• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Perlu Diketahui Tentang Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini yang Perlu Diketahui Tentang Pemeriksaan Fungsi Ginjal

“Ginjal adalah salah satu organ vital yang perlu dijaga kesehatannya. Jika kamu merasa sudah melakukan pola hidup sehat, jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal. Dengan begitu, kamu dapat memastikan jika organ ini bekerja dengan baik atau tidak.”

Halodoc, Jakarta – Ada banyak organ penting di dalam tubuh yang perlu dijaga kesehatannya. Maka dari itu, pemeriksaan fisik perlu dilakukan secara rutin guna memastikan semua organ tubuh berfungsi dengan semestinya, termasuk juga ginjal. Hal ini berguna untuk mendeteksi segala gangguan yang sedang atau berisiko akan terjadi. Nah, berikut beberapa hal yang perlu diketahui terkait pemeriksaan fungsi ginjal!

Berbagai Hal yang Berhubungan dengan Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan di tahun 2013, disebutkan jika sebanyak 2 per 1000 penduduk atau setara 499.800 penduduk Indonesia mengidap penyakit gagal ginjal pada tahun tersebut. Selain itu, sebanyak 6 per 1000 penduduk atau sebanyak 1.499.400 orang yang mengidap batu ginjal. Maka dari itu, sangat penting untuk memastikan organ ini tetap sehat.

Baca juga: 4 Tes untuk Ukur Fungsi Ginjal

Semua orang memiliki kemungkinan untuk mengidap penyakit ginjal kapan saja. Namun, jika gangguan ini ditemukan dan diobati sejak dini, tentu saja masalah yang dapat timbul dapat diperlambat atau bahkan dihentikan agar bisa terobati. Namun, kebanyakan orang yang mengidap penyakit ginjal dini tidak menimbulkan gejala. Karena itu, pemeriksaan fungsi ginjal diperlukan.

Maka dari itu, kamu perlu tahu beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan fungsi ginjal. Berikut ini pemeriksaan yang dapat dilakukan:

1. Pemeriksaan Urine

Salah satu pemeriksaan fungsi ginjal yang paling umum untuk dilakukan adalah tes urine. Pemeriksaan ini disebut juga dengan ACR, yaitu menilai rasio albumin terhadap kreatinin di dalam air urine. Albumin sendiri adalah sejenis protein yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi hanya terdapat dalam darah bukan urine.

Jika seseorang memiliki protein ini di dalam urinnya, kemungkinan jika ginjalnya tidak menyaring darah dengan cukup baik. Hal ini juga dapat menjadi pertanda awal dari penyakit ginjal. Jika tes urine yang dilakukan memberikan hasil positif terhadap albumin, tes perlu dilakukan kembali tiga kali selama tiga bulan. Jika terus positif, maka kemungkinan besar benar mengidap penyakit ginjal.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Gunanya Tes Fungsi Ginjal

2. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan fungsi ginjal lainnya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah. Hal ini berguna untuk memperkirakan GFR (laju filtrasi glomerulus). Darah akan diuji terhadap produk limbah yang disebut kreatinin. Zat ini berasal dari jaringan otot dan ginjal kesulitan untuk mengeluarkannya dari darah saat ginjal rusak.

Setelah pengujian kreatinin, hasilnya akan digunakan untuk menghitung laju filtrasi glomerulus. Angka dari GFR dapat memberitahu ahli medis terkait seberapa efektifnya ginjal untuk berfungsi. Dengan melakukan pemeriksaan ini secara rutin, diharapkan jika terjadi gangguan pada ginjal dapat segera diatasi.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk Mendeteksi Masalah pada Ginjal

Kamu juga dapat melakukan pemesanan untuk pemeriksaan fungsi ginjal di beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan Halodoc. Hanya dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa melakukan pemesanan untuk pemeriksaan ini hanya melalui smartphone di tangan. Sungguh suatu kemudahan!

Selain dua pemeriksaan yang disebutkan sebelumnya, pemeriksaan fungsi ginjal juga dapat dilakukan dengan melakukan tes pencitraan dan biopsi. Pada tes pencitraan, dokter dapat menggunakan metode USG atau CT scan untuk mendapatkan gambaran dari ginjal dan melihat masalah yang ada. 

Lalu, jika dokter menggunakan metode biopsi, biasa ini digunakan untuk mengidentifikasi proses penyakit tertentu dan menentukan jika tubuh merespons pengobatan. Selain itu, metode ini juga kerap digunakan untuk menilai jumlah kerusakan yang terjadi pada ginjal. Dokter akan mengambil potongan kecil pada jaringan ginjal untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Nah, itulah pembahasan lebih lengkap terkait pemeriksaan fungsi ginjal dan beberapa jenis metode yang dapat dilakukan. Dengan mengetahui fakta ini, diharapkan kamu dapat mengerti gambaran besar tentang berbagai cara untuk memastikan ginjal sehat atau tidak. Pastikan untuk melakukannya secara rutin tiap tahun atau jika merasakan gejala dari penyakit ginjal.

Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Know Your Kidney Numbers: Two Simple Tests.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Tests to Measure Kidney Function, Damage and Detect Abnormalities.
NIH. Diakses pada 2021. Your Kidneys & How They Work.