Inilah Efek Samping dari Operasi Katup Jantung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
operasi katup jantung

Halodoc, Jakarta - Setelah melakukan tindakan operasi katup jantung, tentunya kamu akan menjalani perawatan dan pemulihan pasca operasi di ruang ICU selama beberapa hari. Biasanya, lamanya waktu rawat inap di rumah sakit sekitar 5-7 hari sebelum dibolehkan untuk pulang dan rawat jalan. Selama perawatan di ICU, kamu akan dipantau kondisinya mulai dari tekanan darah, kadar oksigen dalam darah laju pernapasan, serta elektrokardiografi.

Setelah menjalani operasi katup jantung, bisanya kamu akan merasakan beberapa efek samping. Misalnya nyeri di bagian operasi akibat insisi dan pembukaan tulang dada. Selain itu, akan ada rasa tidak nyaman saat bernapas ketika alat bantu pernapasan sudah dilepas, tetapi itu hanya sementara. Kesulitan untuk makan dan minum pun akan kamu rasakan, sehingga asupan nutrisi pasien dilakukan melalui infus.

Baca juga: Serba-serbi Operasi Jantung yang Perlu Diketahui

Kamu tidak perlu khawatir, operasi katup jantung cukup aman untuk dijalani. Sejauh ini, tingkat keberhasilan operasi katup jantung sekitar 98 persen. Namun, perlu kamu ingat bahwa operasi katup jantung adalah prosedur medis yang juga memiliki efek samping. Efek samping yang mungkin dialami oleh pengidap, di antaranya:

  • Perdarahan.
  • Infeksi.
  • Penggumpalan darah.
  • Stroke.
  • Gangguan katup jantung yang baru menjalani perbaikan atau pergantian.
  • Serangan jantung.
  • Denyut jantung tidak teratur (aritmia).
  • Pankreatitis.
  • Pneumonia.
  • Gangguan pernapasan.
  • Kematian.

Untuk mewaspadai terjadinya infeksi, pengidap dan keluarga harus memperhatikan gejala-gejala berikut:

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Sulit bernapas.
  • Nyeri di daerah operasi.
  • Kemerahan, pembengkakan, perdarahan, dan keluarnya cairan di lokasi operasi.
  • Denyut jantung bertambah cepat atau menjadi tidak beraturan.

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Selain memunculkan efek samping, operasi katup jantung juga mengharuskan kamu untuk teliti dalam membersihkan area luka sayatan. Dengan begitu, penyembuhan akan lebih cepat dan infeksi pun bisa dicegah. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan kebersihan dan perawatannya adalah:

  • Rawat luka tanpa mengangkat plester setiap hari. Usap area luka dengan lembut menggunakan sabun bayi, kemudian bilas dengan air hangat. Jaga supaya luka pasca operasi selalu kering dan bersih.
  • Luka sayatan akan mudah terbakar dan dapat menghitam apabila terkena sinar matahari. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya jauhkan luka dari paparan sinar matahari selama satu tahun pertama setelah operasi.
  • Jangan olesi area luka dengan krim, bedak atau salep kecuali yang diresepkan oleh dokter.

Merupakan hal normal jika kamu merasakan gatal, nyeri, mati rasa, atau menemukan benjolan pada luka. Seiring berjalannya waktu dan dengan bantuan obat, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi dokter apabila area luka bertambah bengkak, nyeri bernanah, memerah, atau mengalami demam.

Baca juga: Cara Pencegahan dan Pengobatan Endokarditis

Setelah tiga bulan pasca operasi, besar kemungkinan kamu sudah mulai bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Namun, jika kamu merasa ragu, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Menjalani gaya hidup sehat setelah operasi katup jantung pun sangat disarankan, mulai dari berhenti merokok, memperbaiki pola makan, aktif secara fisik, hingga mengendalikan stres.

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai efek samping hingga perawatan pasca operasi katup jantung. Pastikan kamu melakukan langkah yang tepat dengan berdiskusi bersama dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.