Inilah Hal yang Bisa Sebabkan Si Kecil Alami Kejang

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Inilah Hal yang Bisa Sebabkan Si Kecil Alami Kejang

Halodoc, Jakarta – Anak yang mengalami demam cukup tinggi perlu mendapatkan perhatian dan pengawasan dari orangtua. Ada banyak gangguan kesehatan yang dialami bayi yang mengalami demam, salah satunya adalah kejang.

Mendapati anak mengalami kondisi kejang dapat membuat orangtua khawatir dan panik terhadap kondisi kesehatan anak. Sebaiknya jangan panik dulu, ketahui apa saja kondisi yang membuat anak mengalami kejang.

Baca juga: Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Anak Kejang

Fungsi dan gerak seluruh anggota tubuh dipengaruhi oleh fungsi kerja otak melalui sinyal listrik  pada tubuh yang dikenal dengan neurotransmitter. Sinyal listrik dari otak dikirim menuju saraf otot sehingga tubuh berfungsi dengan baik termasuk gerakan-gerakan yang dihasilkan.

Namun, ketika adanya gangguan pada neurotransmitter pada tubuh kondisi ini menyebabkan anak mengalami gangguan pada gerakan, kesadaran serta menyebabkan perilaku yang tidak biasa tanpa mampu dikendalikan oleh tubuh.

Ada beberapa penyebab yang membuat neurotransmitter terganggu, seperti adanya cedera kepala, masalah keseimbangan senyawa dalam otak, dan infeksi serta kondisi demam yang cukup tinggi.

Kondisi demam ini yang menjadi penyebab terbanyak anak mengalami kondisi kejang. Kejang yang disebabkan demam dikenal sebagai kejang demam.  Ada beberapa gejala yang diperhatikan orangtua ketika anak mengalami kejang yang disebabkan karena demam, seperti kehilangan kesadaran ketika mengalami kejang, namun saat kejang berhenti, kesadaran anak pun kembali normal. Tidak hanya itu, bagian tangan dan kaki anak akan mengalami kondisi kaku.

Ibu juga perhatikan bagian mata anak ketika anak mengalami kejang, mata yang melebar atau berkedip-kedip menjadi gejala kejang yang disebabkan oleh demam. Sebaiknya segera periksa kondisi kesehatan anak pada rumah sakit terdekat ketika anak mengalami demam mencapai 38 derajat Celcius.

Baca juga: Bukan Epilepsi, Kejang Bisa Berarti Meningitis Bakterialis

Apakah Kejang Demam pada Anak Berbahaya?

Ibu, perhatikan kesehatan anak. Kejang yang disebabkan demam dapat terjadi secara berulang ketika demam yang dialami oleh anak tidak menunjukan kondisi yang membaik. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi kejang yang berulang, seperti:

  1. Riwayat kejang demam yang sebelumnya pernah dialami oleh anak maupun keluarga lainnya.

  2. Anak berusia di bawah 12 bulan ketika mengalami demam dan kejang demam.

  3. Temperatur tubuh yang rendah ketika mengalami kejang.

Faktanya, cara untuk menghindari kondisi ini sebaiknya ibu perbanyak asupan makanan yang bernutrisi agar kesehatan anak terjaga dan terhindar dari gangguan penyakit yang membahayakan kesehatan.

Sebaiknya ibu jangan panik ketika mendapati anak mengalami kondisi kejang. Tetaplah bersikap tenang ketika anak mengalami kejang demam. Jangan lupa mengendurkan pakaian yang digunakan anak, khususnya pada bagian leher agar tidak menimbulkan komplikasi lain pada kesehatan anak.

Jangan memasukan apa pun ke dalam mulut anak karena berisiko membuat anak tersedak. Memiringkan posisi anak dapat menghindari anak tersedak oleh makanan maupun minuman yang keluar. Hindari menahan tangan atau kaki anak secara paksa ketika anak kejang untuk menghindari patah tulang. Perhatikan anak dan kondisi kejang yang dialami anak. Tetaplah berada di samping anak agar ibu tetap bisa memantau kondisi perkembangan kesehatan anak.

Baca juga: Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti 3 Gejala Ini