Cegah Hipoalbuminemia dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Cegah Hipoalbuminemia dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Halodoc, Jakarta - Hipoalbuminemia terjadi ketika tubuh memiliki kadar albumin dalam darah sangat rendah. Albumin merupakan protein darah yang membentuk sebagian besar plasma darah, salah satu bagian darah berbentuk cair yang menyimpan protein dan sel darah.

Sebagai protein utama dalam plasma darah, albumin berperan dalam banyak fungsi, termasuk menjaga tekanan dalam pembuluh darah dan mengangkut zat seperti hormon dan obat untuk membantu mereka melakukan perjalanan melalui tubuh. Ketika kadar albumin rendah, darah tidak dapat mengangkut bahan penting secara efektif.

Tingkat albumin dianggap rendah jika berada di bawah 3,4 gram per desiliter. Gangguan kesehatan ini terjadi karena beberapa hal berikut ini.

  • Gagal hati. Hati menjadi organ yang memproduksi albumin. Tes albumin sering menjadi bagian dari pemeriksaan fungsi hati. Pasalnya, ada banyak penyakit yang menyebabkan gagal hati, seperti sirosis, kanker hati, hepatitis, dan penyakit hati berlemak.

  • Gagal jantung. Beberapa orang dengan gagal jantung akut mengembangkan kadar albumin yang rendah.

  • Kerusakan ginjal. Masalah pada ginjal menyebabkan mereka melepaskan sejumlah besar protein ke dalam urin. Ini bisa mengambil albumin dalam darah yang menyebabkan hipoalbuminemia.

  • Malnutrisi. Orang dapat mengalami hipoalbuminemia ketika mereka kekurangan gizi atau malnutrisi.

Baca juga: Terkena Hipoalbuminemia, Kenali 15 Gejalanya

Seseorang yang mengalami penyakit ini bisa menunjukkan berbagai gejala, seperti misalnya kebingungan, pusing, dan kurang berenergi. Gejala lainnya berupa kelebihan protein dalam urin, retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan, menunjukkan tanda penyakit kuning, selera makan berubah, kulit kering dan gatal, detak jantung lebih cepat, dan rambut lebih tipis.

Cegah Hipoalbuminemia dengan Terapkan Pola Hidup Sehat

Pengidap hipoalbuminemia mungkin memerlukan pengobatan tertentu untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah. Pengobatan ini termasuk infus albumin. Pilihan pengobatan terbaik adalah mengatasi apa yang menjadi penyebabnya. Jadi, pengidap mungkin akan melakukan berbagai tes kesehatan untuk menentukan mengapa kadar albumin dalam darah bisa sangat rendah.

Perawatan yang dilakukan adalah konsumsi obat tekanan darah untuk pengidap penyakit ginjal atau gagal jantung, obat tertentu untuk mengelola penyakit gastrointestinal, dan perubahan pola hidup sehat. Ini sangat penting karena kadar albumin dalam darah ditentukan oleh kinerja organ hati. Jadi, kurangi konsumsi alkohol, hindari merokok, dan makanan makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi khusus untuk kasus hipoalbuminemia karena malnutrisi.

Baca juga: Uji Fungsi Hati Perlu Dilakukan Supaya Tetap Sehat

Albumin hadir dalam hampir semua produk hewani, seperti daging sapi, susu, keju, telur, ikan, dan yoghurt. Kebutuhan protein harian tubuh adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat tubuh. Namun, kamu juga perlu ingat, tidak sedikit orang sehat juga mengalami penyakit ini. Kondisi ini terjadi karena adanya riwayat penyakit tertentu yang membuat tubuh kesulitan untuk menyerap dan menggunakan albumin.

Waspada hipoalbuminemia, kenali gejalanya, dan cegah dengan penerapan pola hidup sehat setiap hari agar terhindar dari komplikasi. Jika kamu ingin tahu apa saja komplikasi dari gangguan kesehatan ini, bisa langsung bertanya pada dokter ahli melalui ponsel kamu. Caranya dengan download aplikasi Halodoc. Kapan saja dan di mana saja, mendapatkan informasi kesehatan tidak lagi menjadi hal yang sulit dilakukan, karena aplikasi Halodoc siap membantu kamu setiap saat.