Ini Pantangan Bagi Pengidap Darah Tinggi Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Pantangan Bagi Pengidap Darah Tinggi Saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Hipertensi timbul ketika kondisi aliran darah terhadap dinding arteri cukup tinggi. Akibatnya, pengidap hipertensi umumnya mengalami sakit kepala, nyeri dada, lemas, bahkan mempengaruhi penglihatan. Pengidap hipertensi mungkin merasa waspada saat menjalankan puasa. Sebab, salah makan sedikit saja bisa memicu tekanan darah menjadi tinggi.

Karena itu, pengidap hipertensi yang ingin menjalankan puasa penting untuk memilah-milah makanan yang akan dikonsumsi. Nah, biar enggak salah makan, berikut contoh makanan yang pantang dikonsumsi untuk pengidap hipertensi.

Baca Juga: Pengidap Hipertensi Boleh Puasa, Ini Manfaatnya

1. Makanan Tinggi Garam

Garam dan natrium adalah penjahat dalam hidup pengidap darah tinggi dan penyakit jantung. Pengidap hipertensi disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 1500 miligram (mg) natrium per harinya. Jadi, pengidap hipertensi disarankan untuk meminimalisir penggunaan garam ke dalam makanan yang dikonsumsi.

Makanan kemasan juga biasanya mengandung natrium yang cukup tinggi. Maka dari itu, pantang bagi pengidap hipertensi untuk mengonsumsinya.

2. Daging Olahan

Daging olahan sering ditambahkan berbagai macam bumbu dan diawetkan dengan garam. Satu porsi olahan biasanya mengandung 500 mg natrium bahkan lebih. Selain tinggi garam, daging olahan juga mengandung lemak yang tinggi. Jadi, pengidap hipertensi usahakan untuk membeli daging segar yang rendah lemak ketimbang membeli daging olahan ya.

3. Makanan Tinggi Gula

Kamu mungkin sudah tahu bahwa asupan gula berlebihan bisa menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. Tapi, tahukah kamu, bahwa asupan gula yang tinggi juga bisa meningkatkan tekanan darah tinggi? Gula memang berkontribusi pada peningkatan obesitas dan kebanyakan pengidap hipertensi adalah orang yang mengidap obesitas.

Itulah sebabnya, makanan dan minuman tinggi gula berkorelasi dengan peningkatan tekanan darah. The American Heart Association merekomendasikan agar wanita membatasi asupan gula tambahan sampai 6 sendok teh. Sedangkan pria, dianjurkan untuk membatasi asupan gula  hingga 9 sendok teh.

Baca Juga : Ini Menu Buka Puasa Sehat Bagi Pengidap Hipertensi

4. Makanan Tinggi Lemak

Orang dengan tekanan darah tinggi  juga harus mengurangi lemak jenuh dan menghindari lemak trans. Contoh jenis makanan yang mengandung tinggi lemak, yaitu, kulit ayam, susu full cream, daging merah, dan mentega. Lemak trans alami ditemukan di dalam daging berlemak dan produk susu. Namun, penyumbang lemak trans terbesar adalah makanan yang kemasan dan makanan cepat saji.

Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kebanyakan orang menyebutnya lemak jahat. Kadar LDL yang tinggi juga berkontribusi untuk memicu tekanan darah tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan pengembangan penyakit jantung koroner.

5. Acar

Seperti yang kita tahu, proses pengawetan makanan pastinya membutuhkan garam. Garam bekerja untuk menghentikan makanan dari pembusukan dan membuatnya bisa disimpan lebih lama. Salah satu sayuran yang sering diawetkan menggunakan garam adalah mentimun. Setelah diawetkan, mentimun menjadi acar yang biasanya dijadikan makanan pendamping dari sajian utama.

Proses pembuatan acar, mengubah mentimun menjadi spons yang menyerap semua kandungan natrium. Semakin lama sayuran berada dalam pengalengan dan terendam cairan garam, semakin banyak natrium yang bisa timun serap. Satu acar utuh bisa mengandung 390 mg garam. Karena alasan tersebut, pengidap hipertensi sebaiknya hindari mengonsumsi acar.

Baca Juga: 4 Makanan Khas Puasa Ini Bikin Hipertensi Makin Parah

Sebelum menjalankan puasa, ada baiknya untuk memeriksa tekanan darah. Sebab, tekanan darah yang tidak normal malah akan mengganggu ibadah puasamu. Sekarang, cek kesehatan tak perlu repot untuk pergi ke klinik lho. Gunakan fitur Get a Lab Checkup yang ada di aplikasi Halodoc, lalu tentukan jenis dan waktu pemeriksaan. Petugas lab akan datang ke tempatmu sesuai waktu yang ditetapkan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!