Ini Perbedaan Tumor, Kista, dan Miom

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Perbedaan Tumor, Kista, dan Miom

Halodoc, Jakarta – Tumor, kista, dan miom sering dianggap sama. Padahal, ketiganya adalah penyakit berbeda yang memiliki ciri khas berbeda. Agar lebih waspada, ketahui perbedaan tumor, kista, dan miom di sini.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom & Kista

Apa itu Tumor?

Tumor adalah pertumbuhan massa jaringan abnormal di dalam tubuh, bentuknya berupa padatan (daging) atau cairan. Jaringan ini bisa tumbuh dan berkembang di bagian tubuh mana saja, seperti tulang, organ, dan jaringan lunak.

Sebagian tumor bersifat jinak (tidak berbahaya), sebagian lainnya bersifat ganas (dikenal sebagai kanker) yang berpotensi membahayakan tubuh sehingga perlu mendapat penanganan khusus.

Tumor jinak hanya berada di satu tempat dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Gejalanya berupa nyeri panggul, perdarahan abnormal (di luar periode menstruasi), dan tekanan di bagian perut bawah. Jika diobati, tumor jenis ini mengempis dan sembuh. Namun jika tidak, tumor bisa bertambah besar dan menjadi ganas. Bagaimana dengan tumor ganas? Tumor jenis ini rentan menyebar ke bagian tubuh lain dan lebih sulit ditangani.

Tumor disebabkan karena ketidakseimbangan jumlah sel baru yang tumbuh dengan sel lama yang mati. Sel baru terbentuk secara berlebihan di saat sel lama yang seharusnya mati tetap hidup. Kondisi ini dipicu oleh banyak faktor, di antaranya paparan sinar UV matahari, infeksi virus dan bakteri, paparan radiasi atau bahan kimia, efek samping konsumsi obat, serta gaya hidup kurang sehat seperti pola makan buruk, merokok, minum alkohol, dan obesitas.

Apa itu Kista?

Kista adalah kantung berisi cairan, udara, atau bahan lainnya yang menempel pada organ terdekat. Kista termasuk tumor jinak dan biasanya muncul di hati, ginjal, dan payudara. Apa bedanya dengan miom? Perbedaan kista dan miom terletak pada isi di dalamnya. Kista terbentuk akibat penumpukan cairan, sementara miom terbentuk dari jaringan otot.

Kista yang ukurannya terus membesar dan semakin parah akan menimbulkan gejala fisik, meliputi nyeri panggul, menstruasi tidak teratur, perut kembung, dan sering buang air kecil. Meski belum diketahui penyebabnya, diduga bahwa faktor genetik, penyumbatan pada saluran kemih, atau kondisi medis (seperti sindrom ovarium polikistik) diduga menjadi pemicunya.

Baca Juga: Miom dan Tumor, Lebih Bahaya Mana?

Apa itu  Miom?

Miom, disebut juga miom atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan ikat atau otot pada rahim wanita. Penyebab pertumbuhan miom belum diketahui secara pasti, tapi para ahli menduga faktor hormonal sebagai pemicunya.

Keberadaan miom memang jarang disadari. Namun, kamu perlu waspada jika periode menstruasi lebih panjang dan berat, nyeri di bagian belakang kaki, nyeri panggul, nyeri saat berhubungan intim, sering buang air kecil, sembelit, perut kembung, hingga perut membesar. Jika miom sudah menimbulkan gejala, biasanya diperlukan operasi untuk mengangkatnya. Pada kasus yang jarang terjadi, miom bisa berubah menjadi kanker, disebut dengan fibrosarcoma.

Baca Juga: Kaum Hawa Perlu Tahu Jenis-jenis Miom di Rahim

Itulah perbedaan tumor, kista, dan miom yang perlu diketahui. Kalau tiba-tiba muncul benjolan di tubuh, jangan ragu berbicara dengan dokter ahli untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.