Ini Alasan Kekurangan Vitamin C Sebabkan Skorbut

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ini Alasan Kekurangan Vitamin C Sebabkan Skorbut

Halodoc, Jakarta – Asupan vitamin sangat penting untuk tubuh, salah satunya vitamin C. Sebab, kekurangan asupan jenis vitamin yang satu ini bisa meningkatkan risiko penyakit skorbut menyerang. Penyakit ini tergolong langka, tetapi bisa menyebabkan gejala kronis terutama pada orang yang jarang atau kurang mengonsumsi vitamin C. 

Dalam tubuh manusia, vitamin C memiliki peran yang penting, tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Artinya, asupan rutin dari makanan sumber vitamin C atau suplemen khusus sangat dibutuhkan. Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan penyakit skorbut, sebab vitamin ini berfungsi dalam membantu pembuatan kolagen yang merupakan protein penting dalam tubuh. 

Baca juga: 8 Manfaat Jeruk, Buah Kaya Vitamin C

Bahaya Kekurangan Vitamin C yang Berujung Skorbut 

Asupan vitamin C yang cukup sangat dibutuhkan untuk tubuh, termasuk untuk mendukung pembentukan kolagen. Protein ini sangat penting dan terdapat pada berbagai jaringan tubuh, seperti kulit, tulang, dan pembuluh darah. Saat tubuh kekurangan asupan vitamin C, serat kolagen dalam tubuh tidak dapat diperbaiki, sehingga dapat memicu kerusakan jaringan tubuh. Saat semakin parah, kerusakan-kerusakan yang terjadi akhirnya memicu kemunculan gejala skorbut. 

Kondisi ini biasanya akan memunculkan gejala pada awal terjadinya kekurangan asupan vitamin C. Biasanya, gejala akan mulai terlihat setelah seseorang mengalami kekurangan vitamin C kronis selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Umumnya, gejala skorbut pada orang dewasa akan terlihat berbeda dengan anak-anak. 

Gejala skorbut pada anak-anak adalah merasa lelah dan letih sepanjang waktu, muncul bintik biru kemerahan pada kulit, sering merasa tidak enak hati dan uring-uringan, nyeri di seputar anggota gerak badan, pembengkakan gusi, sesak napas, dan kulit mudah lebam. Kondisi ini harus segera ditangani, sebab skorbut bisa menyebabkan permasalah lain, seperti edema, jaundice, hingga penyakit jantung. 

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Masalah Gusi Membengkak

Sementara pada anak-anak dan balita, skorbut sering ditandai dengan gejala penurunan nafsu makan, mudah tersinggung, penambahan berat badan yang lambat, diare, hingga demam. Pada kondisi yang lebih parah, kondisi ini juga bisa menyebabkan anak mengalami gejala berupa nyeri dan pembengkakan pada kaki, mata menonjol, serta muncul bintik biru kemerahan di kulit. 

Penyebab utama seseorang bisa terserang penyakit ini adalah kekurangan vitamin C kronis, yang kemudian menyebabkan regenerasi kolagen terganggu. Tanpa pembentukan serat kolagen, jaringan tubuh akan mengalami kerusakan secara perlahan. Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa memicu seseorang mengalami skorbut, seperti ketergantungan obat, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, mengalami depresi berat, serta dalam kondisi khusus, misalnya hamil yang membutuhkan banyak asupan vitamin. 

Orang yang menjalani pola diet tidak sehat, terutama diet yang menyebabkan kurangnya asupan vitamin C juga berisiko mengalami penyakit ini. Pengidap gangguan makan, seperti anoreksia nervosa juga sangat rentan mengalami kekurangan vitamin C yang berujung pada skorbut. Kondisi ini merupakan kelainan mental yang menyebabkan seseorang selalu berpikir akan mengalami kenaikan berat badan pada saat makan. Karena itu, selalu menghindari makan atau hanya mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit. 

Baca juga: Ketahui Efek Suntik Putih dengan Vitamin C

Hindari kekurangan asupan vitamin C dengan konsumsi makanan yang mengandung banyak jenis vitamin ini, misalnya buah jeruk. Kamu juga bisa melengkapinya dengan konsumsi suplemen atau vitamin tambahan. Lebih mudah beli suplemen dan produk kesehatan di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi: 
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Scurvy. 
Medscape. Diakses pada 2019. Scurvy Workup.