Ini Cara Mendiagnosis Kernikterus pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Cara Mendiagnosis Kernikterus pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Merupakan kerusakan otak pada bayi, kernikterus disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. Penyakit ini muncul sebagai komplikasi dari penyakit kuning pada bayi yang tidak ditangani dengan baik. Meski pada kebanyakan kasus penyakit kuning pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya, jika berlangsung terlalu lama dapat memicu timbulnya gejala kernikterus, seperti:

  • Demam.
  • Gerakan mata yang tidak normal, sehingga tidak dapat melirik ke atas.
  • Kaku di seluruh tubuh.
  • Otot yang tegang.
  • Gangguan dalam pergerakan.
  • Tidak mau menyusu.
  • Suara yang melengking saat menangis.
  • Mudah mengantuk.
  • Tampak lemas.
  • Kejang.
  • Gangguan pendengaran.

Sebaiknya, jangan tunggu gejala-gejala tersebut muncul. Jika bayi mengalami gejala penyakit kuning, segera bawa ke rumah sakit terdekat. Lalu, seperti apa sih gejala penyakit kuning? Kamu bisa tanya-tanya lebih detail pada dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Jadi, pastikan kamu sudah download dan install aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Bayi Kartika Putri Kena Penyakit Kuning, Ini Penyebabnya

Untuk mendiagnosis kernikterus, dokter akan melakukan pengamatan setiap 8-12 jam sekali pada bayi yang dicurigai mengidap penyakit kuning. Penyakit kuning pada bayi biasanya terjadi pada 2-5 hari setelah dilahirkan. Hal ini karena bayi baru lahir cenderung memiliki kadar bilirubin yang tinggi.

Jika gejala penyakit kuning pada bayi masih belum hilang setelah beberapa hari, dokter akan mengambil sampel darahnya untuk mengukur kadar bilirubin. Normalnya, kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir adalah di bawah 5 mg/dL. Namun, pada bayi yang mengidap kernikterus, kadar bilirubin bisa mencapai lebih dari 20-25 mg/dL.

Bagaimana Pengobatan untuk Kernikterus?

Setelah diagnosis kernikterus dilakukan, dokter akan melakukan pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah dan mencegah kerusakan otak. Salah satu metode pengobatan untuk kernikterus yang dapat dilakukan adalah mencukupi asupan ASI. Sebab, hal ini dapat membantu pembuangan bilirubin melalui urine dan feses.

Baca juga: Sindrom Gilbert Bisa Sebabkan Penyakit Kuning Intra-Hepatik, Mitos atau Fakta

Selain itu, beberapa metode lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi kernikterus adalah:

1. Fototerapi

Dikenal juga dengan nama blue light, fototerapi merupakan prosedur yang dilakukan dengan menggunakan sinar khusus. Sinar ini berfungsi untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Dalam pelaksanaannya, fototerapi dilakukan dengan 2 metode, yaitu konvensional dan fiber optik.

Metode konvensional dilakukan dengan cara membaringkan bayi di bawah lampu halogen atau lampu fluoresen. Kemudian, semua pakaian bayi dibuka dan matanya ditutup, barulah kulit bayi akan disinari dengan cahaya biru. Sementara itu, pada fototerapi fiberoptik, bayi akan dibaringkan di sebuah alas yang dilengkapi dengan kabel fiber optik untuk disinari pada bagian punggung.

Kedua metode fototerapi itu biasanya akan dilakukan terus-menerus, dengan memberi jeda 30 menit, setiap 3 atau 4 jam, agar ibu bisa memberi makan dan mengganti popok bayi. Jika kondisi tak kunjung membaik setelah terapi ini, dokter akan menyarankan terapi kombinasi fototerapi dengan menggunakan lebih dari satu sinar da penggunaan alas fiber optik.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Mencegah Kernikterus?

Terapi kombinasi ini dilakukan secara terus-menerus, sehingga pemberian asupan makanan dan cairan akan dilakukan melalui selang atau suntikan. Kemudian, kadar bilirubin akan diperiksa tiap 4-6 jam sekali, setelah fototerapi dimulai. Jika kadarnya mengalami penurunan, kondisi bayi akan diperiksa setiap 12 jam. 

2. Transfusi Tukar

Metode ini dilakukan jika kadar bilirubin pada bayi masih saja tinggi, meski sudah menjalani fototerapi. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti darah bayi dengan darah pendonor. Setelah transfusi dilakukan, kadar bilirubin bayi akan diperiksa setiap 2 jam. Jika masih tinggi kadar bilirubinnya, transfusi tukar akan diulang kembali.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What is Kernicterus?
WebMD. Diakses pada 2019. What is Kernicterus?