Atresia Ani

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Atresia Ani

Atresia ani atau disebut juga anus imperforate adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya terbentuk tidak sempurna.

Pada atresia ani, kelainan juga bisa terjadi di area tubuh yang lain seperti kelainan di organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin. Umumnya dikategorikan sebagai berikut:

  • Kelainan di tingkat bawah yakni berupa lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup akibat usus rektum yang masih menempel pada kulit. Lubang anus yang tertutup umumnya disertai dengan cacat lahir lain, seperti gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, atau anomali pada tangan dan kaki.

  • Kelainan di tingkat atas yaitu posisi usus besar yang terletak di rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula merupakan terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh.

  • Lubang posterior atau kloaka yang persisten yakni kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Baca juga: Inilah 4 Fakta Penting Tentang Atresia Ani

 

Faktor Risiko Atresia Ani

Ada berbagai macam faktor yang bisa meningkatkan risiko atresia ani pada bayi, antara lain:

  • Jenis kelamin. Atresia ani terjadi lebih banyak pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.

  • Memiliki cacat lahir lainnya.

  • Ibu menggunakan steroid inhalers selama masa kehamilan.

 

Penyebab Atresia Ani

Dalam kondisi normal, saluran kemih, lubang anus, dan kelamin akan terbentuk pada usia kehamilan delapan minggu melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin. Namun, bila terjadi gangguan pada masa perkembangan janin tersebut, hal ini bisa memicu atresia ani. Hingga saat ini, penyebab gangguan perkembangan ini belum diketahui secara pasti, tapi ahli menduga bahwa atresia ani disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika.

 

Gejala Atresia Ani

Gejala-gejala atresia ani biasanya terlihat jelas setelah bayi lahir, antara lain:

  • Bayi tidak memiliki lubang anal.

  • Pada bayi perempuan, posisi lubang anal berada di tempat yang salah, seperti terlalu dekat dengan vagina.

  • Bayi tidak buang air besar selama 24 sampai 48 jam pertama kehidupan.

  • Feses keluar melalui tempat yang salah, seperti uretra, vagina, skrotum, atau pangkal penis.

  • Perut bengkak.

Baca juga: Cegah Atresia Ani dengan 4 Cara Ini

 

Diagnosis Atresia Ani

Dokter biasanya bisa mendiagnosis atresia ani dengan melakukan pemeriksaan fisik setelah lahir. Pemeriksaan seperti X-ray perut dan USG perut juga diperlukan untuk membantu menentukan tingkat keparahan kelainan.

Setelah mendiagnosis atresia ani, dokter anak juga perlu menguji kelainan lainnya terkait dengan kondisi ini. Beberapa jenis tes yang biasanya digunakan, antara lain:

  • Sinar X tulang belakang untuk mendeteksi kelainan tulang.

  • USG tulang belakang untuk mencari kelainan pada tubuh vertebral atau tulang belakang.

  • Ekokardiogram untuk mendeteksi anomaly jantung.

  • MRI untuk mencari bukti cacat esofagus seperti pembentukan fistula dengan trakea atau batang tenggorokan.

 

Komplikasi Atresia Ani

Sebagian komplikasi dapat terjadi pada saat operasi yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Operasi pembuatan lubang pengganti anus (kolostomi), misalnya, bisa menyebabkan risiko infeksi organ-organ kemih meningkat. Selain itu, komplikasi yang bisa terjadi adalah stenosis (penyempitan) pada lubang anus buatan. Ini terjadi apabila kulit pasien mempunyai kecenderungan membentuk keloid (jaringan parut). Kondisi ini mengharuskan perbaikan kembali dengan cara operasi.

 

Pengobatan Atresia Ani

Untuk penanganan atresia ani, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, dokter akan mempertimbangkan prosedur yang akan dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan bayi.

Pada bayi yang tidak memiliki lubang anus, ia akan diberi asupan melalui infus. Jika ada fistula (terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh) biasanya dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik.

Pada sebagian besar kasus lubang anus yang tertutup akan membutuhkan operasi secepatnya guna membentuk saluran pembuangan untuk kotoran. Namun begitu, operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena posisi organ yang mengalami gangguan terletak jauh dalam panggul. Belum lagi faktor usia bayi yang sangat muda sehingga risiko komplikasi juga semakin meningkat.

Baca juga: 3 Jenis Operasi untuk Atasi Kondisi Atresia Ani

 

Pencegahan Atresia Ani

Lakukan pemeriksaan kandungan dengan rutin dan ketahui tumbuh kembang bayi untuk mengetahui sejauh mana pertumbuhannya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala  atresia ani seperti di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Imperforate Anus.
Nation Wide Childrens. Diakses pada 2019. Anorectal Malformations (Imperforate Anus): Diagnosis and Treatment.

Diperbarui pada tanggal 30 Agustus 2019.