Ini Alasan Hewan Kesayangan Harus Divaksin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ini-alasan-hewan-kesayangan-harus-divaksin-halodoc

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu punya hewan peliharaan? Hewan berbulu seperti anjing dan kucing memang lucu dan menggemaskan, sehingga banyak orang yang suka memeliharanya. Namun di balik kelucuannya, kamu juga mesti waspada terhadap penyakit yang bisa ditularkannya. Itulah mengapa hewan peliharaan perlu divaksin. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Vaksin adalah produk yang dirancang untuk memicu respons kekebalan protektif sekaligus mempersiapkan sistem kekebalan untuk melawan infeksi nantinya. Vaksin juga bisa merangsang produksi antibodi yang bisa mengidentifikasi dan menghancurkan organisme penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Dengan kata lain, vaksin memberikan kita kekebalan terhadap satu atau beberapa penyakit serta mengurangi tingkat keparahan penyakit. Ternyata tidak hanya manusia saja yang perlu mendapatkan vaksin, hewan pun juga, terutama anjing, kucing, dan unggas, seperti ayam. Berikut ini 5 alasan hewan peliharaan juga harus divaksin:

  • Vaksinasi dapat mencegah hewan peliharaan dari berbagai penyakit.

  • Vaksinasi dapat membantu menghindari perawatan mahal untuk mengobati penyakit yang bisa dicegah.

  • Vaksinasi mencegah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke hewan dan juga dari hewan ke manusia.

  • Vaksinasi mencegah hewan peliharaan terinfeksi penyakit yang banyak terdapat di alam liar, seperti rabies dan distemper.

  • Di beberapa daerah atau bagian negara tertentu mewajibkan untuk memvaksinasi hewan peliharaan.

Jadi, vaksinasi bisa melindungi hewan peliharaan kamu dari penyakit yang sangat menular dan meningkat serta meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan kamu secara keseluruhan. Dengan menjaga hewan peliharaan tetap sehat, kesehatan kamu sekeluarga pun akan ikut terjaga.

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan dari Hewan

Syarat Hewan Peliharaan untuk Divaksin

Vaksin pada anjing dan kucing biasanya sudah bisa dilakukan setelah usia 2 bulan. Justru hewan peliharaan perlu divaksinasi sejak masih kecil, karena hewan peliharaan yang sangat muda lebih rentan terhadap penyakit menular disebabkan sistem kekebalannya belum sempurna sepenuhnya.

Anjing dan kucing juga sebaiknya divaksin saat dalam kondisi yang sehat, tidak demam, memiliki nafsu makan yang baik dan tidak cacingan. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga harus sudah memenuhi umur sesuai dengan syarat minimal vaksin, tidak sedang batuk, pilek, atau bersin, dan tidak mengalami diare dan muntah, serta tidak mengalami masalah kulit. Pasalnya, bila kucing atau anjing divaksin dalam keadaan sakit atau stres, hewan-hewan tersebut bisa mati. 

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Prosedur Vaksin untuk Hewan Peliharaan

Sama seperti manusia, vaksinasi untuk hewan peliharaan juga diberikan dalam beberapa tahap. Dosis pertama vaksin berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan hewan terhadap virus atau bakteri, sedangkan dosis berikutnya merangsang sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi penting yang diperlukan untuk melindungi hewan dari penyakit.

Vaksinasi untuk hewan peliharaan juga sebaiknya diselesaikan sampai lengkap. Hal ini karena serangkaian vaksinasi yang tidak lengkap dapat membuat anak anjing dan anak kucing rentan terhadap infeksi. Untuk memberikan perlindungan optimal pada hewan peliharaan kamu dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, serangkaian vaksinasi perlu dijadwalkan, biasanya 3–4 minggu secara terpisah. Kebanyakan anak anjing dan anak kucing akan mendapatkan vaksinasi terakhirnya pada usia sekitar 4 bulan.

Baca juga: 4 Tips Memilih Hewan Peliharaan untuk Anak

Nah, dengan memvaksinasi hewan peliharaan, ibu sekeluarga enggak perlu takut lagi deh tertular penyakit dari hewan tersebut. Bila ada anggota keluarga yang sakit, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan dan rekomendasi obat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi:
American Veterinary Medical Association. Diakses pada 2019. Vaccinations.