21 May 2018

Inilah Proses Terbentuknya Anak Kembar

Inilah Proses Terbentuknya Anak Kembar

Halodoc, Jakarta – Anak kembar adalah dua atau lebih individu yang dilahirkan serupa atau dilahirkan oleh seorang ibu pada hari yang bersamaan. Meskipun dilahirkan oleh individu yang sama, tidak semua anak kembar memiliki karakteristik yang sama.

(Baca juga: Apakah Hamil Kembar Bisa Terjadi ke Semua Orang?)

Faktor Pendukung Kehamilan Kembar

Ada beberapa kondisi yang mendukung kehamilan kembar. Apa saja?

  • Usia, wanita yang lebih tua (lebih dari 35 tahun) berpotensi lebih besar untuk melahirkan anak kembar. Ini karena di usia tersebut, wanita cenderung mengeluarkan lebih dari satu folikel sel telur saat masa subur (ovulasi).
  • Faktor keturunan, sebuah studi menemukan bahwa genotip ibu lebih berperan karena adanya ovulasi ganda yang diturunkan, sehingga ibu kembar berpotensi lebih besar untuk melahirkan anak kembar.
  • Metode bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Ini karena melalui metode bayi tabung, rahim wanita ditanami lebih dari satu embrio, sehingga meningkatkan peluang terjadinya kehamilan kembar.

Proses Terbentuknya Anak Kembar

Ada dua jenis anak kembar, yaitu kembar identik (monozygotik) dan kembar tidak identik (dizygotik). Kedua jenis tersebut melalui proses yang berbeda saat proses pembuahan. Lantas, bagaimana proses terbentuknya anak kembar? (Baca juga: 6 Hal yang Harus Diketahui Tentang Kehamilan Kembar)

1. Kembar Identik

Pada kembar identik, anak berasal dari satu buah telur yang dibuahi oleh satu sel sperma. Telur yang sudah dibuahi tersebut kemudian akan membelah menjadi dua atau lebih, sehingga menghasilkan dua janin yang memiliki karakteristik sama. Mulai dari DNA, golongan darah, dan karakteristik fisik (seperti wajah, jenis kelamin, warna kulit, warna rambut, dan warna mata). Proses yang lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

  • Pada masa pembuahan, sel telur matang dibuahi oleh sperma yang membentuk zigot, kemudian zigot akan membelah.
  • Jika pembelahan zigot terjadi saat awal pembuahan yaitu 1-3 hari setelah pembuahan, maka embrio (bakal anak dalam kandungan) biasanya berada di satu plasenta namun memiliki kantong ketuban yang berbeda.
  • Jika pembelahan terjadi 14 hari setelah pembuahan, maka embrio kemungkinan akan menempel satu sama lain (kembar siam).

(Baca juga: Tanda-tanda Ibu Hamil Anak Kembar)

2. Kembar Tidak Identik

Pada kembar tidak identik, anak berasal dari dua buah telur sehingga cenderung memiliki karakteristik yang berbeda. Mulai dari jenis kelamin, wajah, golongan darah, dan karakteristik fisik lainnya. Oleh sebab itu, anak kembar tidak identik akan terlihat seperti kakak beradik. Proses yang lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

  • Pada masa pembuahan, dua sel telur matang dibuahi oleh dua sel sperma yang berbeda.
  • Karena memiliki dua telur dan sperma yang berbeda, maka masing-masing mempunyai kantung ketuban dan plasenta sendiri. Jadi, kembar tidak identik sama halnya dengan dua proses pembuahan yang terjadi dalam satu kehamilan.

Jika ibu memiliki keluhan selama hamil (baik kehamilan kembar ataupun tidak), jangan ragu untuk bicara ke dokter, ya. Sebab saat ini, ibu sudah bisa bicara pada dokter tanpa perlu repot ke luar rumah. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu masuk ke fitur Contact Doctor untuk bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice Call/Video Call. Jadi, yuk gunakan Halodoc sekarang juga.