08 October 2018

Alasan Atlet Sering Kena Cedera Hamstring

alasan atlet sering kena cedera hamstring

Halodoc, Jakarta – Cedera saat berolahraga bisa dialami oleh siapa saja, bahkan oleh atlet profesional sekalipun. Dilansir dari laman FIFA, salah satu jenis cedera yang sering dialami oleh para pemain sepak bola adalah cedera hamstring. Cedera ini merupakan kondisi saat seseorang mengalami tarikan atau robekan pada otot hamstring. Enggak hanya para atlet saja, kamu pun yang sering melakukan olahraga yang melibatkan banyak gerakan menendang juga berisiko tinggi mengalami cedera hamstring. Karena itu, yuk kenali cedera ini lebih jauh.

Apa Itu Hamstring?

Hamstring merupakan kumpulan tiga macam otot besar yang berfungsi menghubungkan otot dan tulang. Letak otot hamstring adanya di belakang paha, tepatnya di sepanjang pinggul sampai bagian bawah lutut. Saat berdiri atau berjalan, otot hamstring tidak terlalu banyak digunakan. Namun, saat kamu melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan menekuk lutut, seperti saat berlari, melompat, dan memanjat, otot hamstring akan bekerja sangat aktif.

Penyebab Cedera Hamstring

Hal yang menjadi penyebab utama cedera hamstring adalah karena otot hamstring tertarik melebihi batas kemampuannya untuk meregang saat melakukan aktivitas tertentu, seperti berlari atau melompat. Cedera ini biasanya terjadi akibat gerakan tiba-tiba atau gerakan perlahan, tetapi memberi tarikan atau tekanan yang berlebihan. Beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami cedera hamstring:

  • Olahraga. Melakukan jenis olahraga yang melibatkan gerakan menendang, berlari, ataupun melompat secara intens bisa jadi penyebab cedera hamstring. Itulah mengapa atlet sepak bola berisiko tinggi mengalami cedera ini.
  • Riwayat Cedera Hamstring. Orang yang pernah mengalami cedera hamstring berisiko mengalaminya kembali dan biasanya memerlukan waktu yang lama untuk pulih dibandingkan cedera hamstring yang pertama kali.
  • Memiliki Otot yang Kurang Lentur. Otot yang kurang lentur tidak bisa menahan beban atau tekanan saat melakukan aktivitas fisik yang berat.
  • Otot Berkembang Secara Tidak Seimbang. Menurut para ahli, cedera hamstring juga bisa disebabkan karena perkembangan otot yang tidak seimbang, misalnya bila otot paha bagian depan (quadriceps) lebih kuat daripada otot hamstring.

Jenis Cedera Hamstring

Cedera hamstring umumnya dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1: tarikan yang terjadi pada otot hamstring masih ringan
  • Tingkat 2: sebagian otot hamstring robek
  • Tingkat 3: robekan terjadi pada seluruh bagian otot hamstring

Gejala Cedera Hamstring

Gejala-gejala yang akan kamu rasakan bila mengalami cedera hamstring, antara lain bagian belakang paha terasa sakit seperti ada sesuatu yang robek atau putus, dan juga disertai dengan bengkak, serta nyeri dan memar. Kamu juga mungkin akan kesulitan untuk berdiri atau menahan beban pada bagian yang cedera.

Cara Mencegah Cedera Hamstring

Jadi, bila kamu sering melakukan olahraga yang banyak menggunakan otot hamstring, lakukanlah hal-hal berikut agar kamu terhindar dari cedera hamstring:

  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya.
  • Lakukan peregangan dan latihan penguatan otot hamstring secara rutin untuk mencegah cedera hamstring.
  • Bila ingin meningkatkan intensitas latihan, lakukanlah secara bertahap.
  • Segera berhenti berolahraga bila merasakan sakit di bagian belakang paha.

Cara Mengatasi Cedera Hamstring

Namun, bila kamu terlanjur mengalami cedera hamstring, berikut adalah cara-cara untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkaknya:

  • Banyak beristirahat dan hindarilah melakukan aktivitas yang menggunakan tungkai secara berlebihan.  
  • Kalau bisa, saat berbaring posisikan tungkai lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi bengkak.
  • Kompres bagian tungkai yang cedera dengan menggunakan handuk yang berisi es batu untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  • Gunakan alat bantu dulu untuk sementara saat berjalan agar tungkai yang cedera tidak menahan beban terlalu berat.
  • Balut bagian yang cedera dengan perban untuk mengurangi bengkak.
  • Bila rasa sakitnya cukup menyiksa, kamu bisa minum obat pereda rasa nyeri seperti ibuprofen dan parasetamol yang juga bermanfaat untuk mengurangi bengkak.

Kamu bisa membeli obat dan suplemen yang kamu butuhkan di Halodoc lho. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order saja lewat fitur Apotik Antar, dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: