Ini Alasan Dilakukan Pemeriksaan Electroencephalography

Ini Alasan Dilakukan Pemeriksaan Electroencephalography

Halodoc, Jakarta - Electroencephalography (EEG) adalah tes untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang melekat pada kulit kepala. Sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Aktivitas ini ditampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG. Umumnya, EEG adalah salah satu tes diagnostik untuk epilepsi, tapi juga dapat berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lainnya, seperti:

EEG juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kematian otak pada seseorang yang koma persisten. EEG berkelanjutan digunakan untuk membantu menemukan tingkat anestesi yang tepat untuk seseorang yang koma.

Baca Juga: Hampir Mirip, Apa Perbedaan EKG dan EEG?

Persiapan Tes  Electroencephalography

Terdapat beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan tes ini, yaitu:

  • Hindari konsumsi kafein pada hari tes karena dapat memengaruhi hasil tes.

  • Minum obat biasa, kecuali diperintahkan dokter.

  • Cuci rambut malam sebelum atau hari ujian, tapi jangan gunakan kondisioner, krim rambut, semprotan, ataupun gel penataan. Produk rambut dapat mempersulit tambalan lengket yang menahan elektroda untuk menempel di kulit kepala.

  • Jika diharuskan tidur selama tes EEG, dokter mungkin meminta kamu untuk tidur lebih sedikit atau menghindari tidur malam sebelum tes.

Proses Tes Electroencephalography

Kamu mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman selama prosedur EEG. Ini dikarenakan ada berbagai alat yang menempel pada kulit kepala. Namun, elektroda yang menempel tidak mengirimkan sensasi apapun dan hanya merekam gelombang otak. Berikut proses pemeriksaan EEG.

Seorang teknisi mengukur kepala dan menandai kulit kepala dengan pensil khusus untuk menunjukkan letak pemasangan elektroda. Bintik-bintik di kulit kepala mungkin akan digosok dengan krim berpasir untuk meningkatkan kualitas rekaman.

Kemudian, teknisi mulai menempelkan cakram (elektroda) ke kulit kepala menggunakan perekat khusus. Kadang-kadang, tutup elastis yang dilengkapi dengan elektroda digunakan sebagai gantinya. Elektroda terhubung dengan kabel ke instrumen yang memperkuat gelombang otak dan merekamnya pada peralatan komputer. Setelah elektroda terpasang, EEG biasanya membutuhkan waktu hingga 60 menit. Pengujian untuk kondisi tertentu mengharuskan kamu tidur selama tes. Dalam hal ini, tes bisa lebih lama.

Kamu diharuskan rileks dalam posisi yang nyaman dengan mata tertutup selama tes. Pada berbagai waktu, teknisi mungkin meminta kamu untuk membuka dan menutup mata, melakukan beberapa perhitungan sederhana, membaca paragraf, melihat gambar, bernapas dalam-dalam selama beberapa menit, ataupun melihat cahaya yang berkedip.

Baca Juga: 4 Faktor yang Memicu Pengidap Epilepsi Mengalami Kejang

Video direkam secara rutin selama EEG. Gerakan tubuh juga akan ditangkap oleh kamera video sementara EEG merekam gelombang otak. Rekaman gabungan ini dapat membantu dokter mendiagnosis dan mengobati kondisi yang kamu alami.

Ambulatory EEGs (aEEGs), yang memungkinkan pemantauan lebih lama di luar lingkungan kantor atau rumah sakit, digunakan terbatas. Tes ini dapat merekam aktivitas otak selama beberapa hari, yang meningkatkan kemungkinan menangkap aktivitas kejang. Namun, dibandingkan dengan pemantauan video-EEG rawat inap, EEG rawat jalan tidak begitu baik dalam menentukan perbedaan antara kejang epilepsi dan kejang nonepilepsi.

Setelah Tes Electroencephalography

Setelah perekaman aktivitas otak selesai, teknisi melepaskan elektroda dan tutupnya. Jika kamu tidak memiliki obat penenang, kamu seharusnya tidak akan merasakan efek samping setelah prosedur dan dapat kembali ke rutinitas normal.

Jika kamu menggunakan obat penenang, mungkin obat membutuhkan waktu untuk mulai hilang. Atur agar seseorang mengantar pulang. Begitu tiba di rumah, istirahatlah dan jangan mengemudi selama sisa hari itu.

Baca Juga: Cara Pencegahan Tumor Otak yang Perlu Diketahui

Itulah informasi seputar electroencephalography yang perlu kamu ketahui. Kalau kamu punya pertanyaan seputar kondisi medis, bicara saja dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur  Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!