04 December 2018

Ini Penyebab Peyronie pada Mr. P

Ini Penyebab Peyronie pada Mr. P

Halodoc, Jakarta –  Mr. P yang tampak melekuk, entah ke atas atau ke samping bisa menjadi gejala dari penyakit peyronie. Kondisi ini terjadi karena adanya kelainan dalam organ reproduksi pria yang terjadi akibat pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut. Meski demikian, masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab terbentuknya jaringan parut tersebut.

Biasanya, pembentukan jaringan parut terjadi di sepanjang batang dari Mr. P, dan akan lebih terlihat jelas saat ereksi. Penyakit ini bisa terjadi ke pria di usia berapa saja, hanya saja risiko peyronie disebut lebih besar pada pria usia paruh baya. Lantas, apa yang menjadi penyebab seseorang bisa mengalami kondisi ini?

Sayangnya, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab peyronie pada pria. Namun, sejumlah ahli meyakini kondisi ini bisa jadi dipicu karena adanya cedera pada pembuluh darah disekitar Mr. P yang terjadi secara berulang. Nyatanya, ada banyak aktivitas yang bisa menyebabkan organ ini mengalami cedera, mulai dari aktivitas sehari-hari, saat berolahraga, hingga saat berhubungan intim. Cedera yang terjadi kemudian memicu perdarahan di dalam Mr. P dan memicu reaksi tubuh. Salah satunya adalah terbentuk jaringan parut.

Risiko penyakit ini bisa meningkat karena beberapa faktor, salah satunya usia. Peyronie lebih berisiko menyerang pria di atas usia 55 tahun. Faktor lain terjadinya peyronie adalah riwayat keluarga atau faktor genetik. Penyakit ini pun bisa saja terjadi karena adanya kelainan jaringan ikat, misalnya dupuytren's contracture.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka penyakit ini bisa memicu komplikasi. Mulai dari menimbulkan stres pada diri sendiri dan pasangan, hingga risiko impotensi yang bisa berujung pada ketidakmampuan untuk melakukan hubungan intim.

Berita buruknya, gejala penyakit ini bisa muncul secara tiba-tiba, tapi berkembang secara perlahan. Agar lebih waspada, sangat penting untuk mengetahui gejala dari peyronie. Apa saja?

1. Mr. P Bengkok

Salah satu gejala yang cukup khas dari penyakit ini adalah Mr. P yang berbentuk aneh, yaitu bengkok. Dengan kata lain, ada kemungkinan organ reproduksi pria melengkung ke atas, ke bawah, ke samping kanan, ataupun ke samping kiri.

2. Plak yang Terasa seperti Benjolan

Peyronie menyebabkan munculnya jaringan parut atau plak di bawah lapisan kulit dari Mr. P. Saat disentuh, plak tersebut akan terasa, seperti benjolan atau jaringan padat. Penyakit ini juga bisa menyebabkan Mr. P jadi terlihat lebih pendek dari ukuran semula.

3. Disfungsi Ereksi

Salah satu dampak dari penyakit ini juga akan terasa saat Mr. P ereksi. Penyakit peyronie bisa membuat pengidapnya mengalami gangguan untuk ereksi alias disfungsi ereksi, dan akan sulit  mempertahankannya.

4. Nyeri pada Mr. P

Peyronie bisa menyebabkan rasa nyeri muncul pada sekujur organ reproduksi pria. Tidak hanya saat Mr. P mengalami ereksi, rasa nyeri juga bisa terjadi bahkan saat bagian ini tidak sedang mengalami ereksi sama sekali.

Cari tahu lebih lanjut mengenai penyakit peyronie dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan terlengkap dari dokter yang berpengalaman. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: