Ini Pilihan Pengobatan untuk Atasi Hipoalbuminemia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Pilihan Pengobatan untuk Atasi Hipoalbuminemia

Halodoc, Jakarta -  Hipoalbuminemia adalah kondisi ketika kadar albumin dalam darah berada di bawah batas normal. Lalu apa sebenarnya albumin itu? Albumin merupakan protein utama yang terdapat dalam darah.

Albumin diproduksi oleh organ hati dan berfungsi untuk mengatur tekanan dalam pembuluh darah serta menjaga agar cairan yang terdapat dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan tubuh di sekitarnya. Sehingga jika tubuh kekurangan albumin, dampaknya cukup buruk untuk kesehatan.

Baca juga: Mengenal Albumin & Manfaatnya bagi Ibu Hamil

Kenali Gejala Hipoalbuminemia

Normalnya, seseorang memiliki kadar albumin dalam darah sebanyak 3,5 sampai 4,5 mg/dl. Jika kadar albumin di bawah angka tersebut, maka seseorang dikatakan mengidap hipoalbuminemia. Selain melakukan diagnosis, kondisi ini dilihat dari gejala-gejala yang dialami oleh seseorang ketika memiliki kadar albumin di bawah normal dalam darahnya.

Pembengkakan pada bagian wajah maupun tungkai kaki menjadi gejala yang timbul akibat penyakit hipoalbuminemia. Biasanya, kondisi ini disebabkan adanya penumpukan cairan pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan.

Pembesaran jantung dan adanya perubahan pada denyut jantung juga dinilai sebagai gejala dari penyakit hipoalbuminemia. Seseorang yang mengalami kondisi ini mengalami denyut jantung yang lebih lambat dari biasanya atau bradikardia.

Nafsu makan berkurang juga dialami oleh pengidap hipoalbuminemia yang disertai dengan penurunan berat badan, rasa mual serta hilangnya lemak di bawah lapisan kulit. Pengidap juga mengalami perubahan pada kulit. Biasanya, kulit akan terasa lebih kering dan kasar.

Penyebab Hipoalbuminemia

Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh peradangan dalam tubuh. Peradangan dapat terjadi pasca tindakan operasi atau setelah mengalami luka bakar. Selain itu, kurangnya asupan protein, kalori, vitamin, dan adanya gangguan penyerapan nutrisi yang menyebabkan munculnya kondisi hipoalbuminemia. Perhatikan penyakit yang membuat kadar albumin dalam darah rendah, yaitu:

  1. Hipertiroidisme.

  2. Sindrom nefrotik.

  3. Diabetes.

  4. Sirosis.

  5. Lupus.

  6. Gagal jantung.

Baca juga: Cegah Hipoalbuminemia dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pemeriksaan Hipoalbuminemia

Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan penyakit hipoalbuminemia dalam tubuh seperti:

1. Tes Darah. Proses ini dilakukan untuk memastikan kondisi kadar albumin dalam darah.

2. Pemeriksaan Rasio Albumin Kreatinin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kadar albumin yang bocor melalui urine pasien.

3. Tes Pencitraan. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan sirosis atau gagal jantung. Tes pencitraan yang dilakukan biasanya USG atau foto rontgen.

4. Biopsi. Biopsi dilakukan dengan pengambilan sampel jaringan hati atau ginjal untuk memastikan kondisi hipoalbuminemia .

Pengobatan Hipoalbuminemia

Sebelum memastikan pengobatan yang dilakukan untuk penyakit ini, dokter memastikan penyebab dari hipoalbuminemia terlebih dahulu. Setelah diketahui penyebab pastinya, maka pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebabnya.

Misalnya, kondisi hipoalbuminemia yang disebabkan karena kurangnya asupan vitamin serta nutrisi dalam tubuh tentu dilakukan pengobatan dengan melakukan perubahan pada pola makan pengidap hipoalbuminemia. Sebaiknya lakukan pola makan sehat dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, telur, dada ayam, dan ikan.

Hipoalbuminemia yang disebabkan keluarnya kadar albumin bersama urine diberikan obat-obatan untuk menghambat keluarnya albumin bersama urine. Obat jenis kortikosteroid dapat mencegah turunnya kadar albumin pada pasien yang mengalami peradangan.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kebutuhan nutrisi dan vitamin tubuh kamu. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: 4 Makanan Sehat untuk Pengidap Hipoalbuminemia