Ini Gejala yang Dialami Jika Terkena Erythema Nodosum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Gejala yang Dialami Jika Terkena Erythema Nodosum

Halodoc, Jakarta – Bagaimana seseorang tahu kalau dia sedang mengidap erythema nodosum? Kamu bisa tahu dari gejalanya. Adapun gejala utama erythema nodosum adalah nyeri, benjolan merah atau ungu yang pada tulang kering. 

Benjolan juga dapat muncul di paha, pergelangan kaki, bokong, betis, lengan, tubuh bagian atas, atau wajah. Benjolan ini terbentuk selama beberapa hari dengan diameter bervariasi. Gejala ini biasanya juga diiringi dengan pembesaran kelenjar getah bening di dada, nyeri sendi, kelelahan, demam, gejala infeksi saluran pernapasan atas, dan merasa tidak enak badan (malaise).

Gejala dan Penanganan Erythema Nodosum

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau erythema nodosum ditandai oleh benjolan merah bertekstur lembut, biasanya ditemukan secara simetris pada tulang kering. Hingga 55 persen kasus ini tidak memiliki penyebab teridentifikasi yang jelas. 

Baca juga: Harus Tahu Penyebab Erythema Nodosum

Terkadang, erythema nodosum bukan penyakit yang berdiri sendiri, Sebaliknya ini adalah tanda infeksi lain, penyakit, atau sensitivitas terhadap obat tertentu. Penyakit-penyakit ini termasuk infeksi streptokokus, sarkoidosis (radang kelenjar getah bening dan organ lainnya), coccidioidomycosis (infeksi saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru), histoplasmosis (penyakit paru menular), TBC, psittacosis (penyakit seperti flu), kolitis ulserativa atau penyakit Crohn, kanker, bahkan kondisi kehamilan.

Obat-obatan ini dapat menyebabkan erythema nodosum, yaitu antibiotik yang mengandung sulfa atau penisilin, bromida, Iodida, dan kontrasepsi oral. Bagaimana erythema nodosum didiagnosis? Biopsi (pengangkatan jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop) dari benjolan biasanya dapat mengonfirmasi diagnosis. 

Erythema nodosum yang disebabkan oleh obat biasanya dapat didiagnosis dengan menghilangkan obat yang menyebabkan reaksi. Perawatan khusus untuk erythema nodosum biasanya akan dipertimbangkan sesuai dengan:

  1. Usia dan riwayat keseluruhan kesehatan.
  2. Sejauh mana kondisinya.
  3. Bagaimana toleransi terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu.
  4. Tingkat harapan saat menjalani kondisinya.

Perawatan mungkin termasuk:

  1. Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang mendasarinya.
  2. Pengobatan penyebab lain yang mendasarinya.
  3. Istirahat di tempat tidur (untuk menghilangkan rasa sakit).
  4. Obat antiinflamasi nonsteroid.
  5. Kortikosteroid oral.

Meskipun erythema nodosum menyebabkan ketidaknyamanan, biasanya ini bukan kondisi serius. Gejala biasanya hilang dalam 6 minggu. Namun, sering kali bisa muncul lagi. Kalau kamu butuh informasi lebih jelas mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Jenis erythema nodosum yang langka adalah bentuk kronis yang disebut erythema nodosum migrans yang mungkin bisa muncul beberapa kali selama kurun waktu tertentu. Sebagian besar, komplikasi yang terkait dengan erythema nodosum adalah komplikasi yang dihasilkan dari kondisi dasar yang menyebabkannya.

Baca juga: Berbahayakah Erythema Nodosum?

Perubahan hormon juga diketahui menyebabkan erythema nodosum dan sekitar 2–5 persennya terkait dengan kehamilan. Erythema nodosum yang berkembang selama kehamilan biasanya hilang setelah melahirkan, tetapi dapat kembali di kehamilan selanjutnya.

Beberapa orang yang menggunakan kontrasepsi oral, atau obat-obatan pengendali hormon sangat bisa mengembangkan erythema nodosum biasanya dalam beberapa bulan pertama setelah minum obat.

Tidak ada cara untuk mencegah erythema nodosum. Kadang-kadang kamu dapat mencegah penyebab yang mendasarinya, tetapi karena sekitar setengah dari kondisi penyakit ini tidak diketahui penyebabnya (idiopatik), sehingga tidak ada cara untuk mencegahnya.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. How do you treat erythema nodosum?
EMedicineHealth. Diakses pada 2019. Erythema Nodosum.