Ketahui Penanganan yang Tepat untuk Hirschsprung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Penanganan yang Tepat untuk Hirschsprung

Halodoc, Jakarta - Meski belum sempurna, setelah dilahirkan, sistem pencernaan bayi akan mulai bekerja, dan buang air besar pertamanya akan terjadi dalam 48 jam setelah kelahirannya. Namun, pada bayi yang mengidap penyakit hirschsprung, hal ini tidak terjadi. Penyakit bawaan lahir ini terjadi karena adanya gangguan saraf pada usus besar, yang menyebabkan feses terjebak di dalam usus. 

Karena merupakan kondisi serius, pengidap hirschsprung perlu segera mendapatkan penanganan dengan metode operasi, baik dengan bedah laparoskopi atau bedah terbuka. Jika dalam 48 jam bayi tidak buang air besar, segera periksakan kondisinya ke dokter, supaya penanganan bisa dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Kenali Hirschsprung, Kondisi yang Sebabkan Bayi Sulit BAB

Kemudian, jika kondisinya stabil, pengidap hirschsprung biasanya hanya memerlukan satu kali operasi, yaitu penarikan usus. Penarikan Usus atau pull-through surgery merupakan prosedur yang dilakukan untuk membuang bagian dalam dari usus besar yang tidak bersaraf, lalu menarik dan menyambungkan usus yang sehat langsung ke anus. 

Namun, jika kondisinya tidak stabil, atau merupakan bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan rendah, dokter biasanya akan menyarankan operasi ostomi, untuk mengurangi risiko komplikasi. Prosedur ostomi biasanya dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pemotongan bagian usus pasien yang bermasalah. 

Setelah pemotongan usus, dokter akan mengarahkan usus yang sehat ke lubang baru (stoma) yang dibuat di perut. Lubang tersebut menjadi pengganti anus untuk membuang feses. Selanjutnya, dokter akan memasangkan kantong khusus ke stoma. Kantong tersebut akan menampung feses. Bila sudah penuh, isi kantong dapat dibuang.

Baca juga: Hati-Hati, Hirschsprung Dapat Sebabkan Komplikasi Ini

Setelah kondisi pasien stabil dan usus besar sudah mulai pulih, tahap kedua prosedur ostomi dapat dilakukan. Tahap kedua ini dilakukan untuk menutup lubang di perut dan menyambungkan usus yang sehat ke dubur atau anus. Kemudian, setelah 2 tahap prosedur itu dilakukan, pengidap biasanya akan menjalani rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari.

Selama menjalani rawat inap, pengidap hirschsprung akan dipantau kondisinya sambil diinfus dan diberi obat pereda nyeri hingga benar-benar pulih. Pada masa perawatan ini, usus akan pulih secara bertahap hingga dapat berfungsi kembali secara normal.

Gejala Hirschsprung Juga Bisa Muncul Saat Anak Sudah Besar

Meski umumnya penyakit hirschsprung sudah dapat diketahui sejak bayi baru lahir, gejala juga bisa baru muncul setelah anak sudah lebih besar. Hal ini biasanya terjadi jika hirschsprung yang dialami tergolong ringan. Penyebab masalah saraf pada usus besar yang menjadi penyebab hirschsprung belum diketahui secara pasti. 

Namun, ada beberapa kondisi yang diduga dapat meningkatkan risiko ketidaksempurnaan pembentukan saraf usus besar, antara lain:

  • Berjenis kelamin laki-laki.

  • Memiliki orangtua atau saudara yang mengidap penyakit Hirschsprung.

  • Mengidap penyakit bawaaan lainnya yang diturunkan, seperti Down syndrome dan penyakit jantung bawaan.

Baca juga: Ketahui 3 Pemeriksaan untuk Deteksi Hirschsprung

Jika penyakit hirschsprung pada bayi dapat dideteksi dengan melihat kemampuan buang air besarnya, pada anak yang berusia lebih besar gejala hirschsprung dapat berupa:

  • Mudah merasa lelah.

  • Perut kembung dan kelihatan buncit.

  • Sembelit yang terjadi dalam jangka panjang (kronis).

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Berat badan tidak bertambah.

  • Tumbuh kembang terganggu.

Oleh karena itu, jika Si Kecil menunjukkan gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis anak yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejala si kecil melalui Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Hirschsprung's disease

Emedicine (Diakses pada 2019). Hirschsprung Disease

WebMD (Diakses pada 2019). What Is Hirschsprung's Disease?