Ini Pentingnya Cek Ketergantungan Obat Saat Kasus Narkoba

Bukan Cuma Cek Urine, Ini Pentingnya Cek Ketergantungan Obat Saat Kasus Narkoba

Halodoc, Jakarta - Ada kecanduan obat, ada pula ketergantungan obat. Namun, apa kamu sudah tahu perbedaan dari kedua istilah tersebut? Sebab, keduanya memiliki pemahaman yang berbeda. Singkatnya, seorang yang mengalami ketergantungan obat belum tentu dirinya seorang pecandu. Namun, seorang yang sudah kecanduan, kemungkinan besar dirinya mengalami ketergantungan obat.

Baca juga: Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Memenuhi Kebutuhan Fisik dan Psikis

Ketergantungan obat sendiri bisa diartikan sebagai proses konsumsi obat yang dilakukan secara berulang-ulang. Berulang-ulang di sini tentunya melebihi aturan penggunaanya atau tak sesuai dengan anjuran dokter. Pengonsumsinya melakukan hal ini tanpa memikirkan efek samping yang ditimbulkan dari kebiasaan ini. Di sisi lain, mereka melakukannya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, ataupun keduanya.

Tubuh akan menyesuaikan diri dengan kehadiran obat tersebut, bila seseorang sudah ketergantungan untuk terus mengonsumsi obat-obatan tertentu. Nah, ketika memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya, maka tubuh akan menghasilkan reaksi yang berbeda. Reaksi ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya suatu zat kimia yang telah menjadi kebiasaan dalam tubuh.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Tapi yang perlu diingat, ketergantungan obat ini bisa saja terjadi, bahkan meski seseorang menggunakan obat tersebut sesuai aturan pakai. Selain itu, ketergantungan ini membuat seseorang kebal terhadap efek obat. Reaksi kebal obat inilah yang akan membuat mereka cenderung menaikkan dosis sendiri agar mendapatkan efek yang diinginkan.

Lalu, apa jadinya ketika ketika tubuh berhenti mengonsumsi obat tersebut? Di sini tubuh akan memberontak dengan menunjukkan reaksi penarikan atau gejala putus obat. Sebab, kebutuhan akan suatu zat kimia dalam tubuh tak terpenuhi lagi. Gejalanya yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari pusing hingga halusinasi.

Prosedur Tes Ketergantungan Obat

Untuk mendiangnosis apakah seseorang mengalami ketergantungan obat tidaklah mudah. Prosesnya membutuhkan evaluasi menyeluruh. Mulai dari melibatkan dokter, psikiater, dan psikolog. Selain itu, bila obat yang membuat ketergantungan adalah narkotika. Biasanya memerlukan pemeriksaan dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).

Dalam ketergantungan narkoba ini, rangkaian tes, seperti tes darah, urine, hingga tes laboratorium lainnya merupakan serangkaian tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis adanya penggunaan obat. Tes-tes tersebut bukanlah tes diagnostik untuk ketergantungan obat. Namun, tes itu digunakan untuk memantau perawatan dan pemulihan.

Biasanya tenaga profesional akan menggunakan kriteria dalam Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, untuk mendiagnosis gangguan penggunaan obat.

Nah, ketika seseorang diduga mengalami ketergantungan, dokter akan melakukan serangkaian terapi sebagai langkah selanjutnya. Pasalnya, sampai saat itu belum ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi ketergantungan atau kecanduan obat.

Kenali Gejala Ketergantungan Obat

Seperti yang telah dijelaskan di atas, tubuh akan “memberontak” ketika berhenti mengonsumsi obat yang selama ini diminum. Pada kondisi ini tubuh juga akan menimbulkan berbagai gejala. Misalnya:

  • Halusinasi.
  • Diare.
  • Pupil mata membesar.
  • Tiba-tiba kulit menjadi dingin dan berkeringat atau panas dan kering.
  • Sakit perut, mual, hingga muntah.
  • Nyeri dada.
  • Pingsan atau hilang kesadaran.
  • Tremor.
  • Timbulnya masalah pernapasan dan tekanan darah.
  • Kejang-kejang.

Baca juga: Pertolongan Pertama Overdosis Narkoba

Nah, bila dirimu mengalami hal-hal seperti di atas, serta memiliki riwayat mengonsumsi obat dalam jumlah banyak dan waktu yang lama, segeralah kunjungi dokter.

Memiliki masalah pada ketergantungan narkoba atau obat? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!