05 November 2018

Inilah 4 Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

Inilah 4 Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Gangguan kejiwaan yang ditandai dengan gangguan pikiran, perilaku yang tidak normal, dan perilaku anti sosial disebut dengan skizofrenia. Pengidap gangguan kejiwaan ini kerap kali kesulitan dalam membedakan hal apa saja yang merupakan kenyataan dan khayalan.

Penyebab Skizofrenia

Para ilmuwan hingga kini belum mengetahui secara pasti yang menyebabkan kondisi ini dapat terjadi. Meskipun hanya satu persen dari total penduduk dunia yang terserang penyakit ini, skizofrenia membuat pengidapnya tidak dapat lagi beraktivitas sebagaimana mestinya. Para peneliti meyakini bahwa gen adalah salah satu faktor penting yang mengembangkan kondisi ini dapat terjadi dan berkembang pada otak manusia yang bahkan dimulai saat sebelum dilahirkan.

Di sisi lain, peneliti telah mengamati bahwa infeksi virus pada ibu juga dapat meningkatkan risiko. Sebagai contoh, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa keturunan tingkat tinggi protein pro-inflamasi yang disebut interleukin-8 dua kali lebih mungkin untuk terkena skizofrenia. Jadi, genetika, inflamasi terjadi sejak dalam kandungan, dan ikatan ibu-anak adalah yang yang berperan dalam perkembangan skizofrenia.

Jenis Skizofrenia

Penderita gangguan jiwa skizofrenia mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Kebanyakan dari penderita mengalami ketakutan atau paranoid yang luar biasa. Skizofrenia dikatakan merupakan kondisi yang kronis karena pengidapnya tidak dapat dilepaskan dari pengobatan. Kebanyakan mereka mendapatkan perawatan seumur hidup. Sebaiknya kamu mengenali fakta mengenai skizofrenia untuk dapat mengidentifikasi penyakit ini. Berikut ini jenis skizofrenia berdasarkan gejala yang muncul:

  • Skizofrenia paranoid

Jenis skizofrenia ini paling sering muncul gejalanya, termasuk di antaranya adalah sering mengalami delusi dan halusinasi. Pengidap menunjukkan perilaku yang tidak normal seakan ia sedang diawasi sehingga ia menunjukkan rasa marah, gelisah, bahkan benci terhadap seseorang. Mereka yang mengalami skizofrenia paranoid masih memiliki fungsi intelektual dan ekspresi yang tergolong normal.

  • Skizofrenia Katonik

Pengidap skizofrenia jenis ini dikenali dengan adanya gangguan pergerakan. Mereka cenderung tidak bergerak atau justru bergerak hiperaktif. Beberapa juga ditemukan sama sekali tidak mau berbicara, atau senang mengulangi perkataan orang lain. Pengidap penyakit ini sering kali tidak memedulikan kondisi kebersihan dirinya dan tidak mampu menyelesaikan aktivitas yang dilakukan.

  • Skizofrenia Tidak teratur

Jenis ini adalah jenis yang memiliki kemungkinan paling kecil untuk disembuhkan. Pengidap gangguan jiwa tipe ini ditandai dengan ucapan dan tingkah laku yang tidak teratur dan sulit dipahami. Terkadang mereka tertawa tanpa alasan jelas, atau terlihat sibuk dengan persepsi yang mereka miliki.

  • Skizofrenia Diferentiatif

Jenis skizofrenia ini adalah yang paling sering terjadi. Gejala yang muncul adalah kombinasi dari beragam subtipe dari skizofrenia lainnya.

  • Skizofrenia Residual

Pengidap skizofrenia jenis ini tidak menunjukkan gejala umum dari skizofrenia seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam berbicara dan berperilaku. Mereka mendapat didiagnosis setelah satu dari empat jenis skizofrenia lain telah terjadi.

Apabila kamu ingin tahu lebih banyak skizofrenia serta masalah kesehatan psikis lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: