Ini Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Tarsal Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Tarsal Tunnel Syndrome

Halodoc, Jakarta – Tarsal tunnel syndrome terjadi selama kehamilan akibat kompresi lokal yang disebabkan oleh retensi cairan dan perubahan volume tubuh selama kehamilan. Sindrom ini terjadi ketika saraf tibialis posterior yang berjalan di sepanjang bagian dalam pergelangan kaki dan kaki, menjadi padat, dan rusak, sehingga menyebabkan peradangan.

Kondisi ini diakibatkan oleh penggunaan berlebihan pada kaki dan pergelangan kaki, seperti yang terjadi dengan berjalan, berlari, berdiri, atau berolahraga yang berat atau berkepanjangan. Selain itu kondisi tarsal tunnel syndrome bisa saja terjadi secara tiba-tiba akibat cedera traumatis, atau secara spontan, tanpa alasan yang jelas. Simak bagaimana sindrom ini bisa sampai memengaruhi ibu hamil di sini.

Bagaimana Gejala Tarsal Tunnel Syndrome

Dokter biasanya akan mendiagnosis dan menilai dengan melakukan pemeriksaan fisik seluruh kaki dan daerah tungkai bawah dan mengajukan pertanyaan tentang gejala. Tes diagnostik yang digunakan untuk mengonfirmasi dan mengevaluasi tarsal tunnel syndrome. Adapun tesnya mencakup:

  1. Elektromiografi.

  2. Kecepatan konduksi saraf (EMG / NCV).

  3. Pencitraan resonansi magnetik atau MRI.

  4. Sinar-X.

Siapa pun dapat mengembangkan tarsal tunnel syndrome, tidak hanya ibu hamil. Beberapa faktor tertentu sangat bisa meningkatkan risiko pengembangan kondisi ini. Faktor-faktor tersebut adalah:

Baca juga: Hamil Tapi Enggak Punya Embrio, Kok Bisa?

  1.  Mengalami radang sendi.

  2. Memiliki osteoartritis.

  3. Pengidap diabetes dan kondisi metabolisme lainnya.

  4. Cedera pergelangan kaki atau kaki.

  5. Pekerjaan yang membutuhkan pekerjaan berdiri atau berjalan untuk waktu yang lama, seperti pekerjaan ritel, mengajar, mekanik, manufaktur, dan bedah.

  6. Sepatu yang tidak pas yang memungkinkan kaki untuk pronasi ke dalam atau tidak mendukung lengkungan dan pergelangan kaki.

  7. Penyakit saraf.

  8. Kista, tumor, atau massa kecil di daerah kaki dan pergelangan kaki.

  9. Sinovitis proliferatif atau radang membran sinovial.

  10. Varises atau meradang, pembuluh darah membesar.

  11. Kelainan bentuk kaki.

  12. Refleks distrofi simpatis.

  13. Kondisi neuropati perifer.

  14. Edema kaki umum atau pembengkakan.

  15. Kelebihan berat badan.

Bagaimana Menangani Tarsal Tunnel Syndrome?

Latihan penguatan bisa dilakukan untuk membantu mencegah masalah mengarah ke komplikasi. Beberapa termasuk pronasi atau penggulungan kaki, yang dapat memperburuk gejala. Latihan tersebut mencakup pelemasan pergelangan kaki, melatih kerja tumit dengan cara berdiri tegak, perlahan-lahan angkat, atau tekuk jari-jari kaki sejauh mungkin tanpa rasa sakit.

Mengangkat ujung pensil dengan jari kaki juga bisa menjadi salah satu bentuk latihan untuk kondisi ini. Caranya, duduk dengan kaki terentang penuh, letakkan pensil di lantai tepat di bawah jari kaki dan usahakan mengambilnya hanya menggunakan jari kaki.

Baca juga: Berkenalan Lebih Dekat dengan Program Kehamilan

Terkadang tarsal tunnel syndrome dapat mengganggu keseimbangan, sehingga sangat penting untuk melatih keseimbangan. Bagaimana cara melatih keseimbangan? Berdiri tegak perlahan angkat satu kaki dan sandarkan telapak kaki yang terangkat di betis bagian dalam kaki lainnya.

Tahan setidaknya 10 hingga 15 detik atau, selama nyaman, tanpa meregangkan pergelangan kaki dan kaki bagian dalam. Jika terlalu goyah, berhentilah dengan menurunkan kaki dan memulai kembali latihan.

Untuk versi yang lebih intens dari latihan ini, secara bertahap angkat kaki yang terangkat lebih jauh di udara, menjauh dari tubuh. Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tarsal tunnel syndrome, tanyakan langsung ke Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

PeaceHealth. Diakses pada 2019. Pregnancy in the foot and ankle.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to know about tarsal tunnel syndrome.