memiliki riwayat keluarga cenderung lebih berisiko untuk memiliki fobia jika dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga pengidap fobia. Dalam beberapa kasus, fobia juga bisa terjadi pada anak yang dibesarkan oleh orangtua pengidap gangguan kecemasan.

(Baca juga: Kecemasan Anak Diwarisi Orang Tua, Kok Bisa?)

2. Lingkungan

Lingkungan tertentu bisa menjadi penyebab fobia muncul pada diri seseorang. Misalnya, seseorang yang berada di lingkungan berkonflik cenderung berisiko memiliki fobia pada suara keras, suara tembakan, ledakan, dan lain-lain.

3. Psikososial

Fobia juga bisa disebabkan oleh ancaman atau rangsangan alami yang menakutkan. Misalnya kebiasaan orangtua yang menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang tidak masuk akal, seperti “awas ada kucing, nanti digigit lho”, dan perkataan negatif lain yang bisa memicu rasa takut dan terbawa hingga dewasa.

4. Peristiwa Traumatis

Fobia umumnya terjadi pada masa kanak-kanak karena peristiwa traumatis, baik yang dialami secara langsung ataupun tidak. Misalnya seseorang yang pernah terjebak di dalam lift cenderung takut saat berhadapan dengan lift dan memutuskan untuk naik tangga saja daripada harus menggunakan lift. Atau, beberapa orang memiliki fobia naik pesawat karena pernah melihat tayangan TV yang menyiarkan berita kecelakaan pesawat terbang.

5. Perubahan Fungsi Otak

Beberapa fobia spesifik bisa disebabkan oleh perubahan fungsi otak. Ini karena trauma pada otak bisa mengubah struktur dan zat kimia tertentu dalam otak, sehingga bisa menyebabkan terjadinya fobia. Selain itu, orang-orang yang sedang menjalani perawatan mental atau mengalami cedera otak yang traumatis juga bisa mengalami fobia.

Proses Terbentuknya Fobia

Sebuah studi menyebutkan bahwa amigdala merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk mendeteksi rasa takut dan mempersiapkan diri saat menghadapi kejadian darurat. Ketika respons ketakutan atau agresi dimulai, amigdala akan melepaskan hormon ke dalam tubuh untuk menempatkan tubuh manusia ke dalam keadaan "waspada". Di fase tersebutlah seseorang akan mempersiapkan diri untuk bergerak, berlari, melawan, dll. Status dan peringatan "waspada" defensif ini dikenal sebagai respons fight-or-flight.

Selain untuk mengenali rangsangan atau isyarat tertentu yang berbahaya, amigdala juga berperan untuk menyimpan rangsangan yang mengancam ke memori otak. Itu sebabnya, otak akan mudah mengenali objek yang membuat kamu merasa takut dan terancam, lalu meresponsnya dengan respons fight-or-flight.

Jika fobia yang kamu miliki sudah menghambat aktivitas sehari-hari, kamu perlu segera bicara pada dokter. Untuk bicara pada dokter, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play. Lalu, kamu bisa masuk ke fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, ayo gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga.