• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bahayanya Jika Mengonsumsi Obat Tidak Sesuai Dosis

Ini Bahayanya Jika Mengonsumsi Obat Tidak Sesuai Dosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi obat menjadi cara yang bisa dilakukan sebagai langkah pengobatan untuk mengatasi gangguan kesehatan. Pengonsumsian obat harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dan arahan dari dokter yang melakukan pemeriksaan. Mematuhi saran penggunaan obat yang diberikan dokter menghindari kamu dari penggunaan obat yang tidak sesuai dengan dosis.

Baca juga: Pertolongan Pertama Overdosis Narkoba

Mengonsumsi obat tidak sesuai dosis menyebabkan overdosis baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Tentunya, obat yang diberikan oleh dokter memerlukan waktu hingga kamu dapat merasakan manfaat dari obat tersebut. Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsi obat tidak sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter karena meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Hindari Konsumsi Obat Tidak Sesuai Dosis

Jika kamu mengalami gangguan kesehatan, pasti rasanya memang tidak nyaman. Hal ini yang membuat kamu memutuskan untuk bertanya langsung dengan dokter atau mengunjungi rumah sakit terdekat. Tujuannya agar keluhan kesehatan bisa segera diatasi dan dapat melakukan aktivitas tanpa terganggu. Berbagai pengobatan bisa diberikan, salah satunya dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

Namun, tentunya obat yang diberikan memerlukan waktu hingga akhirnya kesehatan dapat pulih. Jika telah mengonsumsi obat sesuai dosis namun belum ada perubahan, sebaiknya jangan mengonsumsi obat secara berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan kamu mengalami overdosis. Tentunya, hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Melansir Web MD, obat-obatan yang dikonsumsi berdampak pada seluruh tubuh. Sehingga jika kamu mengalami overdosis hal ini akan membahayakan bagi tubuh. Mengonsumsi obat tidak sesuai dengan dosis menyebabkan gangguan pada tanda-tanda yang cukup vital dalam tubuh, misalnya pada suhu tubuh, denyut nadi, sistem pernapasan, hingga tekanan darah.

Baca juga: Overdosis Buah, Mungkinkah?

Kelebihan mengonsumsi dosis obat menyebabkan seseorang mengalami muntah-muntah, diare, pusing, sesak napas, gangguan kecemasan, dan tubuh yang kekurangan oksigen. Selain itu, kelebihan dosis yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa fungsi organ.

Kondisi ini memerlukan penanganan medis dengan cepat. Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat agar seseorang yang mengonsumsi dosis obat secara berlebihan dapat segera ditangani. 

Faktor Pemicu Konsumsi Obat Tidak Sesuai Dosis

Mengonsumsi obat dengan dosis berlebih dapat terjadi secara tidak sengaja maupun sengaja. Ada faktor pemicu yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini, seperti penyimpanan obat yang sembarangan sehingga bisa diambil oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Tidak mengetahui petunjuk dan tidak mengikuti petunjuk juga menjadi faktor lainnya yang bisa memicu dosis obat tidak sesuai.

Riwayat kesehatan pernah mengalami kecanduan obat juga menjadi pemicu lainnya mengapa seseorang rentan konsumsi obat tidak sesuai dosis. Selain itu, kondisi ini juga berkaitan dengan kesehatan mental seseorang. Depresi dapat memicu seseorang untuk mengonsumsi obat tidak sesuai dosis, sehingga ada baiknya selalu menjaga kesehatan mental.

Mengonsumsi obat tidak sesuai dosis dapat dicegah. Jika kamu memiliki anak balita di rumah, sebaiknya letakkan obat pada lokasi yang sulit dijangkau oleh anak-anak. Selain itu, jangan sembarangan memberikan obat pada anak balita. Sebaiknya selalu periksakan kesehatan anak pada dokter anak atau kamu dapat gunakan aplikasi Halodoc untuk mengetahui dosis penggunaan obat yang tepat untuk anak-anak.

Baca juga: Perlunya Cek Ketergantungan Obat pada Pengguna Narkoba

Jangan lupa untuk mengikuti petunjuk dan saran dokter sesuai dengan yang tertera pada obat ketika mengonsumsi jenis obat apa pun. Tidak ada salahnya untuk memberikan informasi pada dokter mengenai obat yang sebelumnya kamu konsumsi. Jangan gabungkan obat tanpa informasi apa pun dari dokter.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Drug Overdose
Web MD. Diakses pada 2020. Drug Overdose