Ini Tanda Anak Mengalami Hirschsprung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Tanda Anak Mengalami Hirschsprung

Halodoc, Jakarta – Penyakit hirschsprung adalah suatu kondisi yang memengaruhi usus besar dan menyebabkan masalah dengan buang air besar. Kondisi ini terjadi bawaan sebagai akibat dari sel-sel saraf yang hilang di otot-otot usus bayi.

Bayi baru lahir yang mengidap penyakit hirschsprung biasanya tidak dapat buang air besar beberapa hari setelah kelahiran. Pembedahan untuk memotong atau menghilangkan bagian yang sakit dari usus besar adalah perawatannya. Ketahui gejala penyakit ini untuk penanganan lebih lanjut. 

Baca juga: Ketahui Penanganan yang Tepat untuk Hirschsprung

Tanda Anak Mengalami Hirschsprung

Tanda dan gejala penyakit hirschsprung bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan kondisinya. Biasanya tanda dan gejala muncul sesaat setelah lahir, tetapi kadang-kadang mereka tidak terlihat sampai di kemudian hari. Gejala lainnya, yaitu:

  1. Perut bengkak;

  2. Muntah;

  3. Sembelit atau gas yang mungkin membuat bayi baru lahir rewel; dan

  4. Diare.

Sedangkan pada anak yang lebih besar, tanda dan gejala dapat meliputi:

  1. Perut bengkak;

  2. Sembelit kronis;

  3. Pertumbuhan yang gagal; dan

  4. Kelelahan.

Tidak jelas apa yang menyebabkan penyakit hirschsprung. Kadang-kadang terjadi spontan dalam keluarga dan dalam beberapa kasus, dikaitkan dengan mutasi genetik. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyakit hirschsprung terjadi ketika sel-sel saraf di usus besar tidak terbentuk sepenuhnya. 

Saraf di usus besar mengontrol kontraksi otot yang memindahkan makanan melalui usus. Tanpa kontraksi, feses tetap berada di usus besar. Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan seorang anak mengalami hirschsprung, yaitu: 

Baca juga: Hati-Hati, Hirschsprung Dapat Sebabkan Komplikasi Ini

  1. Memiliki saudara kandung yang juga mengalami hirschsprung. Penyakit hirschsprung bisa diturunkan. Jika ibu memiliki satu anak yang memiliki kondisi tersebut, kemungkinan anak-anak selanjutnya bisa mengalami hal yang sama. 

  2. Anak laki-laki punya kecenderungan lebih tinggi mengalami penyakit ini. 

  3. Memiliki kondisi bawaan lainnya. Penyakit hirschsprung dikaitkan dengan kondisi bawaan tertentu, seperti sindrom down dan kelainan lain yang muncul saat lahir, contohnya penyakit jantung bawaan.

Baca juga: Ketahui 6 Penyakit Langka pada Bayi Baru Lahir

Anak-anak yang mengidap hirschsprung rentan terhadap infeksi usus serius yang disebut enterocolitis. Infeksi ini dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera. Kalau ibu mempunyai anak yang mengalami kondisi seperti hirschsprung, bisa tanyakan langsung kepada dokter di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Diagnosis untuk Mengetahui Pasti

Dokter anak akan melakukan tes untuk mengetahui pergerakan usus anak. Beberapa tes tersebut meliputi: 

  1. X-Ray Perut Menggunakan Pewarna Kontras

Pewarna kontras ditempatkan ke dalam usus melalui tabung khusus yang dimasukkan ke dalam rektum. Pewarna tersebut menciptakan siluet yang jelas, sehingga dokter bisa melihat penampakan usus besar dan dubur.

Pemeriksaan ini bisa melihat jelas kondisi bagian sempit usus dan kondisi di sekitarnya untuk mengetahui apakah ada bengkak atau kondisi abnormal lainnya. 

  1. Tes Manometri

Ini dilakukan untuk mengukur kontrol otot-otot di sekitar dubur (anal manometry). Tes manometri biasanya dilakukan pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Dokter mengembang balon di dalam dubur untuk melihat pergerakan otot. 

  1. Biopsi 

Ini adalah cara paling pasti untuk mengidentifikasi penyakit hirschsprung. Sampel biopsi dapat dikumpulkan menggunakan alat penghisap, kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan apakah sel-sel saraf hilang.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hirschsprung’s Disease
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Hirschsprung’s Disease?
Kids Health. Diakses pada 2019. Hirschsprung Disease