Ini Bedanya Migrain dan Stroke yang Mesti Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Bedanya Migrain dan Stroke yang Mesti Diketahui

Halodoc, Jakarta – Memiliki sakit kepala yang parah belum tentu kalau kamu terkena stroke. Bisa jadi kamu terkena migrain, soalnya beberapa gejala migrain bisa sangat mirip dengan stroke. Serangan stroke adalah masalah kesehatan yang serius. Perawatan sedini mungkin dapat membatasi kerusakan pada otak dan mungkin menyelamatkan hidupmu.

Orang-orang yang mendapatkan migrain biasanya terkena serangan tersebut sepanjang hidupnya. Sangat jarang seseroang mendapatkan serangan migrain  pertama di usianya yang lebih tua. Jika kamu berusia di atas 40 tahun dan tidak pernah mengalami migrain, ini merupakan gejala yang perlu dikhawatirkan.

Stroke

Ketika kamu mengalami stroke, aliran darah ke bagian otakmu terputus. Sel-sel di sana tidak mendapat cukup oksigen dan mulai mati. Bisanya ada dua penyebab stroke, yaitu pembuluh darah tersumbat dikarenakan bekuan darah atau pembuluh darah robek dan pecah yang menyebabkan pendarahan di dalam atau di sekitar otak.

Sakit kepala yang tiba-tiba bisa menjadi tanda stroke memiliki gejala-gejala umum lainnya, seperti:

  1. Mati rasa atau kelemahan, terutama di satu sisi tubuh

  2. Kesulitan berbicara atau kesulitan memahami orang lain

  3. Masalah penglihatan di satu atau kedua mata

  4. Tiba-tiba pusing atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi

  5. Kebingungan

Jenis stroke yang cenderung keliru untuk migrain disebut serangan iskemik transien atau TIA. Ini juga dikenal sebagai "mini stroke" karena aliran darah ke otak terputus hanya untuk waktu yang singkat. Gejalanya tidak begitu parah bila dibandingkan dengan stroke biasa, dan bisa berlangsung kurang dari satu jam.

Migrain

Migrain adalah penyakit yang menyebabkan serangan nyeri kepala berulang bersama dengan gejala lain, seperti sakit kepala yang buruk yang sering disertai dengan mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya, suara, bau, atau sentuhan. Rasa sakit mungkin berdenyut dan biasanya dirasakan di satu sisi kepala dan di sekitar mata.

Terkadang gejala migrain bisa sedikit mirip dengan stroke. Ini ketika serangan migrain memengaruhi indera dan biasanya terjadi sebelum sakit kepala. Kamu mungkin melihat cahaya berkedip, garis zig-zag, bintik-bintik buta, dan merasa kesemutan atau mati rasa di lengan, kaki, ataupun wajah. Kamu mungkin juga merasakan denging di telinga dan kesulitan berbicara, ini lebih sering terjadi seiring pertambahan usia.

Bagaimana Membedakannya?

Pada stroke, gejala biasanya datang tiba-tiba, sedangkan migrain bisa terjadi secara bertahap, mulai dari sensasi sakit kepala kecil sampai menyakitkan. Stroke lebih cenderung memiliki apa yang disebut gejala "negatif", seperti kehilangan pandangan di satu mata atau kehilangan rasa di salah satu tangan atau kaki.

Migrain lebih cenderung memiliki gejala "positif". Itu berarti menambah sensasi, seperti kilatan pada penglihatan atau kesemutan di kulit. Jika usiamu masih muda, gejala tersebut lebih memungkinkan ke arah migrain. Jika kamu lebih tua, gejala itu lebih mungkin menjadi stroke, terutama jika kamu belum pernah mengalami migrain sebelumnya atau memiliki tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak teratur.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai perbedaan migrain dan stroke serta komplikasi penyakit lain yang diakibatkannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

PT. Media Dokter Investama or better known as Halodoc is an Indonesian technology company that serves in the field of health teleconsultation. This company was founded in Jakarta, 2016 by Jonathan Sudharta[1] . Currently, Halodoc is available in 50 cities across Indonesia. As of June, Halodoc has been downloaded for more than 1.5 million times on Google Play, the Android operating system[2] . Moreover, Halodoc is also available for iOS operating system users, on the App Store.

Baca juga: