Ini Efeknya kalau Tubuh Kebanyakan Magnesium

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Efeknya kalau Tubuh Kebanyakan Magnesium

Halodoc, Jakarta - Tubuh memerlukan berbagai macam mineral untuk menunjang fungsinya agar tetap optimal, salah satunya adalah magnesium. Meski begitu, semua yang berlebihan tidak pernah baik untuk tubuh. Batas konsumsi magnesium setiap harinya tidak sama pada setiap orang, ini bergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik mereka. Jika konsumsi magnesium ini berlebihan, maka terjadilah hipermagnesemia

Biasanya, hipermagnesemia sering terjadi pada orang-orang yang telah mengalami gagal hati atau gagal ginjal stadium akhir. Pasalnya, ginjal atau hati tidak dapat bekerja dengan optimal untuk membuat kadar magnesium dalam tubuh tetap seimbang. Ginjal yang mengalami kerusakan tentu tidak bisa membuang kelebihan magnesium ke luar tubuh, sehingga terjadi penumpukan mineral di dalam darah. 

Dampak Tubuh yang Mengalami Penumpukan Magnesium

Selain gagal hati dan gagal ginjal stadium akhir, hipermagnesemia bisa terjadi karena seseorang mengonsumsi obat magnesium dalam kadar yang berlebihan. Konsumsi alkohol berlebihan, malnutrisi, hipotiroidisme, dan terapi litium juga meningkatkan risiko terjadinya kelebihan kadar magnesium dalam tubuh. 

Baca juga: 5 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Perlu Diketahui

Normalnya, kadar magnesium yang dibutuhkan tubuh berada pada angka antara 1,7 hingga 2,3 mg/dL. Tubuh mengalami kelebihan kadar magnesium apabila kadarnya di dalam tubuh telah mencapai lebih dari 2,6 mg/dL. Jika hal ini terjadi, dampak yang muncul pada tubuh adalah mual, muntah, tekanan darah rendah yang tampak tidak lazim, sakit kepala, diare, gangguan pada sistem saraf, lemah otot, gangguan pada pernapasan, detak jantung yang tidak beraturan, dan lesu. 

Bahkan, pada kasus yang terbilang parah, hipermagnesemia bisa memicu beragam masalah pada jantung, syok, hingga koma yang berujung pada kematian. Jadi, seringlah melakukan skrining alias pemeriksaan kesehatan. Kalau kamu tidak sempat melakukan skrining ke laboratorium, kamu bisa menggunakan layanan Cek Lab yang ada di aplikasi Halodoc. Aplikasi ini sudah bisa kamu download baik di Play Store maupun App Store ya. 

Baca juga: Idap Gagal Ginjal Kronis, Perlukah Transplantasi Ginjal?

Pengobatan dan Pencegahan Hipermagnesemia

Sebelum memberikan penanganan, biasanya dokter menghentikan sumber magnesium berlebihan. Setelahnya, kamu akan diberikan asupan kalsium melalui injeksi yang langsung mengarah pada pembuluh darah untuk menghentikan berbagai gejala yang dirasakan, seperti detak jantung yang tidak beraturan, masalah pada pernapasan, hipotensi, dan indikasi gangguan saraf. 

Kebanyakan magnesium di dalam tubuh bisa diobati dengan konsumsi obat diuretik, sehingga kamu akan merasakan keinginan untuk buang air kecil dalam frekuensi yang terbilang cepat. Jika ginjal telah mengalami kerusakan, pembuangan magnesium cukup sulit melalui urine, sehingga dilakukan dialisis untuk menghentikan gejalanya dengan cepat. 

Jika kamu memiliki masalah pada ginjal, hindari konsumsi obat yang kaya magnesium. Meski begitu, kamu tetap perlu bertanya pada dokter mengenai obat-obatan alternatif atau mengonsumsinya dalam dosis yang lebih rendah sesuai dengan anjuran dokter. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Inilah Penyebab Gagal Ginjal

Hindari pula makanan yang mengandung magnesium tinggi. Batasan magnesium harian yang diperlukan untuk pria berkisar antara 400 sampai 420 mg, sementara untuk wanita antara 310 sampai 320 mg. Ibu hamil membutuhkan asupan yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan sang janin. Jangan sampai kamu berlebihan mengonsumsinya, ya!

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is Hypermagnesemia?
Healthline. Diakses pada 2019. Can You Overdose on Magnesium?
Livestrong. Diakses pada 2019. Sign anf Symptoms of Too Much Magnesium.