• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bedanya Kutu Rambut dan Kutu Air
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bedanya Kutu Rambut dan Kutu Air

Ini Bedanya Kutu Rambut dan Kutu Air

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Juni 2021
Ini Bedanya Kutu Rambut dan Kutu Air Ini Bedanya Kutu Rambut dan Kutu Air

Halodoc, Jakarta - Meski sama-sama menyandang kata “kutu”, tetapi kutu air dan kutu rambut bukanlah kondisi yang serupa. Kutu air atau tinea pedis merupakan infeksi jamur yang menyebabkan ruam bersisik di sela-sela jari kaki. Bagaimana dengan kutu rambut? 

Baca juga:Cara Mengatasi Tinea Pedis yang Bisa Dilakukan di Rumah

Sesuai namanya, kutu rambut merupakan keluhan pada kulit kepala berupa rasa gatal karena parasit yang hidup di kulit kepala. Dalam dunia medis, kutu rambut juga disebut sebagai pedikulosis kapitis.

Pertanyaannya, apa sih perbedaan penyebab dan gejala dari kedua penyakit tersebut? 

Kutu Air, Gejala Infeksi Jamur

Trycophyton merupakan jamur yang sering kali menyebabkan kutu air yang masih masuk ke dalam kategori dermatophyte. Jamur jenis ini juga menjadi penyebab kurap. Jamur yang menjadi biang keladi kutu air merupakan jamur yang hidup di lingkungan bersuhu hangat dan lembap. Misalnya, kolam renang atau kamar mandi. 

Cara penularan tinea pedis bisa melalui sentuhan langsung dengan kulit yang terinfeksi, atau benda yang sudah terkontaminasi. Kamu mesti waspada, sebab setelah menular jamur ini akan menetap dan berkembang biak di permukaan kulit. Hal yang bikin resah, bila ada celah pada kulit, jamur ini bisa masuk ke dalam kulit dan menimbulkan infeksi.

Nah, berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang tinea pedis: 

  1. Berbagi benda pribadi, seperti handuk, sepatu, atau kaus kaki.
  2. Kaki sering berkeringat.
  3. Adanya luka pada jari atau kuku jari kaki.
  4. Mengenakan sepatu yang tebal dan ketat.
  5. Tak menjaga kebersihan kaki. Contohnya, jarang mencuci kaki setelah beraktivitas atau saat menggunakan ulang kaus kaki yang belum dicuci.
  6. Berkunjung ke area publik tanpa alas kaki. 

Baca juga:Bahaya Kutu Air yang Bikin Kaki “Nggak” Nyaman

Gejala Kutu Air

Umumnya, tinea pedis ini akan menimbulkan gejala berupa ruam bersisik yang terasa gatal. Tepatnya di antara sela-sela jari kaki. Rasa gatal ini akan semakin terasa ketika pengidapnya melepas sepatu dan kaus kaki setelah beraktivitas. 

Selain itu, kaki atlet juga sering kali menimbulkan gejala, seperti:

  1. Kulit retak dan mengelupas;
  2. Muncul lepuhan yang terasa gatal;
  3. Kondisi kulit di telapak kaki atau sisi kaki menjadi kering, menebal, ataupun mengeras. 

Dalam beberapa kasus, kutu air juga bisa menyebar ke kuku kaki dan tangan. Bila hal itu terjadi pengidapnya bisa mengalami perubahan warna kuku dan penebalan, serta kerusakan kuku.

Kutu Rambut, Rasa Gatal di Kulit Kepala

Lain kutu air, lain pula kutu rambut. Seperti yang dijelaskan di atas, kutu rambut merupakan parasit yang hidup di kulit kepala. Parasit inilah yang akan membuat pengidapnya mengalami rasa gatal di kulit kepalanya. 

Nah, seseorang bisa terserang kutu rambut karena kontak dengan kepala orang lain yang memiliki kutu rambut. Lantas, bagaimana dengan gejalanya?

  1. Perasaan akan benda yang bergerak di sekitar rambut;
  2. Ditemukannya kutu di kulit kepala;
  3. Ditemukannya telur kutu di batang rambut;
  4. Gatal pada kulit kepala;
  5. Jika terinfeksi akan menyebabkan nyeri.

Menular Tanpa Terbang

Dalam kebanyakan kasus, kutu rambut sering menular melalui kontak langsung dengan kepala pengidapnya. Ingat, tanpa kontak langsung kutu rambut tak bisa berpindah. Alasannya simpel, kutu rambut ini enggak bisa terbang atau melompat. 

Meski begitu, kutu ini bisa merayap dengan cepat. Nah, inilah yang bisa membuka kemungkinan kutu pindah dari kepala pengidapnya ke kepala orang lain lewat benda-benda tertentu. Misalnya, topi, syal, sisir, handuk, bantal, hingga headphone.

Masalah yang menyerang kulit kepala ini disebabkan oleh kutu jenis Pediculus humanus var capitis. Kutu ini merupakan organisme berukuran sebesar biji stroberi yang bertahan hidup dengan menghisap darah pada kulit kepala inang. 

Kutu rambut bisa dicegah dengan melakukan beberapa cara sederhana, seperti tidak menggunakan sisir, topi, handuk, ataupun tidur satu ranjang dengan pengidap kutu rambut. Jika gangguan kutu rambut tidak diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan luka pada kulit kepala yang bisa memicu infeksi.

Baca juga: Anak Alami Kutu Rambut, Ini Cara Mengatasinya

Memiliki keluhan kutu air atau kutu rambut? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Athlete's Foot.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Athlete’s Foot.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Head Lice.