Inilah 10 Olahraga yang Rentan Menyebabkan Hamstring

cedera hamstring saat olahraga, otot hamstring

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu penyuka olahraga sepak bola atau pun hobi menonton pertandingan sepak bola, tentu familiar dengan istilah cedera hamstring. Ya, cedera ini sering disebut-sebut dalam dunia sepak bola karena sering dialami oleh atletnya. Mungkin kamu yang aktif berolahraga pun pernah mengalami cedera ini.

Hamstring terjadi ketika kondisi otot tertarik atau yang juga sering disebut hamstring strains. Kondisi ini juga dapat digambarkan saat otot paha bagian belakang meregang tertarik dan sobek. Umumnya, tingkat keparahan hamstring terjadi dalam 3 tahap dan berdasarkan jumlah serat otot yang terluka:

  • Tahap 1 terjadi ketika ada otot yang meregang dan sobekan yang sangat sedikit dan kecil.

  • Tahap 2 berarti ada sebagian otot yang sobek.

  • Tahap 3 adalah tahapan parah dan berarti otot benar-benar sobek total dan kemungkinan diperlukan tindakan operasi.

Baca juga: Alasan Atlet Sering Alami Cedera Hamstring

Cedera hamstring biasa terjadi dan dialami karena aktivitas yang memiliki risiko tinggi terkena otot hamstring. Beberapa olahraga yang memiliki potensi mengalami cedera ini diantaranya:

  1. Sepak bola.

  2. Baseball.

  3. Basket.

  4. Angkat beban.

  5. Taekwondo.

  6. Ice skating.

  7. Menari.

  8. Pertandingan atletik.

  9. Aktivitas lainnya yang memerlukan permulaan dan perhentian cepat.

Selain karena melakukan olahraga di atas, cedera hamstring juga bisa disebabkan oleh otot hamstring yang meregang melebihi batasnya saat melakukan aktivitas tertentu, seperti berlari atau melompat. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera hamstring adalah:

  • Olahraga. Aktivitas olahraga, seperti berlari, berisiko menyebabkan cedera hamstring.

  • Memiliki riwayat cedera hamstring. Seseorang yang pernah mengalami cedera hamstring lebih berisiko untuk mengalaminya lagi saat beraktivitas.

  • Memiliki kelenturan otot yang kurang baik. Kondisi ini membuat otot tidak dapat menahan beban atau tekanan saat melakukan aktivitas.

Baca juga: Hati-Hati 5 Cedera yang Sering Terjadi Saat Olahraga

Kamu akan mengetahui bahwa kamu sedang mengalami cedera hamstring saat mengalami gejala hamstring seperti:

  • Nyeri pada kaki bagian belakang selama berolahraga.

  • Kejang otot.

  • Bengkak, memar, dan nyeri.

  • Dengan cedera yang cukup serius, orang dapat merasa ototnya menyempit atau pecah dan kadang-kadang merasa seolah-olah kaki belakangnya dipukul keras.

Supaya kamu tidak kembali mengalami cedera hamstring, terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya cedera otot hamstring, di antaranya adalah:

  • Melakukan peregangan ringan setiap hari. Kamu bisa melakukan peregangan ini saat bangun tidur, di tengah-tengah waktu bekerja yang melelahkan, saat tubuh mengalami ketegangan karena pekerjaan, kemacetan, hingga saat sebelum melakukan perjalanan jauh.

  • Sebelum melakukan kegiatan olahraga, sebaiknya selalu lakukan gerakan pemanasan dan pendinginan setiap sebelum dan setelah berolahraga. Lakukan juga gerakan dengan tepat dan memadai sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan.

  • Menjaga kondisi kebugaran tubuh untuk mencegah kelelahan otot.

  • Berlatihlah dengan bijak. Lakukan olahraga sesuai kemampuan tubuh. Tingkatkan intensitas dan frekuensi latihan olahraga secara bertahap jika tubuh telah siap.

  • Gunakan peralatan olahraga, terutama sepatu olahraga yang nyaman, tepat, dan sesuai dengan latihan yang kamu lakukan. Sepatu yang baik dan tepat akan mengurangi risiko kamu mengalami cedera.

  • Hindari melakukan aktivitas atau olahraga sebelum kamu benar-benar pulih dari cedera. Sebaiknya kembalilah beraktivitas secara bertahap.

Baca juga: Inilah 4 Cedera yang Jadi Langganan Pemain Sepak Bola

Untuk mendapatkan penanganan atau pencegahan yang lebih baik, kamu juga dapat melakukan diskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai cedera hamstring. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!