Ini Waktu yang Tepat untuk Melakukan Injeksi

Ini Waktu yang Tepat untuk Melakukan Injeksi

Halodoc, Jakarta - Injeksi adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk memasukkan suatu cairan, umumnya obat, ke dalam tubuh seseorang dengan menggunakan jarum hipodermik dan jarum suntik. Tindakan ini menggunakan teknik parenteral, yaitu pemberiannya dapat dilakukan ke seluruh tubuh, kecuali saluran pencernaan.

Injeksi parenteral meliputi injeksi subkutan, intramuskular, intravena, intraperitoneal, intrakardiak, intraartikular, dan intrakavernosa. Selain itu, suntikan adalah salah satu perawatan kesehatan yang paling umum dilakukan di seluruh dunia. Salah satu suntikan yang umum diberikan pada bayi yang baru lahir adalah imunisasi.

Dikarenakan injeksi dapat menyebabkan luka tusukan kecil pada tubuh serta dapat menyebabkan rasa sakit, jenis obat yang diberikan, ukuran jarum, dan kesiapan tubuh untuk mendapatkan injeksi perlu dipersiapkan. Bisa dikatakan bahwa fobia terhadap jarum suntik adalah hal yang umum.

Baca Juga : Kapan Waktu yang Tepat Imunisasi Campak Untuk si Kecil?

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Injeksi

Umumnya, injeksi dilakukan untuk mengobati penyakit yang terjadi atau mencapai tujuan medis tertentu agar mencapai hal yang positif. Hal yang dituju adalah penyembuhan dan juga pencegahan penyakit yang mungkin menyerang. Dokter akan memasukkan cairan tersebut ke dalam suntikan, lalu diinjeksi pada bagian yang menurut dokter akan efektif untuk mengatasi masalah yang terjadi.

Tipe-Tipe Injeksi

Terdapat beberapa injeksi yang umumnya diberikan pada seseorang yang terserang penyakit atau agar dapat mencegah penyakit tertentu menyebar. Berikut adalah beberapa tipe dari injeksi tersebut:

  1. Injeksi Intravena

Beberapa obat harus diberikan melalui suntikan atau injeksi intravena. Dengan kata lain, cairan tersebut dikirim langsung ke pembuluh darah dengan menggunakan jarum atau tabung. Injeksi intravena tersebut menggunakan tabung plastik tipis yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah.

Hal ini dapat dilakukan pada seseorang yang harus menerima obat dengan sangat cepat dan yang dalam keadaan darurat, seperti serangan jantung, stroke, atau keracunan. Seseorang mungkin diberikan pil atau cairan melalui mulut, tetapi hal tersebut tidak cukup cepat memberi dampak pada aliran darah.

  1. Injeksi Intramuskular

Injeksi intramuskular memberikan obat yang memberi dampak langsung pada otot. Dokter sering menggunakan injeksi intramuskular untuk memberikan vaksin dan obat-obatan tertentu lainnya. Seseorang dengan kondisi spesifik, seperti multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis, mungkin perlu memberikan suntikan ini sendiri di rumah atau meminta orang lain untuk membantu.

Baca Juga : Kenali 4 Jenis Injeksi dan Cara Melakukannya

  1. Depot Injeksi

Depot injeksi adalah sebuah persiapan khusus dari suatu pengobatan yang diberikan dengan suntikan atau injeksi. Obat perlahan-lahan dilepaskan ke tubuh selama beberapa minggu. Selain itu, harus selalu dipastikan apabila suntikan depot yang diberikan sama dengan obat yang masuk ke tubuh dalam bentuk tablet. Maka dari itu, manfaat dan efek sampingnya pun akan sama dengan obat tablet.

  1. Injeksi Subkutan

Dalam injeksi subkutan, obat akan dikirimkan ke jaringan antara kulit dan otot. Penyerapan obat dengan injeksi ini lebih lambat daripada injeksi intramuskular. Karena jarum tidak diperlukan mencapai otot, sering kali alat ukur lebih besar dan jarum yang lebih pendek digunakan. Injeksi insulin adalah jenis umum dari obat injeksi subkutan. Vaksin tertentu termasuk MMR, Varicella, dan Zoster diberikan secara subkutan.

Baca Juga : Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Melakukan Suntik Putih

Itulah pembahasan tentang waktu yang tepat untuk melakukan injeksi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal mendapatkan injeksi, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!