• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Beda Lewy Body Dementia dan Alzheimer

Ini Beda Lewy Body Dementia dan Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Beda Lewy Body Dementia dan Alzheimer

Halodoc, Jakarta - Lewy body dementia dan alzheimer merupakan dua gangguan kesehatan yang mirip. Baik lewy body dementia dan alzheimer dapat mengakibatkan penurunan daya ingat yang terjadi pada lansia. 

Selain penurunan daya ingat, kedua penyakit ini juga akan menyebabkan perubahan perilaku secara bertahap, karena pengidapnya mengalami halusinasi visual serta tidak fokus. Apa yang membedakan kedua penyakit tersebut?

Baca juga: Daya Ingat Menurun Karena Kurang Tidur, Benarkah?

Lewy Body Dementia Vs Alzheimer

Lewy body dementia merupakan salah satu jenis demensia yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika adanya penumpukan protein pada sel saraf di bagian otak yang berfungsi dalam mengatur daya ingat atau cara berpikir.

Sedangkan penyakit alzheimer merupakan penyakit pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, perubahan perilaku secara bertahap, kemampuan berbicara, serta kemampuan berpikir. Kondisi ini terjadi karena adanya pengendapan protein dalam otak, sehingga menghalangi asupan nutrisi menuju sel-sel dalam otak. Sama seperti lewy body dementia, alzheimer juga banyak dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.

Pada pengidap lewy body dementia, gejala akan ditandai dengan:

1. Halusinasi yang menjadi gejala utama dari lewy body dementia. Selain halusinasi visual atau gambar, pengidap lewy body dementia juga akan mengalami halusinasi penciuman, indra peraba, serta suara.

2. Mengalami gangguan gerakan tubuh karena otot yang kaku. Akibatnya, gerakan tubuh melambat dan mengalami tremor.

3. Mengalami gangguan kognitif atau gangguan berpikir. Pengidap lewy body dementia tidak akan bisa fokus pada satu kejadian, linglung, terjatuh tiba-tiba, dan kehilangan sebagian daya ingat.

4. Mengalami gangguan rapid eye movement (REM). Bahayanya, ketika pengidap mengalami ini, mereka akan bergerak mengikuti mimpinya.

5. Mengalami gangguan fungsi tubuh yang diatur oleh saraf yang mengatur tekanan darah, produksi keringat, denyut nadi, serta sistem pencernaan. Karena hal ini, pengidap akan sering merasa pusing, mengalami masalah pencernaan, serta sering terjatuh tiba-tiba.

Gejala pada Pengidap Alzheimer

Perkembangan gejala pada pengidap alzheimer dibagi menjadi tiga tahapan. Gejala akan berkembang secara perlahan selama beberapa tahun sesuai dengan tahapan yang sedang dialaminya. Berikut gejala yang dialami:

Baca juga: Hal yang Bisa Dilakukan untuk Bantu Pengidap Lewy Body Dementia

Tahap Awal

Pada tahap ini, pengidap akan kehilangan ingatan secara perlahan. Gejala yang muncul meliputi kesulitan menulis, lupa nama tempat atau benda, lupa dengan kejadian yang belum lama terjadi, sulit merangkai kata dalam berkomunikasi, sering mengulang pertanyaan yang sama, lebih banyak melakukan waktu untuk tidur, serta sulit membuat keputusan.

Tahap Menengah

Pada tahap ini, pengidap akan membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas harian. Gejala dapat berupa gelisah, lupa nama anggota keluarga, mulai berhalusinasi, kesulitan memecahkan masalah, tampak sering kebingungan, perubahan suasana hati yang drastis, serta merasa frustasi atau cemas yang berlebihan.

Tahap Akhir

Pada tahap ini, pengidap akan membutuhkan pengawasan dan bantuan penuh dari orang lain untuk melakukan aktivitas hariannya. Pengidap bahkan bisa saja merasa tertekan dengan dirinya sendiri. Gejala dapat meliputi kehilangan kemampuan berkomunikasi, kesulitan bergerak tanpa bantuan orang lain, mengalami infeksi kulit, sering mengompol tanpa sadar, halusinasi yang bertambah parah, serta sulit menelan makanan.

Baca juga: Benarkah Demensia Hanya Terjadi pada Orang Tua?

Untuk menghindari terjadinya penyakit-penyakit tersebut, selalu konsumsi makanan dengan gizi seimbang, batasi konsumsi alkohol, berhenti merokok, jaga berat badan ideal, rajin berolahraga, serta periksakan tekanan darah kamu secara rutin ketika menginjak usia 40 tahun. Jika ada yang salah dengan kesehatan kamu, diskusikan saja dengan dokter di Halodoc. Butuh membeli obat tanpa harus keluar rumah juga bisa dilakukan melalui Halodoc.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Lewy Body Dementia.
Very Well Health. Diakses pada 2021. Difference Between Alzheimer's and Lewy Body Dementia.