Ini Alasan Pubertas Sebabkan Jerawat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Pubertas Sebabkan Jerawat

Halodoc, Jakarta – Jerawat pada kulit bisa menyerang siapa saja, tetapi sering diidentikkan dengan masa puber. Pasalnya, sebagian besar remaja berusia 10–13 tahun alias yang tengah mengalami pubertas kerap memiliki masalah kulit yang satu ini. Risiko jerawat semakin meningkat pada orang yang memiliki kulit berminyak dan jarang membersihkan kulit. Lantas, mengapa alasan pubertas bisa sebabkan jerawat? 

Pada masa pubertas, terjadi perubahan kondisi pada hormon tubuh. Sebelumnya perlu diketahui, perubahan hormon menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat pada permukaan kulit. Saat masa puber, aktivitas hormon testosteron di dalam tubuh meningkat. Hal itu kemudian menyebabkan kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari yang dibutuhkan kulit. Biasanya, jerawat pada remaja akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. 

Baca juga: Inilah Hormon Jerawat dan Cara Mengatasinya

Tips Mengatasi Jerawat saat Pubertas

Masa pubertas dan jerawat menjadi dua hal yang seakan tidak bisa dipisahkan. Namun umumnya, masalah jerawat pada remaja akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Pada beberapa kasus, jerawat bisa bertahan lebih lama, terutama pada wanita dan orang yang memiliki kondisi kulit berminyak. Sebab, kulit berminyak menjadi salah satu penyebab jerawat bisa dengan mudah muncul.

Pada dasarnya, ada empat kondisi yang bisa menyebabkan munculnya jerawat di kulit.

  • Produksi sebum berlebih, yaitu zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak. Sebum diproduksi untuk mencegah kulit kering, tetapi saat diproduksi berlebihan zat ini bisa memicu timbulnya jerawat. 

  • Perubahan hormon, termasuk yang terjadi pada remaja. Produksi hormon yang berlebih, misalnya testosteron dan androgen bisa menjadi penyebab jerawat. 

  • Ada sumbatan pada folikel rambut. Kondisi ini biasanya terjadi oleh campuran sel kulit mati dan sebum. 

  • Infeksi bakteri. Jerawat juga bisa terjadi karena bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, sehingga memicu peradangan. 

Baca juga: Benarkah Jerawat Batu Disebabkan karena Genetik?

Meski bisa hilang seiring berjalannya waktu, banyak orang yang merasa terganggu dengan adanya jerawat. Namun jangan khawatir, kamu bisa mengatasi atau menghindari jerawat pubertas menjadi lebih buruk dengan menerapkan beberapa tips, seperti: 

  • Rutin Cuci Muka 

Salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko jerawat muncul adalah malas atau jarang mencuci muka. Maka dari itu, biasakan untuk selalu mencuci muka, terutama pada malam hari sebelum tidur. Biar lebih aman, pilih sabun pencuci muka khusus yang lembut dan berbahan dasar air. Hindari mencuci muka dengan sabun batangan yang bisa membuat kulit menjadi kering

  • Krim Jerawat

Mengatasi jerawat harus dilakukan dengan melawan penyebabnya, termasuk bakteri. Kamu bisa menggunakan krim berbahan benzoyl peroxide yang ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat. Krim ini bisa dibeli secara bebas di toko obat dan cara penggunaannya pun cukup mudah. 

  • Gunakan Pelembap 

Banyak orang yang menghindari pelembap karena takut membuat kulit semakin berminyak. Perlu diketahui, kulit berminyak dan kulit berlembap adalah dua kondisi yang berbeda. Sebaliknya, menjaga kelembapan kulit adalah hal yang bisa dilakukan untuk mencegah jerawat. Jika ragu, kamu bisa memilih jenis pelembap yang bebas minyak. 

Baca juga: 4 Cara Cegah Breakout Akibat Jerawat

Cari tahu lebih lanjut seputar masalah jerawat dan pubertas dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Teen Acne: How to Treat It.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Acne.
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Acne?
Web MD. Diakses pada 2019. Understanding Acne Basics.