Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti 3 Gejala Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti 3 Gejala Ini

Halodoc, Jakarta - Demam merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius yang diakibatkan karena peradangan. Demam menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering menyerang anak-anak karena pada usia ini, sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Demam muncul sebagai respons tubuh saat sel antibodi melawan virus dan bakteri penyakit.

Baca Juga: 5 Tanda Anak Demam Harus Dibawa ke Dokter

Ibu Perlu Waspada Jika Demam Si Kecil Disertai Gejala Ini

1. Gangguan Pencernaan

Ketika Si Kecil mengalami demam disertai buang air besar (BAB) terus-menerus, bisa jadi ia terkena diare atau tifus. Diare ditandai dengan peningkatan frekuensi BAB (lebih dari tiga kali sehari) dan feses berbentuk cair. Diare bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena infeksi bakteri, virus, parasit, reaksi obat, dan sensitif terhadap makanan tertentu.

Gejala lain yang mungkin dialami adalah mual, muntah, dan tidak nafsu makan. Jika tidak segera ditangani, Si Kecil rentan mengalami dehidrasi. Ibu harus waspada jika diare terjadi saat usia Si Kecil kurang dari 5 tahun. Pasalnya, diare berpotensi sebabkan dehidrasi yang bisa mengancam nyawa.

Baca Juga: Kenali 5 Gejala dan Cara Mengobati Tifus Pada Anak

2. Kesadaran Menurun

Jika Si Kecil demam dan disertai dengan kesadaran menurun atau terlihat sulit dibangunkan, kurang aktif, selalu mengantuk, dan tidak merespons saat diajak bicara, ibu perlu segera membawanya ke dokter. Kondisi ini bisa menjadi tanda DBD, terlebih jika ada ruam merah pada tubuhnya. Jika tidak segera ditangani, Si Kecil bisa mengalami gejala DSS (dengue shock syndrome) seperti mimisan, gusi berdarah, muntah berdarah, dan feses berdarah.

3. Kejang

Kejang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh secara ekstrem. Kejang bisa muncul saat suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat Celsius. Kejang demam biasanya terjadi pada anak berumur 6 bulan-5 tahun. Kejang demam dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Kejang demam sederhana, terjadi hanya satu kali dalam 24 jam, dengan durasi kejang kurang dari 15 menit. Kejang umumnya terjadi pada seluruh tubuh, tidak hanya pada sebagian tubuh.

  • Kejang demam kompleks. Kejang demam tipe ini terjadi lebih dari 15 menit atau lebih dari satu kali dalam 24 jam. Kejang hanya terjadi pada sebagian tubuh.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

Kejang demam sederhana jarang mengakibatkan kerusakan otak ataupun kecacatan mental. Kondisi ini juga bukan merupakan tanda epilepsi. Selain tiga gejala yang perlu sudah disebutkan, ada pula gejala yang wajar dialami oleh Si Kecil ketika mengalami demam, seperti sering menangis (rewel) dan mudah marah. Biasanya demam juga disertai dengan tubuh yang lesu, nyeri tubuh, dan sakit kepala.

Apabila Si Kecil mengalami gejala di atas, ibu bisa menemaninya sambil berdiskusi dengan dokter Halodoc terkait cara penanganan demam yang tepat. Ibu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc, lalu hubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!