03 November 2018

Inilah 3 Jenis Sindrom Turner yang Hanya Terjadi pada Wanita

inilah 3 jenis sindrom turner yang hanya terjadi pada wanita

Halodoc, Jakarta – Penyakit genetik adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan satu atau lebih gen. Biasanya, kelainan gen berdampak buruk pada kesehatan seseorang. Kelainan gen dapat menyebabkan seseorang mengalami down syndrome atau penyakit Huntington. Ternyata tidak hanya itu saja, ada beberapa penyakit lain yang dapat disebabkan karena adanya kelainan genetik misalnya sindrom Turner.

Sindrom Turner adalah salah satu penyakit kelainan genetik yang diakibatkan adanya kerusakan dan kecacatan pada kromosom seseorang. Sindrom Turner hanya dialami oleh wanita. Kelainan ini terjadi ketika kromosom X hilang sebagian atau keseluruhan. Setiap orang dilahirkan dengan 23 kromosom dan di antaranya adalah kromosom seks yang menentukan jenis kelamin seseorang. Biasanya, ibu memberikan kromosom X sedangkan ayah bisa memberikan kromosom X atau Y. Inilah yang menentukan jenis kelamin pada janin dalam kandungan. Jika kromosom X dari ibu dipasangkan dengan kromosom X dari ayah, janin akan memiliki jenis kelamin perempuan. Begitu pula, jika kromosom X dipasangkan dengan kromosom Y dari ayah, anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki.

Sindrom Turner bisa terjadi ketika janin hanya memiliki satu kromosom X yang sehat. Ketika kromosom X pasangan rusak, tidak normal atau hilang, maka janin tersebut bisa mengalami sindrom Turner.

Jenis Sindrom Turner

Sebaiknya lakukan pemeriksaan secara detail pada masa kehamilan agar kondisi ini bisa ditangani dengan baik. Seseorang yang mengalami sindrom Turner akan mengalami masalah pada fisiknya, seperti lambatnya tumbuh kembang fisik anak sehingga postur tubuh tidak sesuai usianya. Sindrom Turner dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Sindrom Turner Klasik

Sindrom Turner Klasik adalah kondisi yang menyebabkan seseorang hanya memiliki satu kromosom X. Sedangkan kromosom X lainnya atau satu dari dua kromosom X yang dihasilkan dari pasangan menghilang sepenuhnya.

2. Sindrom Turner Mosaik

Berbeda dengan sindrom Turner Klasik, sindrom Turner Mosaik adalah kondisi ketika kromosom X lengkap pada sebagian, namun kromosom X yang lainnya rusak atau tidak normal.

3. Material Kromosom Y

Dalam beberapa kasus sindrom Turner, ada beberapa sel yang memiliki kromosom X dan pembawa kromosom X dan Y. Jika gen dalam sebuah janin sudah ditentukan dan berkembang menjadi seorang perempuan, namun ketika material kromosom Y muncul pada genetik tersebut, kemungkinan janin tersebut memiliki komplikasi penyakit atau meningkatkan risiko kanker tumor jaringan alat kelamin primer.

Pada wanita yang mengalami sindrom Turner akan terlihat perbedaan pada fisik mereka. Biasanya, wanita yang mengalami sindrom Turner memiliki fisik yang tidak sesuai dengan usia mereka. Pengidap sindrom Turner juga dapat mengalami masalah, seperti mengalami masa pubertas yang lambat, ovarium tidak berfungsi secara sempurna, hingga gangguan mental.

Komplikasi Penyakit

Faktanya, sindrom Turner dapat menyebabkan komplikasi penyakit, seperti gangguan pendengaran, gangguan jantung, gangguan ginjal, darah tinggi, gangguan kesehatan gigi, dan gangguan pertumbuhan pada tulang. Sebaiknya, jaga kesehatan ayah dan ibu sebelum masa kehamilan. Konsumsi makanan yang sehat agar nutrisi dan gizi dari ayah maupun ibu bisa terpenuhi sehingga kualitas sel telur maupun sperma baik.

Itulah jenis dari sindrom Turner yang perlu diketahui. Jika ibu memiliki keluhan selama masa kehamilan, bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai masa kehamilan yang sehat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: