05 November 2018

Ini Faktor yang Meningkatkan Risiko Orang Kena Sarkoidosis

Ini Faktor yang Meningkatkan Risiko Orang Kena Sarkoidosis

Halodoc, Jakarta - Sarkoidosis adalah suatu penyakit yang berkaitan dengan proses peradangan yang dapat terjadi pada organ apa saja di dalam tubuh. Gejala dari penyakit ini adalah adanya granuloma dan daerah kecil yang berisi sel-sel radang. Fakta lainnya, sarkoidosis bisa terdapat di bagian dalam tubuh atau bisa terjadi pada bagian luar tubuh. Namun, penyakit ini paling sering ditemukan pada paru-paru. Apabila terserang penyakit ini maka volume paru menghilang dan terjadi pada kelainan akan bentuknya. Granuloma dapat muncul pada dinding alveoli atau pada dinding bronkiolus dan pada pembuluh limfa dada, serta menyebabkan pembesaran pada area tersebut.

Penyebab dan Faktor Risiko Sarkoidosis

Penyakit ini rentan terjadi pada pria dan wanita dengan rentang usia antara 20 hingga 40 tahun. Upaya untuk mencegah penyakit ini adalah kamu wajib mengurangi faktor-faktor risiko. Menurut para peneliti, penyebab kemunculan penyakit ini dibagi menjadi dua, yakni faktor lingkungan dan faktor genetik, tapi infeksi bakteri dan gangguan sistem imun tubuh dapat menjadi penyebab munculnya penyakit ini.

Faktor lingkungan berkaitan dengan hubungan kuat munculnya penyakit ini dengan paparan iritan seperti emisi pembakaran kayu serta serbuk sari pohon. Selain itu, ditemukan hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian gangguan ini, mereka yang memiliki profesi sebagai angkatan laut, atau pemadam kebakaran akan lebih rentan terkena sarkoidosis.

Sementara faktor genetik dicurigai karena pernah terjadi kasus serangan penyakit ini pada dua saudara kandung sekaligus pada tahun 1923. Perkembangan sarkoidosis ditandai dengan akumulasi granuloma. Granuloma adalah kumpulan makrofag atau benjolan dan sel epitel yang dikelilingi oleh limfosit. Pada granuloma yang lebih matang, fibroblas, dan kolagen dapat mengelilingi kumpulan sel ini.

Sarkoidosis dikenal dengan kondisi autoimun dan bukan termasuk kondisi yang menular. Beberapa hal berikut ini disinyalir meningkatkan risiko seseorang menderita sarkoidosis, yaitu:

  • Etnis, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa sarkoidosis lebih rentan dialami dan terjadi secara berulang pada etnis Afrika-Amerika. Etnis ini memiliki risiko mengalami sarkoidosis yang lebih parah dan timbul kembali dibandingkan kelompok etnis lainnya.

  • Usia dan jenis kelamin, penyakit ini banyak dialami oleh perempuan serta yang berada di kelompok usia 20-40 tahun.

  • Riwayat penyakit sarkoidosis di dalam keluarga.

  • Memiliki riwayat penyakit gangguan autoimun lainnya.

Gejala Sarkoidosis

Gejala sarkoidosis yang muncul bervariasi dan bergantung pada organ mana yang terjangkit. Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Batuk kering yang parah, kelelahan, dan sesak napas.

  • Benjolan atau ruam kemerahan yang nyeri pada kulit.

  • Mata merah atau penglihatan kabur.

  • Pembengkakan dan nyeri sendi.

  • Pembesaran dan kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan selangkangan.

  • Pembesaran kelenjar getah di dada dan sekitar paru-paru.

  • Suara serak.

  • Nyeri di tangan, kaki, atau area tulang lainnya karena pembentukan kista (pertumbuhan seperti-kantung abnormal) di tulang.

  • Pembentukan batu ginjal.

  • Pembesaran hati.

  • Denyut jantung yang tidak teratur (aritmia), peradangan selaput jantung (perikarditis), atau gagal jantung.

  • Gangguan sistem saraf, termasuk gangguan pendengaran, meningitis, kejang, atau gangguan kejiwaan (misalnya, demensia, depresi, psikosis).

Pada beberapa orang, gejala mungkin mulai tiba-tiba dan mereda dalam waktu singkat. Orang lain mungkin tidak memiliki gejala luar sama sekali meskipun organ dalam tubuhnya sudah terinfeksi.

Jika ada tanda atau gejala penyakit sarkoidosis muncul dan mengganggu kesehatan kamu, tidak ada salahnya untuk segera menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya mengenai kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: