• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Cara Penularan Penyakit Menular Seksual

Inilah Cara Penularan Penyakit Menular Seksual

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Inilah Cara Penularan Penyakit Menular Seksual

Halodoc, Jakarta - Pendidikan seksual yang minim di sekolah menyebabkan banyak orang tidak paham terkait cara aman untuk berhubungan intim. Hal ini juga membuat anak tidak tahu batasan usia untuk melakukan seks karena kerap dianggap tabu. Dampaknya, kebanyakan anak tidak mengetahui risiko yang bisa terjadi saat melakukannya.

Salah satu risiko yang dapat terjadi saat seseorang melakukan hubungan badan adalah penyakit menular seksual. Gangguan ini dapat menyebabkan ruam dan rasa nyeri pada area kelamin. Beberapa hal dapat menjadi penyebab seseorang mengidap penyakit pada kelamin ini. Ketahui penyebab dari gangguan tersebut di sini!

Baca juga: Ketahui Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual

Cara Penyakit Menular Seksual Menyebar

Penyakit menular seksual, atau disebut juga infeksi menular seksual adalah gangguan yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang mengakibatkan pengidapnya mengalami rasa tidak nyaman pada bagian intim. Meski begitu, gangguan ini tidak selalu menimbulkan gejala tertentu. Karena itulah, seseorang dapat tertular penyakit ini dari seseorang yang tampak sehat dan tidak terlihat jika dirinya telah terinfeksi.

Lalu, bagaimana sebenarnya penyebaran dari penyakit menular seksual terjadi?

Pada umumnya, gangguan pada organ intim ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dari seseorang yang telah terinfeksi, seperti darah, cairan vagina, atau air mani. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan kulit atau selaput lendir yang telah terinfeksi, contohnya luka di mulut. Paparan semua penyebab tersebut dapat terjadi saat melakukan hubungan intim melalui Miss V, anal, hingga oral.

Selain melalui hubungan intim, seseorang juga dapat terjangkit penyakit menular seksual saat berbagi jarum suntik yang umumnya digunakan para pengguna narkoba. Meski begitu, gangguan ini juga dapat menyebar saat kutu dan kudis yang terjadi pada organ intim menyebar melalui kontak pribadi pada seseorang yang dekat dan berbagi alat pribadi, seperti pakaian, seprai, hingga handuk.

Maka dari itu, kamu juga harus tahu beberapa risiko yang dapat menyebabkan seseorang berisiko tinggi untuk mengidap penyakit menular seksual. Hal tersebut, antara lain memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau kerap berganti-ganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan orang yang kerap berganti pasangan, dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan lainnya terkait penyakit menular seksual, dokter dari Halodoc siap membantu kapan dan di mana saja. Kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call, pada aplikasi Halodoc agar interaksi menjadi lebih mudah. Maka dari itu, download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual yang Masih Bisa Sembuh

Penyebab dari Penyakit Menular Seksual

Gangguan yang dapat menyerang organ intim ini dapat mencakup semua jenis infeksi. Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri adalah klamidia, gonore, dan sifilis. Lalu, jenis gangguan yang disebabkan oleh virus adalah HIV, herpes genital, kutil kelamin (HPV), dan hepatitis B. Selain itu, seseorang juga dapat mengidap penyakit ini disebabkan oleh parasit dan contoh penyakitnya adalah trikomoniasis.

Segala penyebab dari gangguan tersebut akan bersembunyi di air mani, darah, cairan vagina, dan terkadang air liur. Sebagian besar organisme tersebut dapat menyebar melalui hubungan intim tanpa menggunakan pengaman. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengetahui latar belakang seseorang jika ingin melakukan hubungan intim tanpa pengaman atau pastikan selalu menggunakan kondom saat seks dilakukan.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Gejala Penyakit Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Itulah beberapa cara yang dapat menyebabkan seseorang tertular penyakit menular seksual. Dengan mengetahui cara penularannya, diharapkan kamu dapat menghindarinya agar tidak terjadi. Dengan begitu, virus atau kuman penyebab penyakit tersebut tidak hinggap di tubuh.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sexually transmitted diseases (STDs).
Center for Young Women’s Health. Diakses pada 2020. Sexually Transmitted Infections (STIs): General Information.
Web MD. Diakses pada 2020. Understanding Sexually Transmitted Diseases (STDs).