Ini Tanda Pneumonia pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Tanda Pneumonia pada Si Kecil

Halodoc, Jakarta - Mau tahu seberapa seriusnya kasus pneumonia pada anak? Menurut data UNICEF (2015), 920.136 anak-anak di bawah lima tahun meninggal akibat pneumonia. Dengan kata lain, lebih dari 2.500 balita per harinya yang terinfeksi pneumonia. Sangat, mengkhawatirkan bukan? 

Sayangnya masih banyak orang yang menggap remeh penyakit ini. Padahal, dampak pneumonia diam-diam bisa membunuh pengidapnya. Penyebab dianggap remehnya gegara kekeliruan. Penyakit ini sering dianggap biasa, seperti influenza, sehingga bahaya dari pneumonia sering dipandang sebelah mata. 

Para ahli lazim menyederhanakan penyakit ini sebagai infeksi saluran paru-paru. Biang keladinya adalah bakteri yang bisa beragam, tetapi yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Streptococcus pneumoniae. 

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala ketika anak terserang pneumonia?

Baca juga: Pengobatan Bakteri Pneumonia yang Bisa Dilakukan di Rumah

Dari Batuk Hingga Perubahan Warna Kuku 

Jangan kaget, negara kita berada di urutan ke-10 terbanyak untuk angka kematian pneumonia. Berdasarkan laporan rutin Puskesmas pada tahun 2015, ditemukan sekitar 554.650 kasus pneumonia. Sedangkan tahun 2016 (hingga September) terdapat 289.246 kasus. 

Gejala pneumonia amat bervariasi. Hal ini dipengaruhi berdasarkan tingkat keparahannya. Enggak cuma itu, keragaman gejala pneumonia juga dipengaruhi oleh jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Bagaimana dengan gejala pada Si Kecil?

Gejala pneumonia pada anak di bawah usia lima tahun, bisa membuatnya mengalami sesak napas yang cepat dan tidak teratur. Sedangkan pada bayi, mereka bisa saja mengalami muntah-muntah, lemah, tidak berenergi, dan sulit makan serta minum. 

Selain itu, berikut ini gejala yang bisa muncul ketika pneumonia menyerang Si Kecil:

  1. Batuk;

  2. Mengi atau napas berbunyi;

  3. Hidung tersumbat;

  4. Sulit beristirahat;

  5. Bagian perut terasa sakit;

  6. Bagian dada terasa nyeri;

  7. Menggigil;

  8. Nafsu makan menurun;

  9. Pucat dan lesu; dan

  10. Pada kasus yang parah, warna bibir dan kuku jari bisa berubah menjadi kebiruan atau abu-abu. 

Nah, segeralah temui dokter bila Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.

Bukan Cuma Balita

Di Indonesia, penyakit pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Infeksi yang memicu inflasi pada kantong-kantong udara itu bisa terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Imbasnya, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru, akan membengkak dan dipenuhi cairan. 

Baca juga: Waspada Komplikasi yang Diakibatkan Pneumonia Aspirasi

Ingat, meski kebanyakan penyakit ini menyerang balita, tetapi semua orang bisa mengidap penyakit ini. Nah, berikut ini kategori yang rentan terhadap penyakit ini. 

  • Lansia di atas 65 tahun;

  • Pengidap di rumah sakit, terutama mereka yang menggunakan ventilator;

  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis;

  • Perokok aktif dan pasif; dan

  • Mereka yang mengidap sistem imun yang rendah. Misalnya, pengidap penyakit autoimun atau orang yang sedang menjalankan kemoterapi.

Bisa Karena Virus dan Jamur

Untuk kasus di negara kita, bakteri Streptococcus pneumoniae merupakan penyebab pneumonia yang paling sering terjadi. Akan tetapi, sebenarnya penyebab pneumonia bukan cuma bakteri saja. 

Nah, berikut ini beberapa penyebab lainnya: 

  • Mikoplasma. Mikoplasma merupakan organisme, tetapi bukan termasuk virus atau bakteri. Ia memiliki ciri yang menyerupai keduanya.

  • Jamur, biasanya jamur akan menyerang orang dengan gangguan sistem imun.

  • Virus, seperti virus influenza. Pneumonia virus memiliki gejala yang lebih ringan ketimbang pneumonia bakteri. 

Bagi kamu yang ingin berdiskusi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?