• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Penyebab Kutu Air yang Bernanah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Penyebab Kutu Air yang Bernanah

Ini 5 Penyebab Kutu Air yang Bernanah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Agustus 2021
Ini 5 Penyebab Kutu Air yang Bernanah

“Kutu air umum terjadi di sela-sela jari. Kondisi ini sering dialami orang yang kakinya sangat berkeringat saat mengenakan sepatu yang tertutup dan sempit. Jika kutu air tidak dirawat dengan baik, maka berpotensi menimbulkan borok hingga nanah. Untuk itu penting menjaga kebersihan kaki kapan dan di mana saja.”

Halodoc, Jakarta – Kutu air adalah infeksi jamur yang biasanya terjadi di sela-sela jari kaki. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang kakinya sangat berkeringat saat mengenakan sepatu yang terlalu sempit. Tanda dan gejala kutu air yaitu kulit bersisik, biasanya bisa menyebabkan gatal, perih, sensasi terbakar, hingga bernanah. 

Perlu diketahui, kutu air bisa menular dan bisa menyebar melalui lantai, handuk, atau pakaian yang terkontaminasi. Kutu air juga berkaitan erat dengan infeksi jamur lain seperti kurap dan gatal di selangkangan. Namun, kondisi ini bisa diobati dengan obat antijamur yang dijual bebas maupun obat resep dari dokter. 

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kebersihan Kaki untuk Mencegah Cantengan

Penyebab Seseorang Mengalami Kutu Air

Kutu air yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan infeksi. Bentuk infeksi paling parah dari kutu air yaitu munculnya lepuh yang menyakitkan, muncul benjolan berisi nanah, dan borok. Lesi atau borok umumnya muncul di sela-sela jari kaki, tapi bisa juga di seluruh telapak kaki. Karena banyaknya kerusakan pada kulit, lesi biasanya terinfeksi oleh bakteri. Kutu air paling sering terjadi pada pengidap diabetes dan orang dengan sistem kekebalan lemah. 

Meski bisa menyerang siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kutu air, yaitu:

  1. Mengunjungi tempat-tempat umum tanpa alas kaki, terutama ruang ganti, kamar mandi, dan kolam renang.
  2. Berbagi kaus kaki, sepatu, handuk dengan orang yang terinfeksi.
  3. Memakai sepatu yang ketat dan tertutup.
  4. Membiarkan kaki basah atau berkeringat dalam waktu yang lama.
  5. Mengalami cedera kulit atau kuku ringan di kaki. 

Kenali Gejala Kutu Air

Infeksi kutu air dapat terjadi pada satu atau kedua kaki dan bisa menyebar ke tangan. Kondisi ini terjadi terutama jika pengidapnya menggaruk atau mengorek bagian kaki yang terinfeksi.  

Nah, ada banyak gejala kutu air yang bisa dikenali, di antaranya:

  • Gatal, perih, dan sensasi terbakar di sela-sela jari kaki atau telapak kaki.
  • Lecet di kaki yang terasa gatal.
  • Kulit kaki pecah-pecah dan terkelupas.
  • Kulit kering di telapak atau sisi kaki.
  • Kuku kaki berubah warna, tebal, dan rapuh.
  • Kuku kaki terasa tertarik dari dasar kuku.

Beberapa jenis kutu air memiliki lepuh atau bisul. Jenis kutu air menyebabkan kekeringan kronis yang sering disalah artikan sebagai eksim atau kulit kering. 

Baca juga: Benarkah Kulit Kering Lebih Mudah Terinfeksi?

Kutu Air Harus Diobati untuk Mencegah Komplikasi

Jika kamu memiliki kutu air yang tidak membaik dalam waktu dua minggu setelah memulai pengobatan sendiri dengan obat bebas resep, segera buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc

Di samping itu, pengidap diabetes juga perlu waspada terhadap kondisi ini. Segeralah temui dokter bila mengalami tanda-tanda infeksi bakteri sekunder. Contohnya, seperti kemerahan yang berlebihan, pembengkakan, drainase, atau demam. 

Dalam beberapa kasus, kutu air yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa menimbulkan komplikasi. Contohnya, komplikasi ringan seperti reaksi alergi terhadap jamur, yang bisa menyebabkan lepuh pada kaki atau tangan. Hati-hati,  ada kemungkinan infeksi jamur dapat kembali setelah perawatan. 

Baca juga: 6 Bahan Alami untuk Atasi Kutu Air

Selain itu, komplikasi yang lebih parah bisa terjadi jika infeksi bakteri sekunder berkembang. Komplikasi ini bisa menyebabkan:

  • Kaki membengkak, nyeri, dan terasa panas.
  • Muncul nanah, drainase, dan demam.
  • Infeksi bakteri ini bisa saja menyebar ke sistem getah bening. 

Penyakit kutu air umumnya merespon dengan baik terhadap pengobatan antijamur. Namun, ada kalanya kutu air ini sulit untuk dihilangkan. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan dan kelembapan kaki, serta hindari mengenakan sepatu yang sempit untuk mencegah kutu air. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Athlete’s foot

Healthline. Diakses pada 2021. Athlete’s Foot (Tinea Pedis)